Trip #5 ke Singapura: JLPT N3 Test!

Assalamualaikum wr. wb..

woow sudah lama sekali tidak mengisi blog ini. oke, kali ini saya akan bercerita mengenai trip ke lima saya ke Singapur.

jadi, pada tanggal 3 Juli 2016 kemarin saya pergi (lagi) ke Singapur, untuk menemani suami saya yang akan mengikuti JLPT N3 test. dasar dari perjalanan kali ini ada dalam postingan blog ini,  jadi sebelum menghakimi saya sebagai ‘orang Indonesia norak yang tukang belanja dan ngabisin duit di Singapur mentang-mentang tinggal di Batam‘ ada baiknya membaca dulu postingan mengenai trip-trip Singapur saya sebelumnya fufu.. kenapa saya bilang gini, karena saya agak2 tersentil setelah beberapa kenalan saya menyangka kalau saya suka ngabisin uang (baca: shopping) di negara sebelah. DIH! padahal saya ga akan berangkat kalo ga ada keperluan, dan saya bahkan jarang banget keluar uang selama di Singapur selain buat makan atau buat tiket kereta.

sebetulnya saya ga peduli sih sama pendapat orang, karena saya akui saya mah emang norak, udiq, kampungan dan lain lainnya tapi da lebih norak lagi orang2 yang ga mau ngaku norak padahal tetep heboh kalo liat bola dunianya Universal Studio buahaha..

eniwei, hari Minggu itu, saya dan suami berangkat dari rumah pagi buta abis sahur dan solat subuh, jam setengah 6. rencananya kami mau naik kapal Sindo Ferry jam 6 dari pelabuhan Batam Center. tapi ternyata kami molor berangkat jadi baru berangkat jam setengah 6, dan baru nyampe pelabuhan jam 6.15. setelah memarkirkan motor, saya dan suami check in di Sindo untuk naik kapal yang jam 7.20.

oiya, perlu saya ceritain nih, kenapa saya naik Sindo Ferry. jadi kali ini saya naik Sindo Ferry karena dapat tiket murah, 155rb PP Batam Singapur utk Paspor Indonesia! harga ini lebih murah dari yang saya tahu (Batam Fast 170rb). saya belinya langsung di Anshun Travel, mereka punya beberapa cabang gitu di Batam. saya udah dua kali beli tiket kapal di Anshun Travel Batam Center (tiket yang ga termasuk pajak ya) dan pelayanan mereka lumayan ramah. jadi Anshun Travel saya rekomen deh untuk beli tiket kapal murah.

kembali lagi ke cerita perjalanannya, jadi setelah check in dan bayar pajak sebesar 65rb per orang (per 3 Juli 2016 ya), saya dan suami berlalu. tiba2 kami berdua didekati ibu2 berkerudung (kira-kira seumur ibu saya).

“mba, naik Sindo Ferry juga kan, saya pinjem tiketnya ya untuk bagasi saya, kalo ga saya mesti bayar lagi nih,” saya cuma bisa bengong dan ga sempet merespon ketika si ibu mengambil tiket yang saya pegang lalu berlari ke arah tempat timbang bagasi.

“eh?” dengan masih bengong kemudian saya mengikuti ibu itu. usut punya usut ternyata bagasi sang ibu lebih dari 20kg sehingga dia bisa kena biaya kelebihan beban, akhirnya dia pake tiket saya supaya barang dia bisa lolos. saya sempat nanya bagaimana nanti begitu turun, tapi sang ibu bilang saya tak perlu khawatir karena utk mengeluarkan bagasi di pelabuhan nanti tidak seperti di Bandara yang harus dicek dulu, jadi ga ada masalah.

ketika masuk ke imigrasi, antrian lumayan panjang, meski tidak lama. mungkin karena mau keluar ya. yang lama biasanya yang masuk. saya udah mulai curiga nanti di pelabuhan Singapur, Harbor Front, antrian bakal lebih panjang dari biasa, soalnya biasanya saya ga pernah ngantri sepanjang ini di Batam Center.

jam 7.20 kami berangkat dari Batam Center, dan baru merapat di Harbor Front jam 9.45 (waktu Singapur nambah sejam). ketika turun dari kapal, saya melihat antrian super panjang sesuai dugaan saya, bahkan antrian sudah dimulai dari dermaga, belum masuk kantor imigrasi. saya prediksi akan ngantri sekitar dua jam (karena antri biasanya saja bisa sejam, apalagi sekarang yang jumlahnya dua kali lipat). saat mengantri saya bertemu ibu2 yang tadi meminjam tiket saya, kemudian dia cerita pengalaman dia saat ke singapur tanggal 25 desember lalu, bertepatan dengan hari natal, ngantrinya panjang banget sampe 6 jam! mak. khawatir juga saya, soalnya tes suami jam 2 siang dan jam sudah menunjukkan pukul 10.

untungnya perkiraan saya benar, setelah pengantrian yang lumayan panjang, saya dan suami akhirnya lewat imigrasi, jam 12 kurang. fiuh. selesai mengescan barang via xray, suami tiba-tiba dicegat petugas tepat sebelum kami keluar pintu.

saya shock. ketika menunggu dengan muka khawatir depan pintu, saya disuruh keluar karena di tempat saya berdiri adalah no waiting zone. saya makin shock.

lima menit berikutnya suami keluar dengan muka santai.

“kenapa da kenapa da kenapa da?”

“ngga apa2, dia nanya aja mau ngapain disini.”

“uda bilang mau ngapain?”

“mau test di SMU, uda kasi liat aja test voucher dan test notice nya, soalnya tadi dia minta ada evidence. kayanya uda disangka mau cari kerja soalnya pakaiannya rapi.” jelas suami dengan santai. kata suami, dia udah biasa dicegat tiap di Singapur. biasa, tampang2 orang Indonesia umur tanggung, usia pencari kerja. tapi selama bisa menjelaskan dan menjawab pake bahasa Inggris, insya Alloh aman.

fiuh. syukurlah.

akhirnya kami menuju ke mrt stationnya harbor front. sebelumnya saya dan suami beli ezlink card dulu, semacam suica atau pasmo kalo di Jepang, kalo di Indonesia penggunaannya kaya kartu flash bca atau e money mandiri atau kartu multi trip krl,  supaya mudah ga usah beli2 tiket dulu kemana2 pas naik kereta atau bus. nyesel juga sih saya kenapa baru beli kartu ezlink nya sekarang, padahal udah beberapa kali bolak balik ke singapur.

ez link card harganya 12 SGD, dengan rincian: 5 SGD harga kartu, 7 SGD balance isi kartu. tadinya saya mau top up 3 SGD biar genap 10 SGD balancenya, eh rupanya minimal top up nya 10 SGD. pufftt. karena dana terbatas saya ga jadi top up. tapi di stasiun berikutnya saya tetep top up 10 SGD, untuk menghindari macet2 nantinya.

ezlink kard

kartu Ezlink saya, lucu kan motifnya! pink lagi warnanya haha..

eniwei saya dan suami akhirnya langsung menuju tempat tes di Singapore Management University, Lee Kong Chian School of Business (SMU LKCSB). stasiunnya Bras Basah, jadi dari harbour front kami naik North-east line ke Dhoby Gaut, di Dhoby Gaut naik Circle line ke arah Harbour Front, lalu turun di Bras Basah.

tadinya kami mau mampir ke Mesjid dulu dan toko buku kinokuniya di Bugis Junction, tapi karena waktu tesnya sebentar lagi  jadi kami langsung ke tempat tes. stasiun Bras Basah terkoneksi langsung sama kampus SMU, dan keren banget deh pokonya. kerasa banget hawa kampusnya.

setelah tau lokasi tesnya, saya dan suami mencari prayer room untuk shalat zuhur. setelah berkelana di SMU, ketemu prayer room yang terkunci dan sepertinya hanya bisa dibuka oleh yang punya kartu mahasiswa. ZONK. akhirnya kami memutuskan sholat di waktu ashar di mesjid setelah tes.

IMG_20160703_120102.jpg

bisya keles foto-foto dulu sebelum tes..

 

jam setengah 2 suami masuk ke ruangan tes, saya duduk di luar. syukurnya, SMU ini kampus yang akomodatif banget, banyak tempat duduk dan colokan listrik (untuk colokan jangan lupa bawa colokan internasional ya, colokannya Singapur kan kakinya 3, sama kaya di Batam, tapi tidak sama dengan daerah Indonesia lainnya yang colokan listrik kakinya dua). jadi saya bisa ngerjain proyek terjemahan saya sembari nunggu, meski saya ga bisa konek wifi kampus dan wifi visitor kampus fufu.. kayanya harus daftar dulu biar dapat username dan password. tapi ga dapat internet malah makin fokus, abis ga ada yang bisa dikerjain. makan ga mungkin karena lagi puasa. nonton drama korea juga ga bisa karena file dramanya ketinggalan (hahaha…) akhirnya saya malah jadi produktif. meski begitu tetep pengerjaan proyek saya selingi dengan tidur tidur ayam karena malam sebelumnya cuma tidur 2 jam, kebanyakan baca line webtoon fufufu.

IMG_20160703_143934.jpg

bosannya menungguu…

jam lima kurang suami selesai tes dan kami pergi ke mesjid Abdul Gafoor di dekat Rochor Station. sebetulnya dari SMU bisa naik bus ke mesjidnya, tapi saya ga terlalu pede naik bus, saya lebih suka  naik kereta. jadi akhirnya kami kembali ke stasiun Bras Basah di bawah kampus, lalu naik circle line terus turun di Promenade, kemudian dari promenade naik downtown line turun di Rochor. dari stasiun Rochor tinggal nanya2 orang atau liat peta, mesjidnya udah dekeeeet banget dari situ cuma semenit jalan kaki.

tadinya saya mau foto2 di mesjid yang katanya interior luarnya ala ala arab itu. tapi ternyata! ternyata! mesjidnya penuhhh dengan lelaki beretnis india – pakistan – bangladesh yang sedang sibuk menyiapkan menu berbuka puasa. saya jadi agak2 terintimidasi saking banyaknya laki-laki disana. perempuannya ga ada sama sekali bo. untung ada suami.

saya dan suami kemudian berpisah untuk sholat. di bagian mesjid khusus perempuan ternyata ada juga perempuannya (ye iyelah). ada ibu2 orang Indonesia juga cuma saya ga sempet ngobrol, karena tau sebentar lagi waktu berbuka jadi saya dan suami menyegerakan keluar sebelum masjid makin penuh.

yaaah ga sempet foto2 deeeh…

dari mesjid kami ke bugis junction, ke kinokuniya untuk melihat-lihat buku tes bahasa jepang level selanjutnya yang rencananya akan diikuti suami setelah ini. kami sukses menemukan buku yang harganya sesuai kantong (tapi tetep mahal banget bree dua kali lipat harga di Jepang, ini ga ada diskonnya apa ya………...)

dari bugis kami kembali ke harbor front untuk check in kapal. dapat ferry jam 20.45, sementara waktu check in baru jam 19.00. akhirnya kami berbuka dulu, makan di MCD, yang paling murah meriah dan buanyak.

oiya ngantri MCD di Harbor front ini agak2 tricky. saya pernah beberapa kali ngantri di tempat yang salah, saya kira itu antrian orang beli rupanya antrian orang ambil pesanan. zzzz…

kami membeli dua set value meal 5SGD , isinya burger mc chicken, regular fries dan cola, yang alhamdulillah luar biasa Allohuakbar bisa diganti air mineral.

setelah makan kami masuk ke imigrasi, ngantrinya ga lama dan cepat jalannya. jam 20.30 kapal boarding dn berangkat sesuai jadwal. sampai di Batam Center, keluar jam 21.00. bayar parkir motor di pelabuhan 7.500. emang lebih untung naik motor sendiri daripada naik taksi, fufufu..

begitulah perjalanan kelima saya di Singapur. serunya, setiap perjalanan kesana selalu ada hal-hal yang baru yang bisa saya ceritakan. highlight perjalanan kali ini tentu saja pengalaman suami tes JLPT di Singapur, yang katanya jauh lebih menyenangkan daripada di Jakarta (dan lebih murah juga, di Batam ga ada soalnya jadi kalo tes mesti ke Medan atau Jakarta). yah mudah2an hasil tesnya oke. amiiiiiiinn…

 

oke deh sampai bertemu di postingan berikutnya!

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Trip #5 ke Singapura: JLPT N3 Test!

  1. Mbak farah fitriani gimana cara daftar Test JLPT N3 di singapura??
    Soalnya saya juga rencana bulan juli tahun 2017 klo di indonesia gak ada JLPT lg kaya tahun kemaren,, saya rencana tes N2 disana,, by Akmad / tolong bales ke email sy ya…. akmadroyani22@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s