Tiga kali ke Singapura dalam Waktu Sebulan (Part: 3)

Assalamualaikum wr. wb…

hello semua! kali ini saya akan melanjutkan cerita perjalanan saya ke Singapura yang ketiga di bulan Oktober (baca cerita sebelumnya di PART I || PART 2)

setelah dua kali ke Singapura pada bulan yang sama, beberapa minggu kemudian sekitar tanggal 29 Oktober, saya diutus oleh suami untuk pergi ke Singapur lagi, untuk menemani Ibu Mertua yang sedang ada di Batam, bersama adik ipar dan ponakan.

perjalanan kami lakukan sejak pagi. awalnya kami berencana naik Batam Fast lagi, tapi karena Mega Mall belum buka, kami jadi terpaksa beli tiket dari counter, dan ternyata luar biasa sekali mahalnya. bayangin, kalo beli tiket di mega mall cuma 170rb PP (tambah pajak 280rb), di counter di batam center harganya jadi 490rb!!!!!!! ngeri bos. ternyata bener kata sepupu saya, beli di counter batam fast langsung memang harganya jadi mahal sekali. akhirnya setelah pilih memilih kami memutuskan naik majestic ferry, yang tiketnya di counter paling murah, harganya 420rb. dapat bonus gantungan kunci dan tempat paspor ehehe..

eniwei karena kami beli tiket 10 menit sebelum keberangkatan, kami terburu2 banget ngejar kapal. ibu mertua saya yang naik kursi roda disorong sendiri sama petugas pelabuhan, paspornya saya bawa agar dicap di imigrasi. di imigrasi, karena saya bawa ponakan yang usianya di bawah 17 tahun, saya sempat berantem diinterogasi sama petugas imigrasi yang luar biasa sekali kasarnya. uwow. sepertinya bapak ini lupa kalo mereka digaji dengan uang pajak masyarakat.

karena saya ga bawa surat pernyataan dari ibunya ponakan (alias kakak ipar saya), (plis  deh mana mungkin kita kepikiran bikin begituan) paspor si ponakan belom boleh dicap sampe saya bikin surat pernyataan tersebut di ruangan sebelah. dan itu udah lima menit sebelum keberangkatan, nama saya dan rombongan udah dipanggil – panggil via speaker. kebayang ga sih hebohnya? saya udah pake memohon2 dengan mata berkaca2 sama si bapak bapak petugas imigrasi, tetap saya dimarahin dan disuruh ke ruangan sebelah bikin surat pernyataan tersebut. ih. akhirnya saya dan ponakan terbirit2 ke ruangan sebelah. di ruangan sebelah, saya ketemu dengan mba2 petugas imigrasi lain yang alhamdulillahnya baik hati, 180 derajat beda dengan si bapak2 petugas pengecap (terima kasih mba!), mba itu kemudian menuliskan data2 saya dan data2 ponakan di suatu surat, dan saya disuruh tanda tangan. ga sampai lima menit, surat selesai, saya kembali ke ruangan tempat pengecapan, ke tempat bapak2 yang marah2, dan akhirnya paspor ponakan lewat di cap dengan selamat. oke… sungguh penuh drama.

di bawah kami ketemu dengan ibu mertua yang sudah menunggu. akhirnya kami bisa selamat naik kapal…

sampai Harbor Front, kami naik MRT pergi ke tujuan pertama, Merlion Park di dekat fullerton hotel. turun di stasiun Raffles Place, kami sempat bingung arah mana menuju merlion park. tanya2 sama bule yang kerja di kantor situ, ternyata malah nyasar. Begitu tanya sama tiga mba2 orang Indonesia, jadi bener. Ckck.. Bule siaul.

Sampailah kami di merlion park, dimana kita bisa dapat semua pemandangan inti Singapur dari satu spot: Marina bay sands, art science museum, esplanade, singapore flyer, dan tentunya icon kebanggaan Singapur, merlion, yang segede gaban.

IMG_20151029_132238.jpg

Keponakan, Tasya mejeng depan Merlion

Setelah puas foto2, kami berencana menuju santosa. Karena ibu mertua menggunakan kursi roda, kami terpaksa menggunakan jalan memutar yang sangat jauh agar bisa mencapai stasiun. Syukurnya, banyak sekali orang yang membantu kami menunjukkan jalan, tanpa kami minta. Di merlion park saja, kami ditunjukkan jalan oleh seorang paman2 yang berbahasa melayu-indonesia. Aih..

IMG_20151029_123249.jpg

Ibu Mertua dan Adik Ipar

Setelah mencapai stasiun raffles park, kami kembali ditunjukkan jalan yang dapat dilewati oleh kursi roda, kali ini oleh bapak2 etnis tionghoa dan mba2 melayu berkerudung. Dari raffles park, kami kembali ke harbor front untuk kemudian naik sentosa express ke pulau sentosa.

Di pulau sentosa kami pergi ke universal studio untuk foto2 di bola dunia (khas orang indonesia) lalu makan bekal sambil duduk menikmati semilir angin. Setelahnya kami pulang ke Batam..

Begitulah kisah perjalanan ketiga saya ke Singapur . seru juga karena pengalaman pertama bagi saya menjadi guide mertua yang berkursi roda. Dan salah satu kelebihan berkursi roda bagi mertua adalah beliau amat gampang melewati imigrasi, tanpa antri. Ckck.. Kelemahannya tentu harus pusing mencari daerah landai serta elevator yang bisa mengakomodir kursi roda. Untungnya Singapur sudah sangat maju sehingga sudah sangat mengakomodir pengguna kursi roda.

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Tiga kali ke Singapura dalam Waktu Sebulan (Part: 3)

  1. Pingback: Trip #4 ke Singapur: Daftar N3! | @farafit

  2. Trmakasih atas blog ini… Saya jg rencana ingin mmbawa ayah saya ke singapura dan kebetulan beliau harus memakai kursi roda. Saat kamu ke merlion dan keluar dari stasiun rafles kira kira dari jalan mana bisa menuju ke merlion bagi pengguna kursi roda.. ??? Bisa di infokan lbh detil gak ?? Terimakasih sblmnya

  3. Apakah setiap stasiun mrt menywdiakan lift dari jalan menuju gerbang mrt ?? Karena setelah saya lihat dari jalan utk turun ke bawah semuanya hanya menggunakan escalator..trims sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s