Balada rumah

Assalamualaikum wr. Wb..

Halo semua. Setelah lama tidak menulis, kali ini saya sempatkan ingin menulis hal yang baru-baru ini terjadi dalam hidup saya. 

Sesuai judul postingan ini, saya ingin membahas mengenai kepindahan saya dan misua ke rumah baru. 

Jadi begini, sejak nikah agustus 2015 lalu, saya pindah keluar pulau jawa dan ikut suami tinggal di Batam. Kami tinggal di salah satu daerah di Batam yang lokasinya dekat dengan Muka kuning, yaitu daerah industri yang bisa dibilang paling maju di Batam karena mereka yang termasuk paling lama. Kami menempati rumah sewa di sebuah komplek. Rumahnya tidak besar, terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi dan ruang tamu+ruang keluarga. Tapi rumah ini cukup besar bagi kami yang hidup berdua. Sayangnya, rumah ini masih tanpa dapur karena komplek ini tergolong baru jadi rumahnya pun lumayan baru, belum pernah ditempati sama siapapun sebelumnya. Mari kita sebut rumah ini rumah E. 
Ngerasa ada yang aneh ga, kenapa rumah bisa ga ada dapurnya?  Sekedar info ya, mayoritas rumah baru di batam ngga ada dapurnya. Saya pribadi kaget banget pas baru tiba di Batam dan sama suami lagi berburu rumah sewa kemudian dikasitau sama yang punya kalo rumah di Batam emang ga ada dapurnya. Hanya rumah mahal dan yang sudah di renov yang ada dapurnya. Hmm baiklah. 

Singkat cerita setahun pertama menikah Jadilah kami menempati rumah E itu. Lokasinya sebenarnya enak. Kondisi lingkungan pun lumayan nyaman. Kami pun bisa dibilang lumayan betahlah tinggal disana. 

Kekurangannya selain ga ada dapurnya adalah kadang suka banjir lantainya kalo lagi ujan deras. Saya inget banget tuh pertama kali air menggenang di rumah saya sampai kaget. Soalnya ga ada bunyi ga ada apa tiba2 pas injek lantai udah basah semua lantainya. Ampun.. repot deh nyiramin air keluar rumah. 

Selain itu ntah kenapa rumah tersebut belakangan suka dihantui kecoa. Hiih.. mungkin karena saya jarang ngepel ya. Tapi dipel juga tetep aja tuh datang kecoa. Hhh…

Meski kadang suka berair pas ujan deras dan didatangi kecoa, kami masih belum terlalu memikirkan mau betul2 pindah dari rumah itu. Karena sejujurnya saya paling males angkut barang2 pindahan dan saya pinginnya kalo pas pindah langsung sekali aja ke rumah sendiri, ga mau sewa sewa melulu. 

Eh tetiba, mungkin memang sudah jalannya diatur oleh Alloh SWT, sang empunya rumah masang plang ‘DIJUAL’ di depan rumah yang sedang kami sewa. Tentu kami kaget dan lumayan bete, membayangkan kapan aja kami harus siap di’usir’ dari sini. Akhirnya perlahan kami mulai cari rumah lain untuk kami tempati.

Sebetulnya pilihan pertama rumah yang mau kami beli adalah rumah E itu. Alasannya simple, karena ktp kami berdua sudah pakai alamat itu, jadi agak ribet kalo ganti lagi alamatnya. Sayangnya selain karena banjir berkecoa serta belum ada dapurnya, rumah itu juga cicilan bulanannya mahal dan masih panjang alias 14 tahunan lagi. Rugi banget kayanya bagi kami, meski dpnya sebenarnya tidak terlalu mahal. Akhirnya kami berusaha cari rumah lain. 

Pucuk dicinta ulam tiba. Di waktu yang sama, kami ketemu rumah yang harganya lumayan murah. Selain itu, suami pindah bekerja ke tempat lain yang alhamdulillah gajinya cukup untuk bayar cicilan rumah baru. Dan alhamdulillah juga saya dapat pribadi. Jadi dana kami mencukupi dan akhirnya pindahlah kami dari rumah E dan ke rumah baru kami…

Yang sebetulnya masih dalam komplek yang sama cuma beda blok aja. Ehehe..

Setelah urusan ttd dan jual beli selesai (alhamdulillah tidak ada masalah baik dana, penjual, notaris, kelengkapan dokumen smua lancar) Sebelum pindah kami menghabiskan beberapa minggu untuk merenovasi rumah baru. Sebetulnya kami hanya mengecat semua dinding dan mengganti keramik kamar mandi serta menambah lemari dapur karena rumah yang kami beli sudah ditempati sebelumnya dan sudah direnovasi lengkap oleh pak penjual. Tapi ternyata yah renovasi kecil2an pun membutuhkan biaya yang uwow luar biasah hehe.. saya dan suami sampai kaget. 

Begitulah kira2. Lumayan bagus kan? 

Sebelum pindah saya pastikan hal-hal penunjang pekerjaan dipasang, yaitu ac dan internet wireless unlimited hehe.. maklum di rumah lama akses indih*me belum sampai kesana jadi setahun lebih saya dan suami mengandalkan paket data hape dan modem colok. Sekarang sudah ada wifi bahkan telpon rumah rasanya senang sekali ya.. hehe.. 

Begitulah kira-kira balada rumah saya. Kali ini ceritanya sekian dulu ya. 

Salam,

Farah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s