Mitos mengenai Batam

Assalamualaikum wr. wb…

Helow kawans! kembali lagi bersama saya, Farah, di postingan blog terbaru ini.

pada postingan kali ini saya ingin membahas beberapa mitos mengenai Batam dan kebenarannya menurut pandangan dan penilaian saya yang sudah baru tinggal disini selama 8 bulan. ahey. (bagi yang penasaran sama perbandingan kerja di batam atau jakarta mana yang lebih enak, baca postingan ini)

sebelum saya datang ke Batam, saya telah mendengar beberapa mitos mengenai Batam. ada yang benar, ada yang tidak. apa sajakah mitos tersebut? mari kita kupas!

765608_01140206022015_wisatawan_di_batam

sumber gambar disini

MITOS PERTAMA: CARI KERJA DI BATAM MUDAH

dikarenakan banyaknya jumlah perusahaan asing (disini sebutannya PT) yang melebarkan sayap di Batam, Batam dibilang sebagai salah satu daerah yang akan menyenangkan hati pencari kerja, karena disini banyak perusahaan dan banyak lowongan. benarkah?

Mamamia, jangan cepat percaya.

dari beberapa berita yang saya ketahui, sebetulnya Batam sedang agak krisis karena banyak perusahaan asing tutup. ada yang tutup karena emang bangkrut usahanya, ada juga yang tutup karena kondisi investasi disini ga enak (rupiah yang naik turun lah, peraturan perundangan yang menyulitkan lah). ada juga yang tutup karena keseringan didemo buruh (biasa, buruh tiap tahun ada kali 3 demo, minta naik gaji abis itu sweeping buruh, kemudian banyak PT jadi tertunda operasinya, gimana PT ga bete?) banyaknya PT yang tutup menyebabkan jumlah pencari kerja meningkat sehingga persaingan semakin tinggi. syukurnya, ada beberapa PT juga yang buka setiap tahunnya dan membuka lowongan.

cuma memang, mencari kerja disini (atau dimanapun) harus memiliki skill alias keahlian tertentu. keahlian yang biasanya diperlukan tentu bahasa inggris (karena perusahaan asing bosnya dari luar negeri yang tidak bisa bahasa indonesia) serta komputer (minimal bisa microsoft office lah.. kalo ga bisa mah keterlaluan sih, kudu belajar dong. mosok fesbukan bisa, ngetik di word atau ngitung di excel nda bisa. piye). selain itu ada keahlian tambahan lainnya yang tentu diperlukan. makanya jangan coba2 datang ke Batam dengan asumsi begitu datang langsung bakal dapat kerja. kudu usaha banget2 dulu.

selain itu, banyak PT di Batam masih mengandalkan sistem ‘kenalan’ untuk mendapat kerja. jadi yang udah kerja biasa memasukkan kenalannya untuk kerja di PT yang sama. sistem ini enak karena pengusaha ga perlu repot masang iklan di media massa dan bisa dapat karyawan yang lebih dipercaya (soalnya udah dijamin ama karyawan yang udah bekerja). ga enaknya, bagi orang-orang yang ga punya kenalan, jadi agak sulit masuknya. makanya disini harus banyak2 punya kenalan dan melebarkan sayap.

MITOS KEDUA: KERJA DI BATAM GAJINYA TINGGI 

meh. mitos ini ga bisa dibilang benar, ga bisa dibilang salah. masalah gaji saya rasa bergantung pada perusahaannya. ada yang ngasinya tinggi, ada yang ngasinya biasa aja, ada yang medit ngasinya cuma UMR.. ini mah dimana2 sih ya, di Jakarta juga begitu.

yah, kerja disini gajinya bisa tinggi sih, bahkan untuk operator, yang sering lembur dan lemburnya dihitung oleh perusahaan. tapi gaji bisa juga rendah atau biasa aja, bagi yang skillnya biasa aja, atau yang jarang lembur, atau yang sering lembur tapi lemburnya jarang diitung perusahaan. jadi sebetulnya masalah gaji sih standar aja sih.

MITOS KETIGA: LULUSAN SMA GAMPANG CARI KERJA DI BATAM

mitos ini mirip-mirip sama mitos pertama. tapi di Batam memang saya nilai untuk lulusan SMA tidak begitu sulit mencari kerja , karena untuk operator, biasanya yang dibutuhkan memang lulusan SMA. cuma hati2 sama umur aja, karena melamar operator ada maksimal umurnya. makanya saran saya, kalo udah kerja nanti, sebisa mungkin lanjut kuliah D3 atau S1. karena ga bisa selamanya jadi operator (operator biasanya cuma dikontrak maksimal 2 tahun). kalau udah pegang pengalaman operator dan ijazah D3 atau S1, maka kita bisa meningkat menjadi staf dan bisa diangkat menjadi karyawan permanen. enaknya disini mudah cari kuliah untuk karyawan, namanya kota pekerja, rata2 semua kampus menyediakan kuliah malam.

MITOS KEEMPAT: BIAYA HIDUP MAHAL BANGET DI BATAM SOALNYA DEKET SINGAPUR

Singapur emang kota paling mahal di dunia (beneran lho bukan lebay, ada di MAJALAH TIME ) dan Batam yang jaraknya bisa ditempuh dengan berenang menyeberangi lautan dari Singapur katanya jadi keikutan mahal banget. bener ga sih?

dari pengamatan saya sebetulnya disini standar banget biaya hidupnya, ga lebih mahal dari Jakarta. malah karena masih banyak tanah kosong, biaya properti disini terhitung murah. sebagai contohnya, di Jakarta ngekos satu kamar di daerah Sudirman harganya paling murah 1,500,000 perbulannya, dengan ac ya. disini saya ngontrak rumah dua kamar tidur 1 kamar mandi harganya cuma 950.000.. haha.. tapi emang kembali lagi ke lokasi sih. lokasi rumah saya bukan di tengah kota banget, tapi dekat kawasan industri. jadi harganya di tengah2, ga mahal dan ga murah. kalo di tengah kota saya rasa bakal lebih mahal.

udah gitu di mall di Batam kita masih bisa makan makanan di bawah 10rb di kafe. beberapa kafe disini menyediakan paket makanan seharga 5000an lohhh. cuma emang rasanya ya gitu, namanya juga murah. tapi kan lumayan kalo lagi pengen ngirit dan ngadem di kafe. sementara di Jakarta atau Bandung, 10rb paling cuma bisa dapat air putih.

sementara itu, beli sayur dan buah disini juga biasa aja, standar. ga mahal banget tapi ga terlalu murah juga. saya jarang masak jadi jarang beli sayur, kalopun beli paling jumlahnya ga banyak. tapi saya sering beli semangka dan pisang, murah juga sih. disini setandan pisang barangan harganya 8rb. terus seperempat semangga dijual juga 8rb. ga mahal kan.. biasa aja.

MITOS KELIMA: BELI BARANG ELEKTRONIK MURAH, BELI MOBIL MURAH, BELI HAPE MURAH DI BATAM

meh meh. ini juga saya sempat kecele. ternyata harganya sama2 aja kok.. ga lebih murah atau lebih mahal, sama aja. atau mungkin karena saya ga tau tempat beli barang murah ya? haha..

kemaren suami baru beli hape, harganya mirip seperti yang ada di majalah pulsa, malah agak lebih mahal, mungkin karena beli di okes*op di mega mall (emang sengaja beli di tempat resmi soalnya takut ketepu kalo beli di toko lain, biar mahal dikit yang pasti barangnya ga meragukan, abis banyak gosip beredar hape blackmarket sih).

waktu saya beli elektronik di suatu toko elektronik terkenal di daerah nagoya, tiga juta setengah dapet TV samsung, kulkas panasonic satu pintu, rice cooker maspion, kipas angin maspion dan dvd LG. yah lumayan lah murah juga sih..

waktu jalan2 ke mall saya lihat harga mobil di pameran, masih ratusan juta juga kok harganya. sama aja kaya di bandung. meh kecele saya. saya kira harganya bisa murah banget jadi puluhan juta. hihiw.. ngimpi aja.

eniwei sekianlah postingan mitos Batam menurut saya. ada tambahan lagi? atau mungkin pertanyaan mengenai mitos batam lain? share ya di komen..

Advertisements

3 thoughts on “Mitos mengenai Batam

  1. MITOS KETIGA: LULUSAN SMA GAMPANG CARI KERJA DI BATAM
    Mungkin mitos ini bener juga, karena beberapa Sarjana terpaksa menggunakan ijazah SMA mereka untuk melamar kerja…. wkwkwkwkwkwkwk

    MITOS KEEMPAT: BIAYA HIDUP MAHAL BANGET DI BATAM SOALNYA DEKET SINGAPUR
    Kalo yang ini bener bener bohong, ya semahal mahalnya batam sama dengan jakarta loh, bahkan ada BIMBEL (wkwkwkwkwk) yang biaya perbukannya hanya cukup dibuat bayar biaya Bimbel sekali pertemuan kalo Bimbel di Jakarta….wkwkwkwkwkwkwkw

    yang pasti nih, seandainya semua daerah perbatasan Indonesia perkembangannya seperti Batam, alangkah makmurnya negeri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s