Kisah Raffi dan Perjuangan Anak Kelas 3 SMA

Assalamualaikum wr. wb…

Hellow semua!

kali ini saya akan bercerita sebuah kisah inspiratif (menurut saya) mengenai Raffi.

siapakah Raffi?

jadi begini. Raffi adalah adik saya yang kedua. doi umurnya masih muda, baru menjelang 18 tahun, beda enam tahunlah sama saya. saya dan Raffi sama-sama punya kesamaan: sama2 anak ganjil (saya anak pertama, dia anak ketiga), dan sama2 diklaim berwajah mirip alm Papa.

tahun ini, Raffi mengalami salah satu tahun yang bisa dibilang tahun terberat sebagai pelajar: kelas 3 sma. masa-masa bimbel, banyak TO, ujian sana sini dan pencarian tempat kuliah yang bikin stres dan rambut rontok. rata2 seluruh anak kelas 3 sma seluruh Indonesia mengalami hal yang sama: terlalu capek akibat banyak banget tes hingga jenuh. begitu pula Raffi.

IMGP3622

Raffi dan Saya di Universal Studios Singapore

biar saya ceritakan kisah Raffi mengarungi masa kelas 3 SMA dari awal.

jadi, awal tahun ajaran tahun 2015 lalu, Raffi naik kelas 3. sebelumnya, mama saya sudah sangat bersemangat mendaftarkan Raffi pada bimbel (bimbingan belajar). cuma, karena Bandung punya buanyak banget bimbel (yang beberapa udah pernah dicoba sama Raffi di jenjang2 sebelumnya), sang mama jadi bingung mau ndaftarin Raffi kemana. anaknya si selow aja kemana aja ngikut. Raffi emang gitu tipenya, selow. meski terkenal suka ngebantah, tapi untuk urusan bimbel, dia ngikut.

setelah melakukan riset ala ibu-ibu (baca: tanya sana sini, bandingkan satu dan lain), sang mama akhirnya menemukan salah satu bimbel di Bandung yang disinyalir cocok untuk Raffi. bimbel ini adalah salah satu bimbel yang lulusannya terkenal banyak banget yang berhasil tembus universitas negeri. harganya paketan, lumayan mahal tapi ada kebijakan kembali uang kalau tidak masuk universitas negeri, selama absen kehadiran sang siswa lebih dr 80% kalo ga salah. mari kita sebut bimbel ini bimbel I. menurut sang mama, raffi harus ikut bimbel bersama anak2 yang kompetitif (biasanya berasal dari anak2 sma favorit), agar Raffi kebawa semangat kompetitif dan serius belajar. lingkungan belajar, ngaruh ya? ngaruh kalau menurut mama.

setelah mama yakin, mama memastikan pada si Raffi. Raffi pun, oke oke aja.

akhirnya Raffi mendaftar di bimbel I. dapat kelas campur dengan anak2 sma lain, yang rata2 sma favorit di Bandung. sekedar info, Raffi bukan berasal dari sma favorit di Bandung (kluster 3).

awal-awal kelas 3, Raffi masih merasa selow seperti kelas 1 dan kelas 2. dia masih suka ikut kegiatan pecinta alam di sekolahnya (manjat gunung dan bukit di daerah Bandung). dia juga masih suka bikin film, ikut lomba film dan fotografi. pernah di awal semester dia bolos les gara2 ada kegiatan di sekolah. sang mama begitu tau hal ini tentu saja mengomel. sampe2 menelpon saya di Batam dan adik saya satu lagi di Bojonegoro untuk membantu beliau menceramahi Raffi supaya makin serius.

Raffi tetap saja selow. mungkin dia belum terlalu kerasa feel serius ala anak2 kelas 3 sma. mama makin misuh misuh.

di akhir tahun 2015, pendaftaran universitas swasta sudah mulai buka. sang mama kemudian semangat mendaftarkan Raffi ke salah satu universitas swasta terkemuka di Bandung, Telkom University. Raffi sengaja diikutkan di jalur tes pertama agar tidak terlalu sulit saringan masuknya, karena spot masih benar2 kosong belum terisi. usm pertama di telkom tidak ada tesnya, hanya menilai dari rapor sang peserta dari kelas 1 hingga 2 sma.

disini pun sebetulnya Raffi kesempatannya kecil. kenapa? karena semenjak kelas 1 dan 2, Raffi rankingnya bontot terus. kelima atau keempat dari bawah. meski begitu, Raffi tetap diikutkan oleh sang mama. Raffi yang selow pun setuju. ia memilih Teknik Informatika sebagai jurusannya, karena dia memang tertarik dengan jurusan yang berbau komputer.

pendaftaran selesai. beberapa minggu (atau bulan) kemudian, pengumuman keluar.

Raffi diterima di UTelkom jurusan Teknik Informatika. [REJEKI #1]

alhamdulillah, rejeki pertama. sang mama pun rada tenang, Raffi sudah punya tempat kuliah di kampus swasta yang oke punya.

awal semester dua, sang mama dapat informasi dari temannya soal tempat les khusus matematika yg biasa ngajar anak-anak kelas 3 sma untuk ujian. Raffi pun diikutkan di tempat les itu selama beberapa saat, lagi lagi dia ketemu anak2 sma favorit. saat-saat ini, hasil Try out Raffi di bimbel I lumayan membaik. dia pun jadi makin fokus. mungkin karena sudah semester 2 yah.

sebelum UN, ada pendaftaran SNMPTN, yaitu jalur undangan dari universitas kepada sekolah-sekolah, yang menerima siswa dari seleksi ranking dan nilai rapot sejak kelas 1 hingga kelas 3 semester 1.

Saya pribadi sudah tahu Raffi memiliki kemungkinan sangat kecil untuk diterima via undangan, karena ranking dia dari kelas 1 yang tidak oke. sang mama pun sudah tahu itu. tapi tetap saja sang mama semangat mengingatkan Raffi untuk aktif mendaftar jalur undangan.

hingga tiba pengumuman bahwa ternyata Raffi tidak lolos seleksi internal sekolah untuk ikut jalur undangan. jadi dia tidak diikutkan oleh sekolah untuk ikut jalur snmptn.

disini Raffi udah mulai agak bete. mungkin dia mulai nyesel terlalu santai di kelas 1 dan 2. sang mama tetap menyemangati doi. Raffi pun menjadi semakin serius. dia sangat ingin tembus kuliah melalui ujian tertulis (SBMPTN). dia ingin masuk ITB.

setelah UN, tibalah waktunya fokus untuk ikut SBMPTN sebulan berikutnya. Raffi tadinya mau tetep ikut les matematika. tapi karena agak2 bete akibat diperlakukan setengah hati oleh sang guru les (mungkin karena Raffi bukan dari sma favorit sehingga oleh sang guru tidak dijagokan masuk universitas negeri), raffi keluar dari les tersebut, dan fokus hanya pada Bimbel I.

dia rajin ikut TO, dan hasil TO nya pun OK, sesuai dengan yang dia pelajari. dia diprediksi oleh bimbel I bisa tembus SBMPTN bila tetap stabil nilai TO nya. tapi apapun bisa terjadi pada tes sebenarnya, kan?

saat pendaftaran SBMPTN, dia pilih tiga jurusan: STEI ITB, FMIPA ITB dan Matematika UNPAD.

Hari H SBMPTN yang ditakuti sejak lama akhirnya tiba. Raffi berangkat sendiri. sang mama deg-degan. setelah tes Raffi baru pulang malam ke rumah. rupanya sehabis tes, doi ketiduran di mesjid, agak stres karena ngerasa soalnya susah, beda dengan yang dia pelajari dan dia hanya bisa isi sedikit.

sang mama pasrah. apapun yang terjadi, keterima maupun tidak diterima, itu yang terbaik buat Raffi. kemudian menyemangati Raffi ikut tes ujian mandiri yang lain.

setelah SBMPTN, Raffi ikut beberapa tes ujian mandiri yang lain, yaitu: Simak UI, UTM IPB, UM Undip, STIS, dan SM ITS.

untuk STIS, dia alhamdulillah lolos hingga lewat tahap psikotes.

tak terasa, waktunya hasil SBMPTN diumumkan. seharian sang mama sudah heboh ingin lihat hasil ujiannya. tetapi ketika waktu pengumuman, hasil tidak bisa dilihat karena web terlalu penuh. setelah sejam berusaha masuk, akhirnya ketahuan hasilnya.

Alhamdulillah, Raffi lulus Matematika UNPAD, pilihan ketiga. [REJEKI #2]

IMG-20160628-WA0008.png

sang mama bersorak sorai. rasanya kaya beban di pundak keangkat. Raffi juga senang. meski tidak lolos ke ITB alhamdulillah Raffi berhasil lolos Unpad. saya juga senang banget, sebagai almamater UNPAD. bangga pada Raffi yang berhasil masuk meski merasa kesulitan saat pengerjaan ujian. ini rejeki Raffi yang kedua.

keesokan harinya, pengumuman UTM IPB.

hasilnya: Raffi tidak tembus masuk IPB.

IMG-20160630-WA0000.png

agak aneh, padahal menurut Raffi soal IPB lebih mudah daripada SBMPTN. ya tapi mungkin karena lebih mudah jadi saringan masuknya lebih ketat. ya, memang bukan rejeki dia kuliah di kota hujan.

beberapa hari berikutnya, pengumuman SIMAK UI.

Alhamdulillah, Raffi keterima Sistem Informasi UI, pilihan keduanya. [REJEKI #3]

IMG-20160630-WA0004.png

kali ini kami semua heboh luar biasa. ga nyangka Raffi yang slebor dan slengean bisa lolos ke UI melalui SIMAK yang terkenal sangat ketat. meski kami tahu dia sebenarnya pintar, cuma ga nyangka kalau dia malah mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat berada di bawah tekanan. masa-masa pencarian kuliah dengan berbagai ujian yang penuh tekanan malah membuat Raffi bersinar. rasa bangga melimpah luah, kagum sama Raffi yang bisa keterima di salah satu Universitas Negeri nomor satu Se Indonesia, plus di jurusan yang dia suka banget. kali ini sang mama lebih cerah ceria.

beberapa hari berikutnya, pengumuman UNDIP.

Raffi tidak diterima di UNDIP.

tidak apa-apa, bukan rejeki Raffi diterima di kampus Semarang. Raffi pun tidak kecewa.

karena sudah memastikan akan menempuh pendidikan di UI, di jurusan yang dia suka, Raffi dan sang mama mulai mempersiapkan dokumen untuk registrasi.

beberapa minggu kemudian, tiba pengumuman ITS.

dan Raffi alhamdulillah diterima jadi mahasiswa matematika ITS. [REJEKI #4]

IMG-20160719-WA0002.png

luarrr byasah.

dalam keluarga besar kami, Raffi yang pertama diterima di 3 universitas negeri, satu universitas swasta. sebelumnya saya dan Iqbal, adik saya dan abangnya Raffi juga ikut berbagai tes tapi kami hanya bisa lolos di satu universitas negeri (saya di Unpad, Iqbal di UI) dan satu universitas swasta (saya di Unpar, Iqbal di UTelkom). itupun kami berdua sama2 tidak ikut ujian SBMPTN (yang terkenal sebagai ujian paling sulit dan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara).

alhamdulillah, Raffi bisa lolos di universitas-universitas terbaik se Indonesia. yang menurut saya sangat inspiratif dari Raffi adalah:

  1. Raffi bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya meski ditekan. meski dia udah jenuh dan capek belajar dan ikut tes, sama seperti puluhan ribu anak kelas 3 sma lainnya, dia bisa lulus di berbagai kampus.
  2. Raffi membuktikan bahwa ranking saat sekolah tidak menjamin prestasi saat ujian sebenarnya. perlu diingat, Raffi ini rankingnya dari kelas 1 ranking bontot lho. kelima atau keempat dari bawah. di sekolah pun dia terkenal tukang tidur (eh ini tidak patut ditiru ya) tapi ternyata dia bisa menjadi salah satu dari enam orang di kelasnya yang lolos masuk universitas negeri, mengalahkan teman2nya yang menduduki ranking atas di kelas. jadi bagi pembaca beranking bawah tak perlu putus asa. juga bagi yang ranking atas jangan cepat puas. apapun bisa terjadi saat kelas 3 sma.
  3. Raffi juga membuktikan bahwa tidak perlu berasal dari SMA favorit untuk bisa masuk universitas negeri terkemuka. yang paling penting adalah motivasi diri sendiri agar tetap semangat berusaha. disini menurut saya Raffi sukses mendobrak stereotipe lulusan SMA nya dan dia bisa jadi lulusan yang membanggakan bagi sekolah.
  4. Raffi tetap teguh pada kemampuannya sendiri. sejak dulu, Raffi selalu mengerjakan ujiannya sendiri, meski nilainya tidak terlalu bagus, dia tetap merasa baik-baik saja karena sudah berhasil mengerjakannya dengan kemampuan sendiri tanpa bergotong royong dengan masyarakat lingkungan sekitar (baca: nyontek). ini juga yang membuat Raffi terbiasa saat ujian-ujian masuk universitas, dia terbiasa mengandalkan dirinya sendiri, ia belajar keras hingga dia paham apa yang ia kerjakan dan bisa lolos.
  5. Raffi didukung penuh oleh sang mama. menurut saya, peran keluarga apalagi orang tua yang aktif sangat penting dalam pencarian kuliah. anak mesti dibimbing, karena ini adalah masa kritis yang menentukan masa depannya. bila mama tidak mendaftarkan Raffi di bimbel I, mungkin Raffi tidak terlalu serius belajarnya. dan bila mama tidak semangat mengikutkan Raffi tes SIMAK, Raffi ga akan bisa kuliah di UI. dukungan dan doa ortu sangat penting, meski jurusan tetap si anak yang menentukan. ortu hanya menyediakan fasilitas dan support, menyemangati, mengingatkan dan mendoakan. bagi saya, peran mama kritis banget disini.
  6. yang terakhir dan yang paling penting, Raffi tidak pernah absen beribadah dan berdoa. dia rajin solat dhuha, solat lima waktu di mesjid, rajin puasa sunnah dan mengaji tiap hari. karena apalah artinya usaha kita tanpa ridho Alloh yang maha kuasa……

begitulah kisah Raffi. kami sekeluarga, bahkan Raffinya sendiri, tidak menyangka kalau Raffi bisa lolos diterima di lebih dari satu universitas negeri. postingan ini saya buat untuk menyemangati pembaca, bahwa kalau kita berusaha dan berjuang serta berdoa, insya Alloh rejeki kita dekat. bagi pembaca, terutama yang kelas 3 sma, semangat terus ya..

Alhamdulillah perjuangan yang berat sudah berhasil dilewati, sekarang tinggal perjalanan di dunia baru, dunia perkuliahan.

semangat terus ya dek!

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s