Curhat Malam eps 1: Membesarkan Anak

Assalamualaikum wr. wb…

Halo semua! sebetulnya ada banyak sekali hal yang ingin saya bahas, tapi ga sempet terus merangkumnya menjadi tulisan panjang di satu postingan. nah, karena salah satu resolusi saya tahun ini adalah lebih produktif dalam urusan ngeblog, jadi saya ingin mulai membuat postingan-postingan pendek berisikan kegalauan saya di malam hari, hehe.. biar ini blog ada terus gitu loh isinya, ga keliatan dianggurin.

saya terinspirasi dari blogger-blogger lain yang suka update, meski postingannya pendek dan kadang tanpa gambar. dan rencananya, seperti para youtuber yang suka buat video serial di channel mereka, saya juga mau buat serial berisi curhatan saya malem-malem. maaf ya kalo terasa tidak berfaedah.. abis jarang-jarang juga sih tulisan saya berfaedah haha..

nah di episode pertama kali ini saya mau bahas kegalauan saya mengenai membesarkan anak. kadang kalo lihat berita toleransi yang terjadi di masyarakat apalagi pembahasan para netijen twitter, saya suka mules sendiri. baru-baru ini ramai berita pengebom gereja di Surabaya yang taunya yang ngebom satu keluarga (termasuk anak2nya). udah gitu setelahnya rame berita orang2 pake cadar dan santri2 di diskriminasi (diperiksain tas dkk) karena takut bawa bom.

serius, kadang pikiran saya penuh ketakutan akan pengaruh buruk pada anak saya pas udah besar nanti. saya takut saya ga bisa membesarkan dia jadi orang yang soleh, taat agama dan keluarga serta pintar bergaul. ngeri deh lihat jaman sekarang, jadi saya suka mikir kemana-mana. duh bisa ga ya saya mendidik dia sesuai agama agar dia memiliki benteng yang kuat dan tidak terpengaruh buruk? selain itu saya pengen ia bisa bergaul dengan mudah, tidak mendiskriminasi siapapun..

memang pikiran saya jauh amat ya padahal anaknya masih piyik, makan aja belon haha.. cuma kadang kalo liat si bayi soleh saya suka kepikiran dan banyak berdoa, agar ia yang suci ini siap menghadapi dunia yang keras. dan saya jadi berdoa juga untuk saya dan suami agar bisa menjadi orang tua yang baik, mendidik dengan baik, dan menjadi contoh yang baik. amiin ya robbal alaminn..

segitu dulu deh curhat malam ini, sampe ketemu di postingan berikutnya!

 

Advertisements

Menjadi Seorang Ibu

Assalamualaikum wr. wb…

Halo semua! Tanpa terasa sudah memasuki akhir bulan April, yang berarti lagi-lagi saya mangkir dari blog ini hampir 2 bulan, ckck..

Setelah terakhir mengunggah postingan awal Februari kemarin, banyak sekali peristiwa penting maupun tidak penting yang terjadi. Kali ini, saya akan membahas beberapa di antaranya (karena yang lain saya udah lupa..)

  1. Kembali ke Batam

Setelah pulang ke Bandung pada November 2017 lalu demi melahirkan di sana, akhirnya pada tanggal 25 Maret 2018 lalu saya kembali ke Batam bersama bayi soleh dan misua. kenapa saya memilih kembali ke Bandung di tanggal itu, karena satu, saya nunggu bayi soleh berumur lewat 40 hari dan sudah vaksin DPT I, serta dua, saya juga nunggu kapan suami bisa jemput ke Bandung karena sudah sangat tidak mungkin saya pulang hanya berdua ke Batam membawa bayi berumur dua bulan, sungguh ripuh.

Continue reading

Cerita Melahirkan

Assalamualaikum wr. wb…

Helow semua! Alhamdulillah ya sudah masuk bulan Februari tahun 2018, yang berarti saya lagi-lagi melewatkan banyak minggu untuk tidak mengupdate blog ini. heuheuheu… Banyak sekali yang terjadi di bulan Januari tahun 2018, tapi salah satu peristiwa yang paling uwow adalah saya akhirnya melahirkan. wooww…

proses melahirkan yang saya alami bisa dibilang unik, tapi memang sih semua ibu-ibu hamil punya pengalaman melahirkannya masing-masing. udah lama saya pengen cerita soal pengalaman melahirkan ini tapi baru sempet saya tulis sekarang karena saya sibuk menyesuaikan diri menjadi ibu baru dan karena banyak deadline proyek setelah lahiran. ini aja postingan saya tulis di sela-sela pengerjaan proyek terjemahan. takut keburu lupa, jadi saya sambi dengan menulis mengenai pengalaman melahirkan saya. emang kaya gimana sih? saya ceritakan dari awal banget yaa…

Continue reading

Resolusi tahun 2018

Assalamualaikum wr. wb…

Tahun 2017 akhirnya selesai dan berganti menjadi tahun 2018. Bagaimanakah perasaan saya? hmm.. biasa aja sih. hehe..

Sejak dahulu kala, saya memang tidak pernah terlalu heboh merayakan ‘malam tahun baru’. Setiap malam tanggal 31 Desember, hampir pasti saya selalu di rumah, ngeliatin kembang api yang dinyalain para tetangga pas jam 12 malam dari balik jendela. Semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa memang malam tahun baru itu bagusnya dilewati seperti hari – hari biasa saja. Lebih baik berdiam diri di rumah, merefleksikan apa yang terjadi selama setahun ke belakang, serta menyusun apa-apa yang diharapkan di tahun depan.

Pagi ini saya terbangun saat seisi rumah masih pada tepar gara-gara semalam pada tidur kemalaman. sehabis solat subuh, saya buka laptop untuk  melanjutkan kerjaan yang masih banyak jumlahnya. tetiba saya terpikir untuk menulis postingan blog mengenai resolusi saya di tahun 2018 ini. hal yang sangat tumben karena di tahun – tahun sebelumnya saya jarang sekali menulis mengenai resolusi di tanggal 1 Januari. haha.. mudah-mudahan ini berarti saya bakal jadi orang yang lebih baik tahun ini.

oke, jadi apa saja resolusi saya untuk tahun 2018?

Continue reading

cerita sebelum hamil

Assalamualaikum wr. wb…

Setelah menikah Agustus 2015 lalu, hampir setiap saat saya selalu ditanya-tanya mengenai ‘sudah isi belum?’ saking betenya ditanyain begitu terus, saya sampe buat postingan ‘Udah isi? Kapan punya anak?‘, supaya kalo ada yang nanya bisa saya suruh baca aja itu postingan. hehe..

sebetulnya sebelum menikah saya dan suami sepakat untuk tidak punya anak dulu di tahun pertama pernikahan, alias tidak langsung mencoba. pertimbangannya karena kami berdua sama-sama merasa perlu menabung terlebih dahulu dan penghidupan yang waktu itu kami miliki serasa belum layak dan cukup untuk menghidupi anak kami. jadi menurut penghitungan kami, setahun menunda itu cukup, satu cukup bagi suami untuk mencari pekerjaan lain dengan penghasilan lebih tinggi, dua cukup bagi kami berdua untuk mencari rumah tinggal yang lebih oke untuk anak kami.

meski dibilang menunda, kami tidak menggunakan KB dan hanya  menggunakan cara-cara alami aja kaya ngitung kalender masa subur. kami berdua beranggapan, kalo misalnya pun kami dikasi anak di tahun pertama pernikahan, ya berarti itu rejeki untuk kami dan kami dinilai sudah siap dikasi amanah tersebut. jadi ya kami jalani saja.

IMG_20150927_082638.jpg

Agustus 2015, saat baru tiba di Batam. duh sama-sama masih langsing euy

Continue reading

making peace with Instagram: how socializing in social media got me annoyed

Assalamualaikum wr. wb…

i have been an avid user of Instagram. i loved utilizing the insta story (or snapgram, whatever you might call the function) and posting random pictures on my profile. i also use my instagram to communicate with my friends via message or comment, or just to know about how they’re doing in general.  it is always fascinating for me to see how everyone’s doing, and i love to catch up with people, especially because i live far away from my family and friends.

because i spend most of my days alone in my house when my husband works, i open instagram daily to kill time. at first it was just a few minutes a day, suddenly it became several minutes per hour, and then boom! i realized i got addicted. to the point that i spent too much time in it, got delayed in working my project and got into annoyance and slight trouble because of my instagram activity. i would like to refer to those situations as ‘annoyance case’.

T5OKNZ1-.jpg

sumber

Continue reading

tentang Jodoh saya

Assalamualaikum wr. wb..

tanggal 17 Agustus 2017 kemarin menandakan hari jadi pernikahan saya yang kedua dengan suami tercinta. banyak hal yang saya rasakan selama dua tahun menikah, banyak yang terjadi, banyak yang kami berdua lewati. Alhamdulillah, semua rasanya baik-baik saja dan saya tetap tidak berhenti merasa bersyukur atas semua yang terjadi pada saya dan suami. saya merasa bahagia, tenang dan nyaman menjalani hari-hari saya sebagai ibu rumah tangga.

tidak ada yang spesial yang kami rencanakan pada tanggal 17 kemarin. karena hari libur jadi saya dan suami hanya berdiam diri di rumah dan berencana keluar rumah siang setelah zuhur, untuk jalan2. eh ternyata pas zuhur kami dikasi tumpeng mini sama kakak ipar (karena tanggal pernikahan yang cantik, banyak orang jadi inget sama tanggal pernikahan kami hehe). habis makan siang, Batam hujan hingga malam jadi kami pada akhirnya ga keluar rumah. ga masalah juga sih bagi saya karena saya juga lagi ga terlalu mood untuk keluar rumah.

cfe2d70a1f58021332b1b411edf41138--second-anniversary-cotton-anniversary.jpg

sumber gambar

Continue reading

OG Home haul

Assalamualaikum wr. wb…

Kemarin saya dan suami melintasi kota Batam untuk pergi ke OG Home, di Harbour Bay.

s_p51dd33ee81726.jpg

saya dan suami bisa dibilang hampir tiap minggu selalu jalan-jalan keliling kota Batam. tempat yang paling sering kami datangi adalah Kepri Mall, mall yang paling deket dengan rumah kami di daerah Piayu. Kepri Mall ini lumayan besar tapi termasuk sepi, tidak terlalu banyak tenant juga. cuma kami senang kesini karena selain dekat, ada bioskop CGV Blitz nya juga. selain itu restorannya juga lumayan oke, kami paling suka makan di Kangen Cafe, Panties Pizza atau Dae Jang Geum, restoran korea yang sebelumnya pernah saya review disini.

Continue reading