Ketukan Door To Door dan Regulator Kopana bikin Ngenes

Sebagai seorang istri rumah tangga yang hanya keluar rumah kalau ada panggilan ngajar, saya menghabiskan banyak waktu saya berdiam di rumah. pertanyaannya, apakah kerjaan saya di rumah?

housewife-all-trades-washing-cleaning-illustration-34759305

sumber gambar

  1. Mengerjakan terjemahan

bila sedang ada proyek terjemahan, prioritas kerjaan saya di rumah pastinya adalah mengerjakan terjemahan. biasanya saya tahan seharian di depan komputer mengerjakan terjemahan agar dapat menyelesaikan suatu proyek jauh sebelum deadline.

2. nonton youtube di hape

hal ini biasa saya lakukan kalau lagi tidak ada terjemahan dan kuota internet saya di hape masih ada. daaan hari ini saya sukses menghabiskan kuota di hape karena kebanyakan streaming youtube. huft.

3. bebersih rumah

sebagai seorang istri yang baik (pret) saya berusaha untuk selalu membuat rumah dalam keadaan rapi (setidaknya ‘rapi’ menurut saya). biasanya saya nyapu nyapu ngepel ngepel nyuci piring, udah.

4. nyiapin bahan ajar

kalau siang dan sore ada jadwal ngajar, di pagi hari saya juga pasti nyiapin bahan ajar dulu. karena, ga enak kalau datang ke tempat ajar tanpa persiapan.

5. nonton tivi

enaknya sih channel tivi di rumah lengkap, mau nonton apa aja ada. cuma karena suasana kamar yang panas jadi agak agak males nonton tipi akhir-akhir ini.

6. menjawab pintu yang diketuk.

oke, hal ini sangat random, tapi semenjak tinggal di Batam saya jadi merasakan seringnya pintu diketuk oleh orang asing. heuftness… mungkin karena rumah di Bandung berada dalam komplek yang tidak bebas dimasuki semua orang, sehingga saya jarang sekali melihat penampakan sales (bahkan tukang jualan keliling) sementara rumah saya di Batam berada di komplek yang bebass dimasuki semua orang, jadi setiap minggu adaaa aja yang ngetok-ngetok di siang hari. siapa sajakah?

  1. tukang pos

sebetulnya alamat pengiriman surat saya masih saya cantumkan alamat kakak ipar, tapi kadang-kadang ada juga surat yang sampai ke rumah saya disini. biasanya sih tagihan indovis*on, atau kiriman barang dari mamake di bandung (love you emak :*). untuk tagihan, kalo pas lagi tidak ada orang di rumah, biasanya tukang posnya nyelipin langsung di bawah pintu.

2. minta sumbangan

selama disini kayanya udah dua tiga kali kedatangan tukang minta sumbangan. pernah oleh ibu-ibu, pernah oleh bapak-bapak. hari ini saya kedatangan mas mas berusia tanggung menggunakan peci dan baju panjang gitu untuk memberi tiga stiker. kata dia ‘bayar seikhlasnya aja..”

160407-112439

ini stiker yang dijual.. maaf fotonya kurang okeh

3. Orang komplek.

pengetuk yang sering mengetuk biasanya adalah orang komplek, yang menyebarkan undangan acara (dan saya jarang ikut, biasanya suami aja yang ikut ehehe).

4. Sales

pengetuk door to door paling uwow yang pernah saya hadapi adalah minggu lalu. alkisah saat lagi enak2 tidur siang, tetiba rumah diketok. saat pintu dibuka, berdirilah mas -mas dengan baju coklat ala pns dan name tag.

mas mas (M): ‘Permisi bu saya dari Kopana pertamina (sambil ngacungin name tag) sedang mengadakan pendataan mengenai tabung gasnya, boleh lihat?’

saya (s): ‘oh iya boleh boleh’.

karena dia bilang dari pertamina maka saya ga berpikiran apa2, saya berasumsi itu pendataan beneran. kemudian si mas mas masuk dan mengecek tabung gas saya. sekedar info, tabung gas yang saya pakai masih yang melon. lalu ia mulai nyerocos.

M: “begini bu, saya cuma mau ngecek apakah tabung gas ibu sudah kadaluwarsa atau belum, kalau sudah lewat dari tanggal jangan diambil ya bu,’ katanya sambil menunjukkan tulisan putih di dekat mulut tabung. saya hooh hooh aja. dan penjelasannya berlangsung bla bla bla sampai ketika dia menjelaskan mengenai kecelakaan tabung gas di bengkong.

M: ‘…. iya bu , karena kemarin sudah ada kecelakaan di Bengkong, ada yang meledak, kan kasihan, jadi kami mau ngasihtau sama ibu mengenai regulator yang aman.’ ujarnya sambil berusaha mencopot regulator biru saya yang sudah terpasang di botol gas.

M: “eh woy gimana sih ini cara nyopotnya?” kata si Mas mas kepada temannya yang lain yang masuk juga ke rumah saya (jadi total ada tiga orang).

M2: ‘ya ga taulah’ jawab temannya sambil ketawa. saya udah mulai curiga, katanya doi dari pertamina mau pendataan tabung, masa nyabut regulator doang ga ngerti.

M: ‘ini gimana ya bu, ngelepasnya?” tanya si Mas mas pada saya.

S: ‘mana saya tau pak. itu juga yang masang suami saya. jangan sembarangan pak nyopotnya, ntar meledak.’ jawab saya sambil ngumpet di balik kulkas, sesekali mengintip si mas mas yang melepas regulator biru saya dengan kasar, kelihatan ga pernah berurusan dengan tabung gas.

M: ‘untuk mencegah terjadinya kecelakaan, akan lebih baik kalau regulatornya diganti.’ kemudian doi mengeluarkan regulator merah dari tasnya, dan di kepala saya seakan-akan ada lampu yang nyala.

S: ‘OOOOH mas masnya mau jualan regulator rupanya!’ saya berkata, siap2 pasang badan untuk menolak.

M2 & M: ‘bukan! ini bukan jualan,bisa beli sendiri di spbu.’

ooh. jadi saya nyantai lagi. abis itu dia tanya saya punya KTP batam atau tidak, saya bilang tidak, sedang diurus. dia nanya suami punya atau tidak, jawabannya tidak juga karena masih sama2 diurus. tapi dia ga kehilangan akal.

M: “iya bu, jadi harga regulatornya 450rb, ini sudah disubsidi untuk yang KTP Batam’

S: ‘saya bukan KTP Batam pak’

M: ‘iya bu tidak apa2, untuk ibu.’

S: ‘yaudah nanti saya beli di SPBU aja.’

M: ‘di SPBU harganya 850 rb, ibu bisa beli disini, sama kami, bisa nyicil 3 kali. kapan cicilannya di bayar, terserah ibu. tetangga ibu di sudut juga sudah pakai.’

ternyata mas mas ini beneran jualan……………………………ngok. dah ga bisa mundur dah saya.

kemudian dia mulai mencatat identitas saya dan suami di sebuah kartu.

M: ‘Jadi mau bayar cicilannya tanggal berapa bu?’

S: ‘bentar mas, saya telpon suami dulu.’

akhirnya saya telpon suami, awalnya suami bilang ga usah, tapi setelah suami ngobrol panjang lebar dengan si M, penolakan suami jadi berkurang dan akhirnya menyerahkan pilihan pada saya. karena saya agak takut tabung meledak, jadi akhirnya saya memutuskan membeli….. suami pun mengiyakan.

pas mau ttd kartu pembelian, saya iseng ngecek kopana regulator di internet. rupanya udah banyak kasus yang dipaksa beli begini.. aih aih aih. saya jadi nyesel. mau mundur, agak sulit karena saya ngerasa terintimidasi sama M yang langsung menyodorkan kartu dan pulpen untuk ditandatangani.

pada akhirnya saya pikir, yah sudahlah, toh regulator yang lama bisa buat jualan martabak dan pisang keju, jadi ga perlu beli lagi. awalnya saya mau nyicil, minta ditagih ke rumah tiap bulan tanggal 30, tapi karena saya ga suka menghutang dan perasaan ngutang kemudian dikejarkejar debt collecter, saya jadi melunasi regulator merah super mahal luar biasa itu.

8415276_1_644x461_regulator-gas-kopana-twin-lock-selang-lpg-sepiral-jakarta-barat.jpg

total saya bayar: 459.000 + 69.000 (ntah duit apaan ini tiba2 muncul) = 528.000.

MEH.

karena awalnya saya nyicil, jadi ketika saya bayar cash, saya minta si mas masnya menulis semua tanda ‘cash’ di setiap lembaran kuitansi yang ia pegang, untuk menghindari penagih cicilan datang ke rumah saya (hiiii). saya bahkan sempat mengambil video dia yang menyatakan kalau saya sudah membayar lunas, biar jadi bukti pas nantinya saya ditagih lagi. hehe.. tindakan kehati-hatian yang lumayan lahh.. abis malas banget ngebayangin nanti ditagih lagi terus dipikir masih ngutang. kan tau sendiri debt collector itu terkenal menjengkelkan.

sebetulnya kalau dipikir hingga sekarang rasanya ngenes banget bayar regulator SNI semahal itu, padahal punya saya sebelumnya yang warna biru itu (yang dicopot dengan paksa oleh si Mas mas sales yang gatau apa apa soal memasang regulator kecuali yang dia jual), itu harganya cuma 100an, dan sama2 SNI serta sama2 OK. seandainya perlu untuk jualan pun ga usah beli yang 500an juga heuheuheu. saya juga ngerasa kesel banget udah gampang ditepu tepu dan ditakutin. mestinya saya bisa lebih tegas menolak dan ga usah menciut nyali dan merasa terintimidasi sama sales ya… heuheuheu.

tapi setelah dipikir ulang, yah sudahlah. namanya juga orang bekerja. toh regulatornya berkualitas juga, meski kemahalan banget. ikhlaskan aja…

begitulah cerita saya. ada cerita didatangi sales yang unik? share yaa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s