cerita sebelum hamil

Assalamualaikum wr. wb…

Setelah menikah Agustus 2015 lalu, hampir setiap saat saya selalu ditanya-tanya mengenai ‘sudah isi belum?’ saking betenya ditanyain begitu terus, saya sampe buat postingan ‘Udah isi? Kapan punya anak?‘, supaya kalo ada yang nanya bisa saya suruh baca aja itu postingan. hehe..

sebetulnya sebelum menikah saya dan suami sepakat untuk tidak punya anak dulu di tahun pertama pernikahan, alias tidak langsung mencoba. pertimbangannya karena kami berdua sama-sama merasa perlu menabung terlebih dahulu dan penghidupan yang waktu itu kami miliki serasa belum layak dan cukup untuk menghidupi anak kami. jadi menurut penghitungan kami, setahun menunda itu cukup, satu cukup bagi suami untuk mencari pekerjaan lain dengan penghasilan lebih tinggi, dua cukup bagi kami berdua untuk mencari rumah tinggal yang lebih oke untuk anak kami.

meski dibilang menunda, kami tidak menggunakan KB dan hanya  menggunakan cara-cara alami aja kaya ngitung kalender masa subur. kami berdua beranggapan, kalo misalnya pun kami dikasi anak di tahun pertama pernikahan, ya berarti itu rejeki untuk kami dan kami dinilai sudah siap dikasi amanah tersebut. jadi ya kami jalani saja.

IMG_20150927_082638.jpg

Agustus 2015, saat baru tiba di Batam. duh sama-sama masih langsing euy

setelah menikah kami menjalani kehidupan pernikahan kami dengan santai, menghabiskan waktu saling mengenal satu sama lain, banyak berbicara tentang masa depan dan lainnya. alhamdulillah, sesuai prediksi, setahun setelah menikah rencana yang kami susun satu persatu bisa terealisasi. suami pindah dari perusahaan lama dan memiliki prospek karir yang jauh lebih baik di tempat baru. lalu kami ketemu rumah yang cocok untuk dibeli dengan harga yang pas, sehingga kami bisa keluar dari kontrakan dan tinggal di rumah sendiri (baca postingan soal ‘balada rumah’ disini).

di saat itulah kami menilai sepertinya kami sudah siap untuk punya anak, jadi kami mulai mencoba. akan tetapi kami tidak terburu-buru juga, karena anggapan kami masih sama: anak itu rejeki, rejeki itu Alloh yang ngatur, manusia hanya bisa berusaha. anak juga amanah, kalau memang kami sudah siap pasti kami akan dikasih.

IMG_20160703_112912.jpg

Juli 2016, nemenin suami tes JLPT N3 di Singapur (baca postingan soal itu disini)

memegang anggapan seperti itu membuat kami tidak  merasa stres meski belum dikasih kesempatan hamil. cuma seringnya memang orang di sekitar yang membuat kita sendiri jadi merasa tertekan, karena sering banget pada nanya-nanya ‘udah isi belum?’. saking seringnya ditanya saya suka heran sendiri  kenapa orang-orang kok pada peduli banget ya. apa mau ikut bayarin biaya dokter sama kehidupan anak saya nanti ya, makanya pada kepo? padahal kan saya bakal cerita juga kalo misalnya saya hamil. udah gitu,  saya udah isi atau belom kan ga ada urusannya juga ama orang lain. heuheuheu…

IMG_20170211_064447

awal tahun 2017 saat lagi rajin olahraga pagi sama suami

setelah beberapa bulan mencoba, saya masih belum dapat tanda-tanda kehamilan. malah, menstruasi saya kok makin sering. biasanya rutin sebulan sekali, ini tiba-tiba saya haid meski baru dua minggu lalu selesai haid. karena khawatir, akhirnya saya cek juga ke dokter kandungan di Bandung (kebetulan waktu itu saya lagi pulang kampung). di Bandung saya di usg dalam, kata dokternya tidak ada masalah apa-apa, rahim semua bagus, kemungkinan besar ini hanya karena hormon saya yang membuat haid nya jadi tidak beraturan. jadi saya dikasi obat Lutenyl isi 10.

setelah itu saya kembali ke Batam sambil menghabiskan obat tersebut. setelah obat habis, haid saya malah makin banyak. akhirnya saya pergi ke dokter kandungan di rs awalbros batam. saya ceritakan semua riwayat menstruasi saya (lengkap dengan tanggal) yang biasanya teratur sebulan sekali, hingga yang akhir-akhir itu menjadi dua minggu sekali. dokternya waktu itu bertanya dua hal, saya sudah nikah berapa lama sama apakah saya pakai kb atau tidak. setelah itu, saya kemudian di usg dalam.

setelah usg dalam, dokter berkesimpulan bahwa saya mengidap PCOS atau Policystic Ovari Syndrome (info lebih lengkap bisa baca disini). intinya kondisi ini menyebabkan hormon tidak teratur dan saya jadi lebih sulit hamil. hormon yang waktu itu dibilang dokter adalah hormon insulin, yang jumlahnya kebanyakan. jadi saya kemudian dikasi obat untuk mengatur kadar gula dan hormon itu, lalu vitamin antioksidan, dan pil pengatur siklus haid, yang ternyata adalah pil kb untuk 30 hari, yang semua harus diminum hingga habis.

seumur-umur saya ga pernah minum pil kb, jadi saya agak norak aja pas dikasih obat itu. rupanya pil kb itu emang ampuh untuk membantu mengelola siklus haid dan kesuburan. jadi jangan suuzon kalo liat ada yang minum pil kb, langsung ngira yang bersangkutan ga mau punya anak. bisa jadi ternyata orang tersebut kaya saya, minum pil kb karena siklus haidnya ga teratur.

setelah minum obat dan vitamin tersebut, menstruasi saya kembali normal (sebulan sekali). sekitar dua bulan setelah kunjungan saya ke dokter waktu itu, haid saya tiba-tiba terlambat. iseng test pack setelah dua minggu telat dan eng ing eng…. ternyata saya hamil.

IMG_1202.JPG

baru kali ini ngeliat dua garis, biasanya kecele satu garis doang hehe

alhamdulillaah…

dan ini adalah cerita bulan Mei lalu, fufu.

mengenai cerita kehamilan saya akan saya ceritakan di postingan berikutnya. inti dari postingan ini adalah…

  1. jangan suuzon dan banyak tanya sama pasangan menikah yang belum punya anak. bisa jadi mereka belum punya anak bukan karena menunda tapi karena memang belum dikasi meski sudah berusaha. kita ga tau bagaimana perjuangan setiap pasangan untuk bisa punya anak. jangan disamain dengan pasangan lain yang baru nikah tiba-tiba istrinya udah hamil. dulu saya sering disindir sama ibu-ibu yang suka nanya saya udah isi atau belum. “belum isi ya? jangan lama-lama pacarannya, cepet dong isi, nanti keburu ketuaan loh..” helowww bayangin kalo itu didenger sama pasangan yang berusaha setengah mati supaya punya anak, pasti hancur kan rasanya.
  2. kalo memang khawatir kenapa belum punya anak juga, jangan ragu konsul ke dokter. dan kalo belum menemukan jawaban yang oke, pergilah ke dokter lain untuk cross check. awalnya saya sempet khawatir dan ngga mau ke dokter ketika saya tiba-tiba sering dapat haid. tadinya saya mikir, mungkin kalo didiemin haid saya bakal beraturan lagi. tapi setelah dibujuk suami dan ibu saya akhirnya saya ke dokter juga. meski memerlukan dua dokter hingga akhirnya haid saya teratur dan saya bisa hamil, tapi saya bersyukur juga.

saya pernah baca kalau waktu normal untuk hamil bagi wanita berusia di bawah 30 tahun adalah dalam dua tahun setelah menikah. jadi kalo di atas dua tahun belum hamil juga, baru sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter. tapi kalo belum dua tahun maka jangan khawatir dan dinikmati saja masa berdua dengan pasangan.

saya baru hamil setelah 1,5 tahun menikah (dan kurang lebih setelah 6 bulan bener-bener serius mencoba). teman saya ada yang baru nikah sudah langsung hamil, ada juga yang lebih lama nikah dari saya dan belum hamil. semua ada rejeki masing-masing, saya harap untuk pembaca yang masih mencoba ingin hamil, agar tidak merasa tertekan ketika belum muncul dua garis saat test pack. sesungguhnya hanya Alloh yang tau kapan saatnya yang tepat untuk perempuan dikasi amanah menjadi seorang ibu.

dan bagi pembaca yang suka iseng nanya-nanya ‘udah isi belum?’ sama perempuan yang sudah menikah (terutama laki-laki nih, jangan suka iseng ngurusin isi perut wanita milik laki-laki lain, urusin aja isi perut wanita anda), mohon dikurang-kurangi ya karena nanya-nanya gitu, biarpun cuma sekedar nyari bahan obrolan, bikin yang ditanya kesel dan tertekan sendiri.

sekian cerita dari saya, sampai bertemu di postingan berikutnya!

Advertisements

3 thoughts on “cerita sebelum hamil

  1. faraaaaaahhh.. alhamdulillah, aku ikut senaaaaaaaaaanggg. akhirnyaaa yaa. btw, si PCOS itu kerasanya karena haid yang ga teratur gitu ya? tau itu PCOS teh setelah USG rah?

    • Iya de, makasih ya dee. Iya haidnya ga teratur, jadi sering bgt gitu loh. Sebulan bisa dua kali dapat haid waktu itu aku. Kayany sempet dua atau tiga bulan kaya gt jadi krn khawatir aku ke dokter. Pas di usg dokter yang kedua dia bilang ada kaya kantung2 kecil di ovarium aku, itu yang bikin haid ga beraturan dan jadi susah hamil karena ngehalang ovum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s