kopana oh kopana

Assalamualaikum wr. wb..

dulu saya pernah cerita soal kedatangan marketing regulator kopana tabung gas yang berkedok “Meninjau” atau “Mensurvey dari Pertamina” . saya yang baru pertama kali didatangi waktu itu dengan polos membiarkan orang tersebut masuk, memeriksa tabung gas saya dan akhirnya saya terpaksa membeli regulator kopana seharga 500rb lebih!!!!! cerita yang mengenaskan itu ada di postingan ini.

dan hari ini, orang yang berbeda dari perusahaan yang berbeda mendatangi rumah saya (yang berbeda dari rumah yang waktu itu karena saya baru pindah). awalnya saya kira yang datang adalah tukang pos karena saya lagi nunggu paket dari Bandung. jadi pas belnya dipencet, saya yang lagi ngerjain kerjaan, sibuk nyari nyari kerudung dan jaket.

setelah agak lama, saya baru buka pintu. si orang tersebut udah hampir cabut, tapi balik lagi mendengar saya memanggil.

Orang: “Selamat siang ibu, kami dengan ini ingin meninjau pemakaian tabung gas yang ada di daerah ini”

kata-katanya PERSIS sama dengan yang waktu itu saya dengar, jadi saya langsung sadar kalo abang-abang ini berkedok mau meninjau dan sebenarnya mau jualin regulator itu. langsung kata-katanya saya potong.

Saya: “Saya udah beli mas, tahun lalu, regulator warna merah.”

Orang: “oh,” dengan muka kaget “Surat-suratnya masih lengkap ya bu?”

Saya: “Masih dong mas. saya beli harganya lima ratus ribu.”

Orang: “oh,, ibu beli kapan ya?”

Saya: “Akhir tahun lalu mas.”

Orang: “Berarti sekarang masih nyicil ya?”

Saya: “Oh ngga dong, saya bayar langsung lunas di tempat, 500rb, jadi saya ga bisa ditagih lagi.”

Orang: “Oh..” si mas ini kemudian sok-sokan menanyakan data saya, nama, pakai tabung ukuran apa, dan berapa tabung yang saya pakai. masih bersikeras ingin menawarkan saya, dia kembali mengeluarkan pertanyaan surat surat.

Orang: “Surat-suratnya masih lengkap kan bu?”

Saya: “Masih. saya simpan semua, dalam tasnya yang warna biru, dikasi selang tambahan juga, semua lengkap.”

Orang: “Kalau begitu saya boleh tinjau dulu ya bu, tabung dan regulator serta surat-suratnya.”

saya kaget dan langsung bersikap sangat waspada. sepertinya orang ini pengen banget masuk rumah saya. mungkin karena diliat kondisi rumah saya sepi dan tertutup jadi saya bisa dipaksa beli regulator baru olehnya sambil mengeluarkan jurus jurus marketingnya? dan memang saya lagi sendiri di rumah karena Suami kuliah, jadi saya tidak akan membiarkan orang lain masuk. bahkan semua percakapan ini kami lakukan di pagar, yang lumayan berjarak dari pintu rumah.

Saya: “Ngga mas, ngga boleh meninjau.”

Orang: (masih maksa) “Kenapa bu?”

Saya: “Aduh mas saya lagi banyak kerjaan, sekarang harus kerja lagi nih. udah ya.” pagar langsung saya tutup dan untungnya orang itu dan temannya tidak memaksa saya lebih jauh untuk membiarkan mereka masuk ke rumah. hii ngeri ah. begitu pagar saya tutup, saya langsung lari ke dalam rumah dan menguncinya. sementara kedua orang itu berjalan menuju mangsa lainnya, yaitu tetangga-tetangga saya.

yah setidaknya karena hari minggu jadi para tetangga saya lagi pada ada suaminya semua di rumah, bisa lebih siaga dan saya rasa mereka pun akan lebih segan memaksa-maksa masuk pada rumah yang ada laki-lakinya.

begitulah, sekian cerita saya hari ini. pelajaran yang bisa diambil, hati-hati dan jangan buka pintu pagar sembarangan sama orang ga dikenal. kecuali tukang pos dan tukang pencatat air dan listrik. btw paket saya mana yak kok ga dateng-dateng…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s