Cerita Proses pengurusan KTP dan KK di Batam (April – Mei 2016)

Assalamualaikum wr. wb..

kali ini saya akan cerita mengenai proses pengurusan KTP dan KK saya di Batam yang penuh drama, tapi bukan dari sisi lembaga pemerintahan, karena di semua kantor pemerintahan yang saya datangi, petugasnya alhamdulillah ramah2. drama cerita saya malah dari tukang potokopi dan cuaca batam. ckckck.

sebetulnya, kami (saya dan suami) tidak ada rencana untuk membuat KTP dan KK Batam. rencana awalnya, suami ikut membuat KTP di Bandung, di alamat rumah keluarga saya. tapi karena jarak, KTP baru kami berdua belum sempat diurus.

akan tetapi, karena KTP kami berdua masih KTP lama (non-elektronik) dan kami belum punya kartu keluarga bersama meski sudah menikah 8 bulan, akhirnya suami memutuskan untuk membuat ktp dan kk di Batam saja. agak ga enak juga sih, sudah menikah tapi tulisan di KTP masih ‘belum menikah’. sudah gitu, bukti nikahan kami satu2nya cuma buku nikah. jadi akhirnya kemarin kami memutuskan untuk mengurus KTP di Batam saja, sekaligus membuat KK kami sebagai keluarga. apa sajakah persyaratan yang dibutuhkan? siapkan semua di bawah ini.

  1. Surat Pindah dari kota asal 
  2. Surat Pengantar RT RW untuk membuat KTP dan KK
  3. Fotokopi KK lama
  4. Fotokopi KTP lama
  5. Fotokopi ijazah terakhir
  6. Fotokopi akta kelahiran
  7. Fotokopi buku nikah
  8. foto 2×3 berwarna 3 lembar, latar merah untuk kelahiran tahun ganjil, latar biru untuk kelahiran tahun genap.

jangan lupa semua persyaratan di kopi minimal 5 kali, daripada bolak balik, kecuali foto. sudah gitu, kalau bisa bawa juga yang aslinya. kecuali KK dan KTP, karena KTP kan ditarik oleh kota lama saat mengurus surat pindah.

surat pindah ini yang agak lama mengurusnya, karena harus diurusin di kota asal. saya dan suami sama2 minta tolong keluarga di kampung untuk mengurusi surat ini, karena sulit bagi kami apabila harus pulang hanya untuk mengurus surat ini. surat pindah suami di Tebing Tinggi, sumatera utara, gampang banget diurusnya. hari ini suami minta tolong sama keluarganya disana untuk urusin, besoknya sudah selesai.

giliran surat pindah saya yang ngurusnya di Bandung, saya minta tolong sama orang di lingkungan rumah yang biasa ngurus administrasi ke institusi. mak ternyata lama sekali… pertama saya harus kirim KTP asli saya dulu karena harus ditarik sama disduk Bandung (sedih.. bye bye ktp bandungku :”””( hueeee ) kemudian bawa surat pengantar rt rw ke lurah, kecamatan, baru ke disduk, yang ternyata perlu seminggu lebih sampai suratnya selesai. meh. sebenarnya bagus juga sih, sekarang pengurusan administrasi di Bandung sudah bersih (yang berarti saya kemahalan bayar si orang untuk mengurusi karena toh sekarang sudah tidak ada bayar2an di administrasi Bandung).

eniwei pas menunggu surat saya datang, sebetulnya agak deg2an, karena surat Pindah itu hanya berlaku 30 hari saja. surat pindah suami yang sudah lama selesai jadi terpaksa teronggok menunggu dan waktunya sudah sebentar lagi menuju hari ketigapuluh. ga kebayang repotnya bila ketika surat saya dari Bandung selesai, eh surat pindahnya suami yang abis masa berlakunya. MEH.

alhamdulillah, surat saya sampai tanggal 15 April 2016, seminggu sebelum berakhirnya masa berlaku surat suami. langsunglah saya dan suami berangkat ke disduk hari seninnya.

Kantor Disduk Sekupang Batam

Kantor Disduk Sekupang Batam

di hari seninnya tanggal 18 April 2016, saya dan suami berangkat ke Kantor Disduk Batam di Sekupang, yang letaknya sekitar 45 menit dari rumah saya. kami sampai disana pagi jam 8, keadaan sudah ramai. karena bingung mau ngapain dulu, bertanyalah kami ke tukang fotokopi (karena tukang fotokopi yang biasanya paling paham). tukang potokopi menyuruh kami membeli map kuning, dua map (satunya lima ribu) karena kami berdua, kemudian kami disuruh memasukkan surat pindah kami (2 lembar) plus surat keterangan RT RW ke masing-masing map, lalu ngantri di dalam ruangan.

di ruangan tersebut kami mengambil nomor antrian B lalu mengantri. alhamdulillah antriannya cepat (ga seperti antri paspor yang nujubile ramenya), eh taunya pas udah di konter, ibunya bilang kami harus isi formulir dulu (formulirnya ambil di bapak2 petugas di meja depan pintu ruangan) lalu fotokopi rangkap 1.

siaul, kenapa tadi ga nanya dulu dah sama si bapak2, main percaya aja ama tukang potokopi.

map kuning 5 ribuan

map kuning 5 ribuan

setelah mengisi formulir itu kami lalu memfotokopi surat pindah, formulir dan surat keterangan rt rw lalu kembali ke ruangan ke tempat ibu2 petugas. ih ibu petugasnya luar biasa baik… kami dikasi penjelasan untuk menyatukan diri dalam satu keluarga di kelurahan, dan surat datang dari disduknya akan jadi setelah seminggu (karena disduk batam harus mengirim surat balasan dulu ke disduk kampung kami untuk agar disduk kampung mencabut data kami disana), ga kurang atau ga lebih. baik banget, murah senyum. sudah itu di ruangan mengantri ada ac nya dan tempat duduk, jadi adem. ada juga tv yang memutar tom and jerry.

suasana kantor disduk, adem, serasa di Bank, antriannya cepet juga

suasana kantor disduk, adem, serasa di Bank, antriannya cepet juga

setelah itu, sang ibu memberikan dokumen rangkap kepada kami yang distempel (25 april 2016).

seminggu kemudian tanggal 25 april 2016, saya dan suami datang lagi jam 8 pagi di disduk. kali ini kami langsung masuk ruangan untuk mengambil nomor antrian C, khusus pengambilan surat yang sudah selesai. setelah menunggu sejam (gatau kenapa lama beneeeer cuma ngambil doang padahal, gegara antrian sempet lama berhenti), nomor antrian kami akhirnya dipanggil dan kami mendapat surat datang kami. langsunglah kami berangkat ke kelurahan tempat kami tinggal di Batam, yaitu kelurahan Mangsang. jeng jeng jeng jeng…

di perjalanan kami kehujanan jadi kami pulang dulu ke rumah ganti baju. eh pas mau berangkat ke kelurahan, hujan malah deras jadi kami berteduh lagi. karena waktu sudah jam setengah 11, kami nekat menerobos hujan yang tinggal rintik. sampailah kami di kelurahan mangsang. ternyata kelurahannya sepi banget, mungkin karena sedang hujan juga. saya lalu memberikan dokumen yang dikasi disduk.

ibu petugas : ‘persyaratan lainnya di lengkapi dulu ya, lihat disana’ sambil menunjuk papan. saya melongo. oiya ya persyaratannya kurang. pas saya lihat papan, rata2 persyaratannya kami sudah pegang kecuali fotokopi buku nikah dan pas foto saya yang berlatar biru. pergilah suami mengantar saya ke  pasfoto + fotokopian dekat kantor kelurahan sambil menerobos hujan (lagi….) dan akhirnya saya foto dengan kondisi jilbab basah. meh.

persyaratan di papan (yang saya lengkapi yang warna merah)

persyaratan di papan (yang saya lengkapi yang warna merah)

setelah mengumpulkan semua persyaratan, kami kembali dan si ibu memeriksa file kami, kemudian memberikan tiga lembar formulir untuk difotokopi masing2 satu, kemudian aslinya dikembalikan dan fotokopinya diisi. MEH. kenapa ga sekalian tadi ya bu..

eniwei kami akhirnya memfotokopi formulir tersebut banyak2 (untuk jadi cadangan) di fotokopian  depan kantor kelurahan dan akhirnya mengisi ketiga formulir itu dengan drama (ada contohnya di dinding kantor kelurahan).

setelah mengisi kesemua formulir, kami kembali ke konter, dan kali ini dilayani oleh mba mba yang masih muda. si mba mba itu meminta kami memfotokopi satu rangkap semua persyaratan itu dan menyatukan map kami (jadi data kami jadi satu). lagi2 ke tempat fotokopi. pas ke tempat fotokopi depan kantor kelurahan, lagi2 hujan rintik. MEH. di tempat fotokopi kami bertemu ibu2 fotokopi (yang menggantikan bapak2 fotokopi yang ramah sebelumnya).

saya: ‘bu kami mau fotokopi ya.. dua kali’

ibu2 fotokopi (acuh sambil maen hape) : ‘ya. kalau basah ga bisa ya,’

suami lalu menyerahkan dokumen yang sudah kami isi, yang terkena setitik air hujan rintik.

ibu2 fotokopi (ngambek) : ‘itu BASAH! GA BISA KALAU BASAH! KAN SAYA SUDAH BILANG!’ sambil tetap main hape.

saya: ‘oh ga bisa ya bu? bener2 ga bisa ya?’ suami yang udah kesel lalu memasukkan semua berkas ke dalam ransel.

ibu2 fotokopi : ‘YA GA BISALAH MBA ITU KAN BERKAS! MASA BERKAS BASAH? BLABLABLABLABLA~’

saya, yang sudah muak dengan ibu2 ini, berkata sama suami : ‘hokano tokoro ni ikou!’ (ayo kita ke tempat lain!)

suami: ‘ikou!’ (ayo!)

dan ibu2 itu mendengar saya ngobrol sama suami dengan bahasa lain malah makin ngoceh. saya dan suami cuma melenggang. malas melayani drama ala ibu2 fotokopian di siang hari penuh hujan begini. akhirnya saya dan suami, naik motor lagi, hujan2an lagi, pergi ke tempat pasfoto dan fotokopian sebelumnya, dan si abang2 mau memfotokopi berkas kami tanpa ada komplen kebasahan (orang memang ga basah.. lebay banget dah ibu2 tadi, mentang2 lokasinya di depan kantor kelurahan, sok bener…)

eh taunya pas motokopi si abang2 bilang ‘mba ini nanti dokumennya susun sendiri ya, soalnya tadi staplesnya ditengah, jadi saya buka. tau kan urutannya?’

saenake dewe. tiba2 saya jadi kangen fotokopian dipati ukur bandung yang sagala bisa sagala okeh sagala enggal (cepat). memang fotokopian di daerah saya di Batam ini belum ada yang okeh…

akhirnya kami menyusun sendiri dokumen yang sudah difotokopikan. yaelah,, jadi makin lama.

jam 12.10 kami baru selesai fotokopi, buru2 kembali ke kelurahan mangsang dan tiba tepat sebelum pintu ditutup karena istirahat. alhamdulillah banget, si mbak2 yang melayani sangat baik hati, masih mau melayani. dia cuma agak komplen ‘kok lama sih mba,, udah jam istirahat lho..’

saya: ‘iya mba maaf banget, tadi fotokopian depan ga mau motokopiin punya kami..’

ibu2 kelurahan lainnya: ‘oh iya, mereka emang suka tutup kalau udah mau istirahat..’

zzz pantesan. eniwei Alhamdulillaaahnya meski udah jam istirahat dokumen kami masih diurusin sama si mba mba kelurahannya. kurang dari 10 menit dia selesai mengecap semua, kemudian dokumen aslinya diserahkan kembali pada kami, untuk dibawa ke kecamatan Sei Beduk. sementara yang fotokopian dia yang pegang (disimpan di kelurahan). karena lagi jam istirahat jadi kami pulang dulu untuk makan.

jam setengah 2 kami berangkat ke kantor kecamatan Sungai Beduk yang letaknya di dekat Bagan. kantor kecamatan sudah buka, dan Alhamdulillah ruangannya ademm benerr… kaya di Bank gitu deh rasanya. disana ga boleh pakai celana pendek tapi boleh pakai sendal.

kantor kecamatan Sungai Beduk, Paten!

kantor kecamatan Sungai Beduk, Paten!

suami kemudian menaruh dokumen kami di bagian ‘Pembuatan KTP dan KK’.  persyaratan tidak ada lagi yg harus ditambah karena sudah kami lengkapi semua di kelurahan. paling kami hanya disuruh memfotokopi sekali lagi formulir yang kami isi di kelurahan, untung fotokopian ada di dalam kecamatan. di fotokopian itu juga kami disuruh beli map lagi, warna biru kalau ga salah. setelah itu kami kembali ke ruangan dan memberikan dokumen yang sudah dikopi dalam map biru ke mba2 yang sama.

setelah menunggu kira2 30 menit, suami dipanggil untuk verifikasi data, data apa saja yang berubah selain status menjadi kawin. saya pun berubah bukan lagi pelajar tapi mengurus rumah tangga.

setelah itu map diserahkan pada kami untuk ditaruh di meja rekam data (yang masih dalam satu ruangan). setelah menunggu kira2 30 menit lagi (kurang orang jadi petugas rekamnya agak lama karena mengerjakan kerjaan lain), akhirnya suami dipanggil untuk foto, scan retina mata, scan sidik jari 10, scan tanda tangan.

setelah suami akhirnya giliran saya.

setelah selesai, suami dikasi fotokopian berkas berisi cap kapan tanggal pengambilan, yaitu tanggal 3 Mei 2016 (8 hari setelahnya).

tanggal 3 Mei 2016, pagi jam 8, saya dan suami sampai di kecamatan untuk mengambil KTP dan KK kami. eeeeeh rupanya belum jadi. mba2nya minta maaf sama suami dan bilang akan sms kalau sudah jadi. rupanya belum nyampe dari disduk. ya sudah akhirnya saya dan suami pulang lagi.

keesokan harinya tanggal 4 Mei 2016, suami disms oleh kecamatan lalu memberitahu saya. saya  kemudian pergi ke kecamatan diantar adik ipar. lumayan lama nunggunya, 45 menitan, tapi alhamdulillah semua selesai. tak lupa sebelum pulang saya disuruh fotokopi dulu kk dan ktpnya sekali karena kknya belum di cap. setelah di cap, barulah kami pulang.

dan sekarang saya dan suami resmi menjadi warga kota Batam dengan eKTP seumur hidup kami. behehe…

sebetulnya saya masih ga nyangka bakal resmi memindahkan KTP jadi warga Batam. soalnya saya sampai saat ini masih merasa kalau saya orang Bandung, hehe… cuma karena saat ini sedang berdomisili di Batam, dan belum punya KTP elektronik serta KK, akhirnya memutuskan pindah deh. kedepannya belum tau akan tinggal dimana, yah kemanapun rejeki membawa ya.. kalau memang keluar Batam, KTP dan KK akan diurus lagi perpindahannya. nomor NIK nya masih sama kok.

syukur Alhamdulillah, ngurusnya sih ga ribet ya. semua petugas pns di kantor pemerintahan yang kami temui baik-baik dan ramah – ramah. mulai dari disduk, kelurahan dan kecamatan alhamdulillah semuanya ramah. ga seperti yang saya kira dan stereotype yang bilang kalau petugas pns ga ramah, alhamdulillah disini semuanya sih ramah. agak ribet di bagian fotokopi dan isi formnya aja sih, tapi kalau dijalani semuanya dan diikuti persyaratannya, ga ribet kok.

btw saya kemarin isi form golongan darah dan nomor paspor, tapi tetep ga diisi di KTP dan KK baru. heuheu,, rupanya kalau saya ga bilang sama petugasnya, data yang itupun berubah, ga dirubah tho. ngapain kemarin isi form lengkap2 ya kalau emang masih pake data yang lama ya…

ah tapi gapapalah, yang penting smua sudah jadi dan alhamdulillah tidak ribet 😀 biaya pun ga keluar banyak, paling cuma motokopi doang sama beli map. sempet sih tadinya mau pake jasa calo, bayar kira2 sejuta lima ratus berdua. untungnya suami keukeuh mau ngurus sendiri, lumayan kan ga usah bayar mahal… hohoho

 

Advertisements

7 thoughts on “Cerita Proses pengurusan KTP dan KK di Batam (April – Mei 2016)

  1. Hai kak farah.. mau tanya ni kebetulan sama pengalamannya.. ngomong2 berapa sih biaya bikin surat pindah d bandung kalo kita nyuruh org?

  2. Oh gitu ya.oya nanya sekali lg ya, wktu d disduk d mintain foto copy ktp ga selain surat pindah dan surat pengantar.. terima kasih ☺

  3. Adakah yang bisa membantu saya buat e_ktp tembak seumur hidup untuk melanjutkan masuk sekolah,soalnya saya udah merekam bulan 2 di kantor camat batam kota sampai sekarang masih belum keluar.tolong info nya

    hub:081374433477

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s