Pengalaman Mengurus E-Passport di Batam (April 2017)

Assalamualaikum wr. wb…

Halo semua! jadi hari selasa tanggal 4 April 2017 lalu saya pergi ke kantor imigrasi kelas 1 khusus Batam untuk mengurus e-passport saya. perhatian, postingan ini sangat panjang dan pengalaman yang terjadi sama saya belum tentu terjadi pada anda jadi santai aja ya..

BAB I: PENDAHULUAN

passport lama yang terakhir kali saya urus tahun 2012 sebelum berangkat ke Jepang (postingan tentang itu ada disini) tak terasa sudah akan habis  masa berlakunya di bulan Juni 2017. karena perpanjang paspor bisa dilakukan di bawah 6 bulan sebelum masa berlaku habis, saya memutuskan untuk segera memperpanjang passport saya. sebetulnya saya sudah ingin memperpanjang dari bulan Desember. tapi karena budgetnya kepake terus dan karena saya agak-agak males ngantrinya, jadi saya baru memperpanjang kemarin. bukan memperpanjang kali ya istilahnya, lebih tepat ke penggantian.

saya mengganti passport biasa saya menjadi e passport karena sekarang pengguna e passport bisa bebas ke Jepang tanpa harus menggunakan visa. karena suami bekerja di kantor PMA Jepang, suami berkesempatan untuk dikirim ke Jepang beberapa bulan, meski ga tau kapan dan berapa lama serta apakah benar akan terjadi atau tidak. nah rencananya kalo emang suami dikasih kesempatan berangkat, saya bakal ikutan berangkat juga buat jalan-jalan, meski bila tidak disponsporin ama kantor suami. salah satu cara supaya saya bakal dengan gampang berangkat adalah dengan menggunakan e passport, jadi saya ga perlu repot mengajukan visa. kalo suami sih pasti bakal diurusin visanya, cuma kan saya belum tentu. jadi deh saya mengurus epaspor. untungnya e paspor ini bisa diurus di Batam (salah satu dari tiga kantor imigrasi yang mengeluarkan e passport yaitu Jakarta, Batam, Surabaya) dan karena ktp saya udah e ktp batam jadi saya ga perlu surat pengantar atau keterangan domisili.

BAB II: PERSIAPAN

penggantian passport kemarin  saya lakukan tanpa rencana matang. alkisah senin malam saya tiba-tiba kepingin mengurus passport besoknya, yaudah malam itu saya minta suami nemenin ke fotokopian untuk memfotokopi semua persyaratannya. untuk persyaratan yang saya siapkan, saya lihat dari website imigrasi (Klik disini). semua persyaratannya sebenarnya sama aja dengan passport biasa. hanya beda di pembayaran, e passport bayarnya 655rb sementara passport biasa cuma 355rb.

2.1 Dokumen yang SAYA fotokopi:

  1. Fotokopi E-KTP yang sudah diperbesar di satu halaman, tanpa dipotong. bagian data di atas, bagian peta indonesia di bawahnya. kira-kira seperti ini fotokopinya, tapi biasanya tukang fotokopi udah tahu sih kalo yang biasa mengkopi, bilang aja mau kopi ktp untuk buat passport.

page0001.jpg

sumber gambar

2. Fotokopi kartu keluarga

3. Fotokopi akta kelahiran, ijazah dan buku nikah.

untuk persyaratan yang ini sebenarnya boleh salah satu aja. tapi kemarin saya sengaja fotokopi semua. alasannya sih supaya orang imigrasi lihat kalo saya sarjana lulusan hukum  unpad. soalnya dari banyak berita yang saya baca, kantor imigrasi (terutama batam) lagi ketat dalam pengurusan paspor, dan banyak kasus pengurusan paspor ditolak karena yang bersangkutan dicurigai bakal jadi tenaga kerja ilegal. makanya kemarin sempat ada peraturan yang mensyaratkan orang bawa fotokopi buku tabungan isi minimal 25 juta sebagai salah satu syarat buat passport. untungnya peraturan itu udah ditarik lagi. sebagai ibu rumah tangga berusia kerja saya agak-agak khawatir passport saya bakal ga dikeluarin karena dikira saya mau cari kerja ilegal di luar negeri. karena itu saya bawa deh semua persyaratan itu.

4. Fotokopi paspor lama

untuk paspor lama yang dikopi adalah halaman depan (data kita) dan halaman belakang. dikopi di satu kertas juga, atas bawah.

fotokopi-paspor-warga-lampura_20150622_215105.jpg

sumber gambar

2.2 Dokumen yang SAYA bawa

selain dokumen yang udah saya fotokopi, saya juga bawa dokumen asli berikut

  1. E-ktp 
  2. Kartu Keluarga
  3. Akta kelahiran, Ijazah, Buku Nikah
  4. Passport lama

oke, sekarang semua persyaratan siap. berikutnya mari menyiapkan barang yang sebaiknya dibawa.

2.3 Barang yang Sebaiknya dibawa:

  1. Fotokopi paspor suami dan paspor suami yang asli.

sebenarnya ga diminta, tapi kemarin salah seorang ibu-ibu ada yang ditanyain hal ini sama petugas. jadi baiknya bawa aja. kalo belum nikah, bawa kopi paspor sponsor (orang tua) atau bawa surat keterangan dari perusahaan kalo kita emang kerja disana. ini kayanya untuk memastikan kalo kita buat passport emang untuk liburan bukan untuk nyari kerja. kalo emang kita mau nyari kerja di luar negeri, harus bawa surat keterangan dari kemenaker atau surat keterangan dari perusahaan di luar negeri kayanya.

2. fotokopi ijazah smp, sma (ga cuma ijazah kuliah yang terakhir) dan dokumen aslinya

ini juga sebenarnya ga perlu, tapi kemarin ibu-ibu sebelum saya ditanyain hal ini. untungnya sih saya ngga. jadi mending bawa aja daripada balik lagi.

3. Materai 6 ribu satu lembar

mending beli langsung di kantor pos besar daripada beli di parkiran kantor imigrasi. bawa lebih dari satu, siapa tau perlu tambahan surat pernyataan lain. jangan lupa beli di kantor pos jangan sembarangan karena banyak kasus yang materainya palsu paspornya jadi bermasalah. materai harus punya untuk ditempel di surat pernyataan.

4. pulpen hitam

perlu untuk ngisi formulir dan surat pernyataan.

5. lem

untuk nempel materai.

6. tip ex/ correction pen (penghapus pulpen)

perlu untuk mengoreksi seandainya salah ngisi formulir dan surat pernyataan kaya saya kemarin, nulis nomor ktp di bagian nama. cape deh.. untung bapak polsusim baik hati mau minjemin saya tip ex.

7. buku bacaan, laptop, hape, power bank, charger

perlu untuk menghabiskan waktu karena nunggunya pasti bakal lama banget. kalo saya sih kemaren bawa laptop karena lagi ada kerjaan juga. lumayan tuh semua selesai, bisa fokus karena ga ada hal lain yang bisa dikerjakan juga.

8. makanan dan minuman 

yah daripada kelaperan kan..

CATATAN:

  1. untuk buat passport di kantor imigrasi Batam harus menggunakan e ktp. yang belum punya e ktp mesti melampirkan surat keterangan dari kelurahan (apa kecamatan ya? lupa saya) kalo e-ktp nya lagi di proses.
  2. semua persyaratan yang harus dikopi, di kopi di kertas A4.
  3. gunakan kemeja yang rapih, jangan berwarna putih (karena latar fotonya putih) dan celana panjang. saran saya gunakan kemeja polos, tidak bermotif yang heboh heboh, dan harus bersih jangan sampai terlihat kumal. muka pun jangan keliatan kek ga pernah mandi. pokonya dari atas ke bawah mesti rapih dan bersih, jangan sampe kelihatan norak. dari pengamatan saya, petugas benar-benar menyeleksi orang dari penampilannya, kalo keliatan orang ini berasal dari keluarga tidak mampu yang mau kerja ilegal ke luar negeri, passport nya bisa kemungkinan ditolak. padahal belum tentu yang bersangkutan seperti itu, bisa saja dia memang mau jalan-jalan. tapi kan memang petugas menilai pelamar dari penampilannya duluan karena itu yang terlihat jelas di depan mata. untuk itu bebersihlah dan berpakaian yang rapih.
  4. Pastikan semua data di semua dokumen itu SAMA. data yang dimaksud adalah Nama, nomor ktp, nama orang tua, tanggal lahir, jenis kelamin, semua datanya harus sama di semua dokumen yang dibawa. kalo sampe datanya beda, petugas pasti bakal nolak permohonan kita. contohnya dulu tempat lahir saya di KK dan di KTP beda, di KK saya lahir di Medan (benar), di KTP saya lahir di Bandung. nomor induk kependudukan saya pun beda yang di KK dan di KTP. ini sempat bermasalah pas saya ngurus ke KUA sebelum nikah. akhirnya saya ngurus KTP baru deh yang sama kaya di KK, baru KUA mau terima. imigrasi pun sama saja strict nya. untungnya sekarang semua data saya udah sama di semua dokumen kependudukan saya. jadi alhamdulillah ga ada masalah.

BAB III: HARI PENGURUSAN

Step 1: Antri berdiri di parkiran kantor imigrasi dan di dalam kantor

pagi itu hujan jadi saya dan suami baru sampai di kantor imigrasi jam 7 pagi. pas kami tiba antrian di parkitan kantor imigrasi sudah mengular panjang. setelah berdiri setelah 30 menit akhirnya kantor dibuka dan kami merangsek masuk. beda dengan terakhir kali saya ngurus passport suami tahun 2015, kali ini pas kami ngurus kami langsung ngantri di tempat,  baru dapat nomor antrian. dulu saya inget kami antri, masuk langsung dapat nomor antrian baru dokumen di cek dan langsung foto. tapi dulu suami ngurusnya yang online sih bukan yang walk in. yang online memang ga dibuka sekarang karena lagi peremajaan sistem. makanya antriannya buju buneng panjang bener.

nah antriannya dibagi jadi dua barisan. alhamdulillah barisan saya beberapa kali maju banyak jadi saya bisa dapat lumayan cepat. kemudian saya maju lagi disuruh ngantri di tempat khusus ibu-ibu jadi saya bisa ngantri barengan sama mereka yang datang lebih pagi dari saya.

Step 2: counter pengecekan berkas

setelah mengantri berdiri selama dua jam lebih, akhirnya saya tiba di counter pengecekan berkas dan saya disitu bilang saya mau buat e passport karena ternyata ngantrinya ga dipisah dengan yang buat passport biasa. cuma harus bilang aja sama petugasnya karena kalo ga bilang bakal dibuatin paspor biasa. dokumen saya semua diperiksa, lengkap atau tidak, ada yang kurang atau tidak, ada yang salah atau tidak, dicocokkan dengan yang asli jadi yang asli harus banget dibawa. setelah lengkap baru saya dikasi formulir dan surat keterangan, serta nomor antrian untuk wawancara dan foto. jam 9.20 saya dapat nomor antrian A-096. sementara antrian di layar baru menunjukkan nomor 30 sekian. oke, alamat nunggu lama.

di kantor imigrasi Batam, pengambilan nomor antrian cuma dibuka dari jam 7.30 sampe jam 10. jadi jam 10 kemarin pengecekan berkas ditutup dan beberapa orang yang udah ngantri tetep ga dapat nomor antrian dan harus datang lagi besok. untung banget saya ngantri di barisan yang majunya banyak jadi saya dapat antrian di bawah 100. nomor antriannya kayanya buka sampe 200 lebih deh, tergantung berapa banyak dokumen yang masuk ke pengecekan berkas.

Step 3 Wawancara

setelah menunggu sekian lama, ternyata nomor saya baru dipanggil jam setengah 2 setelah makan siang. saya kemudian masuk ke ruangan dan diwawancara oleh seorang bapak-bapak. pertanyaan yang diajukan cukup banyak dan mendetail:

  1. untuk apa membuat passport?
  2. apakah pekerjaannya di Batam ini?
  3. punya usaha atau tidak?
  4. biasa jalan ke luar negeri kemana?
  5. jalan ke luar negeri sama siapa?
  6. kapan ada rencana keluar negeri?
  7. suami tahu ga kalo anda buat passport?
  8. kenapa mau buat e passport?
  9. suami punya passpor ga?
  10. ibu punya paspor ga?

pas saya bilang saya buat e paspor karena mau ke Jepang untuk jalan-jalan ketemu teman-teman, si Bapak langsung menimpali “oh iya saya lihat mbak pernah tinggal di Jepang ya?” karena di passport saya yang lama masih ada student visa saya waktu exchange ke Jepang tahun 2012-2013 lalu.

jadilah saya cerita kalo emang saya dulu kuliah di Jepang setahun, dapat beasiswa. dan setelahnya si Bapak jadi lebih santai dan sisa interview jadi kerasa kaya ngobrol aja, beliau sambil masukin data dan meriksa kelengkapan dokumen saya. oiya saya kira dokumen tambahan kaya ijazah dan buku nikah saya ga perlu, rupanya semua disimpan dan bahkan semua dokumen aslinya harus diperlihatkan juga. untungnya semua dokumen lengkap. yah memang tidak ada masalah sih, saya tidak dicurigai mau jadi  tki ilegal. untung ada visa dan ijazah, hehe..

setelahnya saya bertanya soal penambahan nama yang diperlukan seandainya mau umroh. bapak petugasnya bilang, saya sekarang ga bisa mau tambah nama karena saya harusnya bawa surat keterangan dari kemenag (biasanya diurusin sama travel) kalo saya mau umroh. nah kalo e passport saya sudah jadi, saya tidak bisa lagi menambah nama karena e passport bersifat elektronik menggunakan chip, dan chip ini tidak bisa diubah datanya karena bisa membuatnya jadi eror. beda dengan paspor biasa yang tinggal cetak penambahan nama di salah satu kertasnya, e passport tidak bisa dirubah datanya. jadi bapak itu bilang “ibu ada rencana mau umroh dalam dua-lima tahun kedepan?”

“ga ada sih pak. ya udah pak saya buat e passport aja.”

dan akhirnya sesi interview selesai. saya kemudian disuruh mengantri di meja yang ada kameranya untuk pengambilan foto dan sidik jari.

STEP 4: Foto dan sidik jari.

masih di ruangan yang sama, saya mengantri di meja yang ada kameranya. saya menunggu lumayan lama nih, kayanya lebih dari 30 menit. disini saya ngantri di tempat yang salah, karena antrian samping saya maju lebih cepat sementara antrian saya lamaaaaaa banget ga maju-maju karena bapaknya meriksanya dengan sangat sangat rinci. pas akhirnya giliran saya foto dan rekam sidik jari, saya sempat ditanya-tanya pertanyaan yang mirip dengan yang ditanyakan pas wawancara. untungnya saya ga banyak ditanya dan disuruh bawa dokumen yang aneh2, cuma disuruh memperlihatkan dokumen asli dari yang versi fotokopian aja. tak lupa saya kembali menekankan kalo saya mau buat e passport. setelah kira-kira 10 menit kemudian semua selesai, si bapak kemudian memberikan saya bukti pembayaran yang harus saya bayar setelah pengurusan. setelah bayar saya bisa datang lagi kira-kira 3 hari kerja setelah pembayaran untuk mengambil e passport.

STEP 5: Pembayaran

Bank yang paling dekat dari kantor imigrasi Batam adalah bank BTN, cuma beberapa menit jalan kaki. jadi keluar dari kantor saya langsung ke bank BTN untuk membayarnya via teller. sebenarnya katanya sih bisa lewat atm cuma saya agak sanksi karena struk atm kan tulisannya gampang pudar udah gitu kertasnya tipis dan mudah nyelip jadi saya memutuskan bayar lewat teller bank terdekat aja. di bank saya dapat antrian 159, 21 antrian lagi jadi saya terpaksa nunggu lagi selama kira-kira 40 menit lebih. duhhh seharian penuh nunggu haha..

setelahnya saya bayar di teller sebesar 655rb, dikasi bukti pembayaran dan disuruh bawa nanti pas pengambilan. jam menunjukkan pukul 15.00 dan akhirnya selesai juga… setelah 8 jam penuh mengantri dan menunggu, akhirnya semua selesai.

sekarang saya tinggal nunggu hari pengambilannya saja.

BAB IV: Hari Pengambilan

Part I

Seminggu setelah hari pengurusan, saya sudah berencana datang kembali ke imigrasi untuk mengambil paspor. tapi karena sedang banyak proyek jadi saya mengundurkan waktunya. saya pun kemudian menelpon kantor imigrasi batam dulu, untuk bertanya soal paspor saya. oleh operator kantor saya disarankan untuk mengecek status paspor saya di batam.imigrasi.go.id.

setelah saya cek, ternyata status paspor saya masih Acc Bayar yang berarti  belum selesai padahal sudah memasuki hari kerja kelima (menurut kertas katanya lewat tiga hari kerja udah selesai itu passport). kantor imigrasi bilang kalau e paspor memang teorinya setelah 3-4 hari kerja, tapi bisa menghabiskan seminggu hingga dua minggu untuk cetaknya. tapi kalau memang penasaran datang langsung aja untuk tanya status paspornya.

akhirnya kamis minggu depannya (setelah dua minggu lebih) saya datang ke kantor imigrasi meski status paspor saya masih acc bayar di web. saya datang jam 7, diantar suami sebelum berangkat kerja. pengambilan paspor dimulai jam 10 sam jam 4 sore jadi saya udah siap nunggu lama. eh gataunya pengambilan nomor untuk ambil paspor udah dibuka dari jam 8 kurang sampe jam 12.00. mungkin untuk antisipasi yang antri ambil paspor jadi ga numpuk di jam 10. nah ketika jam 8 kurang, pas saya ambil nomor antrian ternyata nomor saya pun ga keluar dan tulisannya tetep acc bayar, paspor belum selesai. saya kemudian disuruh tanya ke loket.

setelah tanya, saya kemudian disuruh datang lagi hari selasa. kemudian saya nanya lagi ke petugas yang berbeda, dan petugas yang sama nyuruh saya datang hari selasa untuk ketemu kepala bagian apa gitu di kantor imigrasinya. wah saya jadi penasaran kenapa dan kok bisa. saya kira paspor saya ga bermasalah dan emang belum keluar karena cetak e paspor emang lama. rupanya saya sampe harus disuruh ketemu kepala bagian juga. hmmmm.. selain saya ada beberapa ibu2 lain juga paspornya belum selesai karena masalah yang berbeda-beda. yang satu katanya karena materainya palsu jadi disuruh bawa materai yang beli di kantor pos. satu lagi juga disuruh datang selasa tapi gatau kenapa, mungkin karena lima tahun lalu dia pas buat paspor ada yang tanggal lahir dan sidik jarinya sama. aneh-aneh sih problemnya. cuma ini baru pertama terjadi sama saya. kenapa ya?

Part II

di Part II hari pengambilan paspor, terlalu banyak hal aneh yang terjadi jadi saya akan ceritakan satu-satu. pokonya proses pengambilan paspor saya ini benar-benar penuh drama.

Hari selasa, tanggal 25 April 2017 saya akhirnya datang lagi ke Kantor imigrasi pagi-pagi. loket pengambilan baru buka jam 8 tapi di depannya udah banyak orang ngantri. nah begitu pintu dibuka saya langsung ke loket ketemu petugas untuk ngasitau kalo saya dipanggil disuruh datang hari selasa. kertas berisi bukti bayar dan barcode serta keterangan paspor belum selesai (yang distaples jadi satu) saya serahkan semua ke petugas loket. oiya petugas loketnya macem-macem ya, ada anak-anak smk magang tiga orang, petugas IT, sama orang imigrasinya yang asli (mari kita sebut Bapak 1 dn Bapak 2).

nah kertas saya itu saya serahkan sama petugas IT dan oleh petugas IT diserahkan ke bapak 1 (karena bapak 2 belum muncul). setelah saya banyak juga orang-orang yang kena masalah yang sama nyerahin kertas -kertas mereka, tapi alasannya beda-beda. dengan sabar saya menunggu kembalinya kertas saya di depan loket. kemudian bapak 1 mengecek kertas -kertas itu di komputer dan di bukunya lalu menuliskan keterangan tambahan di kertas2 orang2 tersebut, yang disuruh datang kembali jam 3. ketika suasana loket sudah agak sepi saya nanya sama si bapak 1 kertas saya mana. dan ternyata eh ternyata kertas saya ILANG.

ini baru keanehan pertama yang terjadi dan ini masih jam 8 pagi.

selidik punya selidik rupanya bapak 1 salah ngasi kertas saya tadi ke orang lain, seorang ibu2 gitu. jadinya kertas milik si ibu masih ada di loket sementara kertas saya dibawa beliau. saya lemes, apalagi tadinya saya emang udah curiga ngeliat si ibu dikasi kertas yang mirip kek kertas punya saya.  ibu tadi disuruh datang lagi jam 3. sementara saya khawatir banget jadi saya merengek ke bapak 1 untuk minta kepastian mengenai kertas saya. lah si bapak 1 malah bilang

“emang ga punya lagi ya (fotokopiannya)? masa ga punya lagi sih?”

“YA GA PUNYA ATUH PAAAAAK” saya pengen nangis rasanya. nyesel ga motokopi dulu itu bukti pembayaran, tapi lebih kesel sama si bapak yang nyalahin saya. orang dia yang salah kasi dokumen orang… akhirnya doi minta ktp saya terus ngecek status saya di komputer.

“bu, ini katanya surat keterangan kerjanya ga sesuai. makanya paspornya bermasalah.”

“Lah pak? saya kan ibu rumah tangga, saya ga kerja, saya ga pernah ngasi surat keterangan kerja.”

“oh, ga kerja ya?”

sungguh keanehan kedua terjadi dan plis deh ini masih belum jam 9.

akhirnya si bapak ngecek ke dalam terus ngecek2 lagi di komputer dan di bukunya terus bilang sama saya,

“bu nanti datang lagi aja jam stgh 11 ya ketemu kepala bagiannya, bapaknya lagi ga ada jadi nanti ya,”

“bener nih pak bisa?”

“iya nanti diusahain.”

“terus bukti bayar saya gimana atuh pak? bisa diminta ga paspor saya?”

“iya bawa aja itu semua” (dia sambil nunjuk ktp saya).

akhirnya saya duduk di dalam ruangan bersama belasan orang lainnya menunggu jam setengah 11. saya jujur aja kemarin nunggu sambil harap-harap cemas karena saya khawatir bukti bayar yang ga ada, meski bukan karena kesalahan saya, bisa membuat paspor saya jadi ga selesai. tapi saya mikir mau khawatir terus-terusan juga ga mungkin jadi akhirnya saya buka laptop dan ngerjain proyek yang deadlinenya udah deket. alhamdulillah ada rejeki, sekitar dua puluh menit kemudian si ibu tadi balik lagi ke kantor imigrasi dengan muka masam. saya langsung menyambut si ibu dengan suka cita.

ternyata si ibu tadi baru sadar kalau kertas yang dikasih sama petugas salah ketika ia membuka dompet beli bensin, kertasnya jatuh dan ga sengaja dia liat nama saya. untung belum jauh jadi dia bisa balik lagi ke kantor imigrasi.

saya jadi teringat kata ibu saya “Kalo Alloh mau kasi rejeki mah gimanapun pasti bisa..”

akhirnya kertas saya kembali ke saya dan kertas si ibu yang ada di loket kembali ke si ibu. saya kemudian menunggu sampai jam setengah 11 dengan sabar.

jam 10 pengambilan paspor dibuka dan nomor antrian sudah mencapai lebih dari 60. saya saranin yang ambil paspor ambil nomor antrian dari jam 8 deh karena saya itung2 satu orang menghabiskan waktu kira2 2-5 menit setiap namanya dipanggil untuk mengambil paspor. jadi kalo jam 10 baru mulai kebayang nomor 60 kapan kan? pas jam setengah 11 saya maju kembali ke loket untuk bertanya mengenai paspor saya. saya bertanya ke bapak 1 (karena hanya beliau yang ada)

“pak tadi saya disuruh datang kesini setengah 11”

“sama siapa?”

“sama bapaaaakkk ih paaakkk masa lupa sama sayaaaa??? ini tadi saya yang kertasnya bapak salah kasih ke orang lain itu lohhhh” ya ampun baru dua jam udah lupa si bapaknya sama saya. padahal dari tadi saya ga keluar ruangan tuh. saking banyaknya orang disana kali ya.

si bapak 1 kemudian mengecek kertas saya, terus melihat ada tulisan jam 3 yang beliau tulis untuk si ibu tadi.

“jam 3 loh ini tulisannya”

“awalnya jam 3 terus bapak bilang jam 11 karena surat keterangan kerjanya ga sesuai padahal saya ga kerja”

“oh, coba nanti deh ketemu sama bapak 2, tunggu ya nanti beliau keluar”

saya kemudian beringsut ke loket sebelahnya tempat si bapak 2 yang belum muncul. selain saya udah banyak banget yang nungguin bapak 2 muncul. mungkin karena bapak 2 memang spesialisasi ngurus paspor bermasalah.

tak berapa lama bapak 2  muncul dan orang2 tadi langsung rebutan nyerahin kertasnya ke si bapak dan bertanya mengenai masalah pada paspornya. saya sempat agak sulit mau nanya saking penuhnya tapi akhirnya saya bisa juga nanya.

“pak ini saya paspornya bermasalah katanya surat keterangan kerjanya ga sesuai padahal saya ga kerja, nama saya ada pak tuh di daftar”

“oiya saya tau” si bapak lalu mengambil bukti bayar btn saya dan mengembalikan kertas barcode pada saya kemudian membawa kertas2 punya saya dan orang lain untuk di cek ke dalam. lumayan lama itu saya nunggunya, ada kali 30-45 menit. awalnya saya berdiri tapi karena kelamaan akhirnya saya duduk sambil ngerjain proyek. agak ga tenang sih itu, setiap si bapak keluar saya balik lagi ke loket tapi ternyata bukan punya saya yang beliaubahas. beberapa saat kemudian si bapak keluar lagi bawa sebundel map. terus saya langsung siap2 nangkring lagi di depan loket. akhirnya nama saya dipanggil.

“bu, sekarang ibu pulang dulu, nanti ibu datang lagi jam 4 ya langsung ambil paspor.”

“HAH SERIUS PAAK? BENERAAN?”
“iya beneran.”

“alhamdulillah, oke deh pak! eh iya pak, bukti bayar saya gimana?” saya nanya sambil nunjuk lembaran bukti bayar dari BTN yang ada di mejanya. dia langsung menandatangani lembar tersebut, menuliskan jam 4 dan mengembalikannya pada saya. alhamdulillah, untung saya minta itu bukti pembayaran. tenang banget rasanya. saya kemudian pergi ke mega mall sambil menunggu jam 4.

tips: selalu minta kembali bukti bayar yang udah kita kasih kalo paspor belum selesai. karena kalo ga ada bisa repot, apalagi kalo sampe nyelip di kantor imigrasi. secara mereka ngurus ratusan dokumen tiap hari jadi bisa kemana-mana kan itu.

jam 4 saya kembali lagi ke kantor dan langsung ke loket bapak 2, menyerahkan bukti bayar saya. beliau kemudian membawa masuk bukti bayar saya dan punya orang lain. alhamdulillah punya saya jadi beneran, cuma lagi nunggu dicetak.

jam 5 kurang saya akhirnya dipanggil dan paspor saya diserahkan. saya disuruh ttd tanda terima dan buku pengambilan paspor yang ada di loket. tak lupa saya minta kembali paspor lama saya karena tadi saya denger cerita ada ibu-ibu yang ditolak di imigrasi pelabuhan sekupang karena ga ada paspor lamanya. dan ketika dia kembali ke kantor imigrasi untuk meminta paspor lamanya, prosesnya lumayan lama jadinya. lagipula paspor lama saya ada kenang-kenangan visa jepangnya jadi saya pengen banget nyimpen paspornya.

eh pas saya minta si bapak 1 malah bilang “buat dulu surat pernyataan, tanda tangan pake materai isinya identitas, permohonan sama alasan kenapa minta paspor lama.”

ya ampun padahal tadi saya lihat bapak 2 ngasi paspor lama punya orang lain ga pake surat pernyataan segala. lagipula bukannya biasanya paspor lama otomatis dikasi ya?

“sekarang bisa kan pak?’

“cepet ya”

“iya pak iya tunggu ya pak jangan tutup dulu”

akhirnya saya kemudian sambil agak-agak degdegan mengarang indah nulis surat pernyataan di kertas hvs yang dikasi bapak 1. ntah apa isinya saya pun lupa intinya saya minta paspor lama untuk ngurus visa waiver ke jepang supaya bisa jadi pertimbangan pihak kedutaan. alhamdulillah lagi saya punya cadangan materai di dompet jadi surat bisa langsung jadi dalam waktu 5 menit.

setelah itu surat langsung saya kasi ke si bapak dan si bapak langsung ngasi paspor lama saya. kirain bakal diperiksa atau ditanya-tanya atau disuruh buat ulang gitu (kaya pengalaman nulis surat waktu ngurus paspor sebelum ini) tapi alhamdulillah ga masalah sih.

akhirnya paspor saya selesai juga, setelah 21 hari, 3 kunjungan ke kantor imigrasi dan total waktu menunggu 20 jam selama 3 hari tersebut.

masih misteri sih kenapa paspor saya bisa bermasalah karena saya tidak jadi dipertemukan dengan kepala kantor untuk interview tambahan seperti orang-orang lainnya.  tapi saya ga berani nanya juga karena udah kesenangan paspornya bisa jadi hari itu. alhamdulillah..

sebenarnya ngurus paspor itu mudah sih yang bikin bete itu hanya antrinya. kalo persyaratan lengkap ya bisa langsung jadi setelah 3 – 4 hari kerja seperti paspor saya sebelumnya dan paspor suami. cuma ya kadang bisa mandek juga seperti punya saya ini. rejeki-rejekian juga kali ya. yah senengnya sih sekarang saya gampang kalau mau ke singapur atau malaysia hehe.. nanti kalo suami udah fix berangkat ke Jepang, saya rencananya bakal ngurus visa waivernya juga.

oke, sekian dulu cerita saya, sampai bertemu lagi!

Advertisements

5 thoughts on “Pengalaman Mengurus E-Passport di Batam (April 2017)

  1. Ngurus pasport tuh emang melatih kesabaran tingkat tinggi. Kalau bukan gara-gara dia dokumen penting, males da ngurus sambil nunggu berjam-jam.. haha..

    Kamu epic pisan rah, suruh bulak balik kantor imigrasi.. Aku gegara kemaren 2 kali ngurus penggantian yang aku sama yang mamah, udah males balik lagi kesana. Untung berlakunya 5 tahun, semoga aja 5 tahun kedepan sistem nya jauh lebih mudah ga serempong saat ini.

    Jadinya kamu e-pasport ya? aku sempet kepikiran kemaren mau ganti itu juga, tapi berhubung dibandung ga ada dan syaratnya kudu ada si dokumen domisili yang riweuh. Jadi we ga jadi.. haha.. Itu dari fisik nya sama kaya paspor biasa ga rah?

    • Banget de banget, beneran deh kata kamu kalo bukan karena kita perlu mah ogah ngurusnya asli deh. Untungnya ngurusnya sekali dalam 5 tahun. Harusnya sih ngurusnya 10th sekali ya de, ky Jepang. Fufufu.. Iya aku e paspor de jadinya mumpung di batam ada juga kan. Fisiknya sama cuma depannya ada logo kaya kartu sim gt terus sampulnya 2x lebih tebel dr paspor biasa, bagian belakangny ada chipnya. Aku ga berani pake sampul paspor yg lucu2 jadinya takut kenapa2 sama si sampul aslinyah

      • Oh jadi bedanya karena si chipnya.. iya bisi malah aneh2 lagi dipakein sampul mah..

        Nah, ku tak tahu disini sampai kapan,, haha.. iya yah waktu itu suami juga perpanjang disini, dan sehari jadi.. uwoooh.. jauh beda sama di imigrasi bandung.. haha

    • Kalo lima tahun lg kamu msh di amerika, kamu ngurusnya bisa lsg ke konjen atau kedubes de enakny. Lbh gampang krn punya izin tinggal disana. Sehari selesai katanya kalo ngurus paspor di luar negeri. Enak kan haha

  2. Kalo lima tahun lg kamu msh di amerika, kamu ngurusnya bisa lsg ke konjen atau kedubes de enakny. Lbh gampang krn punya izin tinggal disana. Sehari selesai katanya kalo ngurus paspor di luar negeri. Enak kan haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s