Perjalanan ke Pulau Bintan

Assalamualaikum wr. wb…

Halo semua! kali ini saya akan membahas mengenai liburan ke pulau Bintan bersama keluarga saya, awal juli lalu.

Sebetulnya saya udah lama pengen banget nyebrang ke Bintan, karena denger-denger disana pantainya oke-oke banget. tapi sudah hampir dua tahun tinggal di Batam belum pernah kesampaian, yang ada saya malah bolak balik nyebrang ke Singapur (karena beberapa urusan) dan sekali ke Malaysia. akhirnya, ketika minggu lalu habis lebaran Adik saya Haekal dan Ibu saya datang ke Batam untuk berlibur, saya ajak mereka ke Bintan.

IMG_2264.JPG

Mama, haekal dan Saya di Talaga Biru, Bintan, Kepulauan Riau

sebenarnya Bintan itu dimana sih?

Bintan itu adalah salah satu pulau di area provinsi Kepulauan Riau, tempat ibu kota provinsi, Tanjung Pinang, bermukim. masih di daerah Indonesia jadi kesana ga perlu passport (FYI aja siapa tau ada yang ngira Bintan ini di Malaysia. maklum Batam kan perbatasan, terus nama pulaunya ga terlalu populer). Bintan pulaunya dua kali lebih gede dari Batam (menurut saya) tapi penduduknya jauh lebih sedikit dari Batam (fakta). jadi bisa ditebak, disana lumayan sepiiii banget dan tidak seperti Batam yang cukup berkembang. hanya daerah tertentu di Bintan yang ramai, seperti Tanjung Pinang, sisanya masih hutan dan lahan kosong.

di Bintan ada apa aja sih?

di Bintan itu tempat wisata yang paling terkenal adalah resort Lagoi Bay yang pantainya oke, bersih dan dikelilingi hotel-hotel yang mahal mahal. lalu ada juga pantai Trikora yang banyak bebatuannya (katanya seperti pulau Belitung) , sama Gurun pasir dan talaga biru bekas tambang (katanya mirip pulau BaBel juga nih). kedengeran seru kan? jadi begitu ibu dan adik saya tiba di Batam, saya langsung mengusulkan ide ini dan disambut baik oleh yang bersangkutan. baiklah, persiapan dimulai!

Rental Mobil dan Hotel di Bintan

yang pertama yang saya lakukan adalah mencari hotel dan transportasi selama disana. hotel saya pengennya nginep yang langsung ke pantai, alias yang punya pantai pribadi biar bisa puas main air laut. terus kalo transportasi, harus rental mobil selama disana. bisa lepas kunci, bisa juga pilih yang ada drivernya. setelah googling saya nemu website https://bintanrental.blogspot.co.id/, dengan postingan terakhir yang lumayan update (Januari 2017). iseng saya ngewhatsapp kontak yang ada, atas nama bapak Ahmadi. eh ternyata dibales cepet plus orangnya ramah lagi. setelah tanya-tanya beliau bilang untuk sewa mobil+driver+bbm selama dua hari di weekday harganya Rp 1.200.000. Makan driver udah ga ditanggung ama kita lagi (cuma kalo kita mau tetep kasi uang makan atau ngajak makan si driver, terserah sama kita). mobilnya avanza veloz 2014. dan kita bisa pake selama 10 jam setiap harinya.

bintan rental.JPG

karena menurut saya tawarannya lumayan oke, mamake pun setuju, akhirnya kami deal dengan pak ahmadi. saya bilang pembayaran mau 3 kali, pertama saya transfer dp dulu 200rb beberapa hari sebelumnya, lalu pembayaran pertama 500rb di hari pertama, pembayaran sisanya di hari kedua. pak ahmadi bilang ok, dp saya transfer. uang diterima, pak ahmadi bilang akan menjemput saya di pelabuhan di hari kedatangan. oke, urusan mobil beres.

urusan berikutnya adalah hotel. setelah ngecek di traveloka, harga menginap di daerah lagoi bay sungguh amat mahal tiap malamnya, semua di atas sejuta. ada sih yang lumayan murah (bintan service apartment, contohnya) tapi saya lihat lokasinya kayanya lumayan jauh dari pantai. akhirnya kami memilih Grand Lagoi Village (nama lainnya Swiss bel hotel Lagoi) yang menurut kami harganya paling terjangkau dibanding yang lain. setelah bayar di traveloka, voucher hotel keluar, dan urusan hotel pun beres.

IMG_2527.JPG

Penampakan gedung hotel Grand Lagoi Village

kami pergi hari Senin tanggal 10 Juli 2017. awalnya mau berangkat pagi tapi karena ada kerjaan dulu jadi saya baru bisa siap di atas jam 9. pagi-pagi pak Ahmadi bertanya saya mau dijemput jam berapa di pelabuhan, alhamdulillah beliau aktif jadi saya ga ngerasa salah pilih rental. yang mau ke Bintan saya rekomen deh sewa mobilnya pak Ahmadi.

di Batam kami berangkat dari pelabuhan Punggur dengan tujuan ke pelabuhan Tanjung Uban. ada dua pelabuhan di Bintan, karena tujuan kami ke Lagoi dulu jadi kami menyeberang ke Pelabuhan Tanjung Uban. kalau kami mau ke Tanjung Pinang, kami harus naik kapal ke Tanjung Pinang. ada dua jenis kapal yang bisa dinaiki, speedboat atau kapal roro. saya dan keluarga memilih naik speedboat ke tanjung Uban karena lebih cepat, 15 menit sampai. harga tiket 43rban. kalau naik kapal Roro lebih lama (karena bisa bawa kendaraan) tapi harga tiketnya lebih murah.

IMG_2188.JPG

Tiket speed boatnya, harganya 43rb plus

pas masuk di gedung pelabuhan ada beberapa loket yang jual tiket. hati-hati jangan sampai salah beli, ada yang jual ke Tanjung Pinang, ada yang jual ke Tanjung Uban. setelah beli tiket, simpen tiketnya karena pas di kapal diminta lagi. sebelum masuk ke ruang keberangkatan kita bakal disuruh beli pass penumpang pelabuhan, harganya 10rb per orang.

IMG_2191.JPG

pas penumpang

pelabuhan Punggur masih dalam tahap renovasi jadi gedungnya kurang oke, ada yang bagus ada yang masih tua. yang paling ngeri bagi saya adalah pas naik speed boat, ga ada tangganya. jadi dari platform langsung naik ke muncung speed boatnya. untung alhamdulillah ga begitu goyang. kalau bawa koper, bapak-bapak speed boatnya mau kok ngebantuin gotong kopernya.

IMG_2202

penampakan speed boat yang kami naiki

 

di dalam speed boat duduknya bebas ga ditentuin. kaca dan pintu banyak dibuka jadi angin laut semriwing masuk, yang ga kuat angin siap-siap bawa penutup kepala. guncangannya juga ga terlalu kerasa, masih lebih goyang naik kereta bagi saya yang sensitif terhadap guncangan. tapi mungkin karena waktu itu cerah dan ga berombak. untungnya nyampenya emang cepet jadi ga begitu mabuk. 15 menit udah nyampe deh di tanjung uban.

IMG_2196.JPG

di dalam speed boat

di pelabuhan Tanjung Uban ketemu drivernya, namanya Mas Ari. mas Ari memberi saran soal rute perjalanan kami selama di Bintan. ia bilang hari pertama ini baiknya jalan-jalan ke daerah Uban dan Lagoi Bay, sementara pantai Trikora dan Tanjung pinang besoknya aja karena letaknya lumayan jauh (sejaman), lalu pulang ga usah dari tanjung uban tapi langsung dari Tanjung Pinang. dari Tanjung Pinang ke Batam naik Ferry memakan waktu sejam, lebih lama dibanding dari Tanjung Uban.

IMG_2208.JPG

mama di pelabuhan Tanjung Uban

Pada akhirnya kami sih oke-oke aja dibanding kebanyakan di jalan juga. dari Pelabuhan Tanjung Uban kami langsung menuju arah Lagoi Bay, dan di tengah perjalanan kami mampir ke tempat wisata pertama, Gurun Pasir dan Talaga Biru. masuk kesini cuma bayar 5rb perak untuk parkir per mobil. karena sampai sana siang hari dan hari kerja jadi sepi banget. kami pun puas foto-foto pemandangan yang emang oke banget.

IMG_2225.JPG

gurun pasir ala Bintan

katanya sih, gurun pasir dan talaga nya bekas tambang yang udah tidak terpakai. karena bagus pemandangannya dan bersih tiba-tiba jadi tempat wisata.

IMG_2236.JPG

Talaga Biru, untuk jalan ke dek itu bayar per grup 5rb

IMG_2269.JPG

tetep ngeksis

IMG_2275.JPG

suasananya tenang banget karena hari kerja

setelah dari gurun pasir dan talaga biru, kami mampir ke restoran seafood cuiyong di daerah pengujan. tempatnya standar kaya restoran seafood di Batam, di pinggir laut. seafood nya fresh. cuma harganya bikin shock, makan bertiga sampe hampir 600rb! haha.. rupanya karena pesen ikan yang itungannya pergram. dan karena ikannya besar ya mahal deh jatuhnya.

IMG_2284.JPG

makan sebelum shock

setelah makan seafood kami minta diantar ke hotel di Lagoi Bay. jalanannya sepiii banget dan masuk resort lagoi bay nya juga sepi, kanan kiri hutan. per mobil bayar 5rb, dikasi tiket parkir yang harus dikembalikan di akhir. kemudian sama satpam ditanya isi mobil berapa orang, mau kemana dan asalnya dari mana. resortnya luas dan sepiiii banget, jalan kanan kiri diapit hutan yang katanya masih banyak ular. agak jauh masuknya baru nyampe daerah hotel2 + villa2 di pinggir pantai, termasuk hotel kami. di deket hotel kami ada danau jadi kami sempatkan foto-foto disana juga.

IMG_2297.JPG

maafkan muka ninja saya

setelahnya kami check in dan istirahat di hotel. oiya sebenarnya check in mulai jam 15.00. tapi waktu itu kami datang jam 14.00 alhamdulillah sudah boleh check in. mungkin karena kamarnya available. btw ternyata hotelnya ga punya pantai pribadi.. haha. saya agak kecele. tapi jaraknya ga jauh kok dari pantai, cuma 5 menit jalan kaki. dan menurut saya dia termasuk yang paling dekat lokasinya dengan pantai.

IMG_2333.JPG

lobi hotel penuh dengan sofa nyaman

IMG_2343.JPG

kondisi kamar plus balkon yang super lebar karena dapat kamar di ujung

sorenya kami main ke pantai lagoi yang terkenal itu. pantainya bersiiih banget dan yang paling penting sepi karena hari kerja itu.

IMG_2386.JPG

lumayan rendah pantainya, sampe agak jauh masih rendah

IMG_2391.JPG

sepi dan bersih

di deket pantai ada tulisan i love Bintan dan Lagoi Bay besar-besar jadi bisa foto-foto cantik disana.

IMG_2364.JPG

sayangnya rame

 

IMG_2378

ada beberapa gembok untuk dikunci di sini, yang bisa dibeli di Yeah mart, seinget saya harga gemboknya 30rban.

setelahnya kami minta diantarkan ke tempat makan yang harganya murah meriah, mas Ari lalu mengantar kami makan ke Pujasera di dekat dormitori tempat karyawan hotel2 di lagoi bay. murah-murah jadi puas makannya. ada warung-warung lagi jadi adek saya si Haekal puas jajannya. haha..

IMG_2438.JPG

suasana pujasera

dari Pujasera kami kembali ke hotel dan berpisah dengan mas Ari. sebelum balik ke hotel kami sempat keluar dari kawasan resort Lagoi Bay untuk mencari durian (ibu saya pengen makan duren) tapi karena suasana jalan yang gelap dan sepi kemudian tukang duriannya ga ketemu2 akhirnya kami minta kembali aja ke hotel. jam 9 kami keluar hotel untuk jalan kaki ke Lantern Park yang letaknya persis di depan tulisan LAGOI BAY, lima menit jalan kaki dari hotel.

IMG_2372.JPG

pintu masuk lantern park/garden

per orang untuk pemegang KTP indonesia bayar 25rb, bisa keliling taman yang isinya patung hewan-hewan di Indonesia, terbuat dari plastik yang dalemnya lampu warna warni. seru banget sih jalan disana karena sepi, ga ada pengunjung lain jadi kami puas foto-foto. Lantern Park tutup jam setengah 10 malem dan kami berkeliling kira-kira 20 menit.

IMG_2464.JPG

suasana laut di lantern park

IMG_2490.JPG

tulisan Lagoi Bay di malam hari nyala dengan indah

puas jalan di Lantern Park kami kembali ke hotel. biar baru jam setengah 10 malam kondisi resort sangat gelap dan sepi, semua toko sudah tutup dan tak ada lagi yang beroperasi. agak ngeri sih karena kami terbiasa lihat yang rame-rame, tapi memang waktu itu hari kerja jadi ga banyak pengunjung..

besoknya kami sarapan dan check out dari hotel jam 11. agak kesiangan karena semua bangun siang, tepar abis jalan hari sebelumnya. plus saya ada kerjaan juga paginya jadi heboh ngerjain dulu di hotel. untung bawa laptop. dari hotel kami sempatkan mampir Treasure Bay yang lokasinya di Lagoi juga. Treasure Bay ini kolam renang air asin terbesar se Asia. katanya sih pemandangan di dalamnya oke punya. per orang masuk bayar 100rb. kami ga masuk karena udah kesiangan, tapi sempet foto-foto dulu di depannya. saya sarankan yang pergi ke Bintan cobain masuk kesini.

IMG_2534.JPG

gedung Treasure Bay, masih di dalam kawasan resort Lagoi Bay

oiya di daerah Lagoi sempat ditawari Mangrove tour, jadi wisata ngelihatlihat pohon mangrove gitu naik kapal. cuma harganya ngeselin, per orang 250rb. mungkin karena matok harga Singapur yah. kami skip tour itu dan memilih langsung ke Trikora kemudian Tanjung Pinang, karena kami mesti ngejar kapal kembali ke Batam yang katanya paling sore jam setengah 6.

sekitar sejam perjalanan dari Lagoi kami sampai ke pantai Trikora. pantai ini sepi banget juga karena hari kerja, tapi mas Ari bilang kalo libur rame. disini ombaknya besar jadi ada tanda larangan berenang. tapi pas saya datang ombaknya ga ada jadi beberapa orang berenang juga. banyak batu-batunya dan pasirnya putih. airnya pun jernih bersih. pokonya oke punya deh. oiya masuk pantai Trikora gratis.

IMG_2577.JPG

Pantai Trikora

di Trikora kalau mau, kita bisa nyebrang ke pulau pulau lainnya, ada whitesands (per orang 170rb), ada nikoi island (per orang 200rb lebih), dan bisa snorkeling juga. cuma seinget saya harganya kurang ramah jadi kami ga nyebrang kemana-mana. lagian  kondisi pantai Trikora sendiri udah oke banget untuk foto-foto dan mandi, kalau mau. disana pun ada beberapa hotel yang tersedia yang bisa kita inapi.

dari Trikora kami menuju Tanjung Pinang. sempet mampir makan durian dulu di daerah Jembatan Gesek. disana banyak warung jual durian. duriannya oke, harganya juga standar, ibu saya beli empat 100rb,  makan disana langsung.

dari sana kami sampai juga ke Tanjung Pinang. di tanjung Pinang tujuan pertama kami adalah patung Seribu, yang suasana Tiongkok nya kental banget. masuknya per orang bayar 5rb. ada patung tiongkok besar, ada kuil di atas bangunan yang kata mama mirip Forbidden City di Beijing, dan ada patung-patung yang katanya jumlahnya ga sampe seribu, tapi banyak. menarik banget tempatnya, berasa lagi di Cina beneran.

IMG_2627.JPG

katanya sih patungnya ga nyampe 1000. tapi tetep banyaak

IMG_2645.JPG

pagoda di patung seribu serasa di Beijing

IMG_2606.JPG

begitu masuk disambut patung gede, jadi inget Todaiji di Nara

dari sana kami masuk ke kota Tanjung Pinang. mampir makan di RM Sederhana, restoran Padang andalan. setelah makan siang kami mau cari oleh-oleh kaya kaos gitu, eh rupanya di samping Sederhana ada toko jualan oleh2 kreatif khas Kepulauan Riau. rejeki. saya beli tas kain harga 50rb dan gantungan kunci harga 10rb an. mamake beli kaos untuk oleh2 bro bro yang ga ikut. kaosnya kisaran harga 90rb-120rb, lumayan harganya tapi tulisannya menarik.

IMG_2718

Tas + gantungan kunci hasil saya belanja oleh-oleh

setelah makan kami pergi ke pelabuhan untuk pulang ke Batam. di dekat pelabuhan kami sempatkan mampir ke taman Laman Boenda yang ada rumah Gong Gong (museum baru dibangun) dan tulisan Tanjung Pinang. dari sini bisa lihat Pulau Penyengat juga, tempat semua sejarah Kepulauan Riau dan Mesjid yang dindingnya terbuat dari putih telur. nyebrang ke Pulau Penyengat dari Tanjung Pinang cuma 5rb dan 10 menit doang. disana bisa keliling wisata sejarah naik becak motor, sayang kami ga sempat karena keburu kesorean. mungkin lain kali deh.

IMG_2682.JPG

Laman Boenda + Rumah Gonggong di belakangnya

IMG_2685.JPG

Penampakan Pulau Penyengat dari jauh

IMG_2699.JPG

spot foto ter oke di taman

IMG_2692.JPG

di kejauhan keliatan ada tulisan ‘Welcome to Tanjung Pinang’

di Pelabuhan Tanjung Pinang kami naik MV Oceanna, tiketnya harganya 57rb. bayar pass pelabuhan lagi 5rb per orang. beruntung banget setiap tiba di pelabuhan kami selalu dapat kapal yang berangkat 15 menit lagi jadi ga nunggu terlalu lama. kapalnya ber-ac, lama perjalanan sejam hingga tiba di Pelabuhan Punggur, Batam.

IMG_2703

tiket kapal kembali ke Batam

IMG_2707.JPG

kapal yang kami naiki dari Tanjung Pinang ke Batam. mirip dengan yang biasa kami pakai untuk nyebrang ke Singapur, cuma lebih kecil aja.

IMG_2705.JPG

dermaga di Pelabuhan Tanjung Pinang. begitu masuk langsung dermaga, gedungnya malah ngga ada

begitulah perjalanan saya ke Bintan yang lumayan menyenangkan. bagi yang terbang dari Jakarta bisa langsung turun di bandara Tanjung Pinang, muter-muter Tanjung Pinang dan baru ke Lagoi Bay. dari Batam sendiri banyak juga yang nyediain paket tur di Bintan sehari (harganya dari 300rb-an), cuma mesti berangkat rame-rame.  saya dan ibu saya sih cukup puas dengan tur ala kami yang fleksibel banget. bagi yang mau kesana saya sarankan untuk sewa mobil lokal karena transportasi umum di sana tidak bisa diandalkan. dan supaya ga capek, nyewa mobil pake driver juga pilihan yang oke.

baiklah, sekian dulu postingan kali ini. sampai jumpa di postingan berikutnya!

Advertisements

2 thoughts on “Perjalanan ke Pulau Bintan

  1. wooh,,, seru pisan,, emang mending pake tour local ya dibanding backpacker an sendiri. Soalnya kadang malah jadi ga ok liburannya.. selain gatau kebiasaan orang sana, gatau juga posisi tempatnya dmana. Tapi emang musti milih tour yang ok juga sih.. kemaren maen di lautnya ngga rah? apa foto-foto aja?

    • ga sempet main dee, gara2 kelamaan tepar di hotel haha. jadi foto2 aja.. itupun udah seru bagi aku sih, karena kalo mandi di laut suka ribet cuci bilasnya. emang paling enak inep di hotel yang punya pantai jadi bisa langsung bilas di kamar hotel kan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s