ETIKA BILA DIUNDANG DI PESTA PERNIKAHAN menurut Farah

Assalamualaikum wr. wb…

HELOW SEMUA!!!

haduh setelah dua bulan ngga ngepos apapun di blog ini akhirnya saya kembali! tentunya dengan segudang cerita yang ingin sekali saya sampaikan tapi tidak sekarang hehe. sedikit update yang ingin saya sampaikan;

  1. Saya sudah menikah. dengan Wahyu Adrianto (untuk selanjutnya disebut SUAMI). pada 17 agustus 2015. di Bandung. tepatnya di gedung SeskoAD gatot subroto bandung. menggunakan jasa Rumah Pengantin.
  2. sekarang saya  berada di Batam, ikut suami yang bekerja di salah satu perusahaan manufaktur elektronik disini. apakah saya bekerja? saya bekerja sambilan menjadi penerjemah dokumen di rumah. what a delightful thing, to be able to work and actually make money, from home. dan tentunya saya sudah resign dari GLC, kantor saya di Jakarta.
  3. bagaimana kesan dan pesan jadi ibu rumah tangga dan tinggal di Batam? akan saya ceritakan pada postingan lain. terlalu panjang ceritanya.

eniwei acara pernikahan saya pada tanggal 17 Agustus 2015 meninggalkan banyak sekali cerita. tapi ada satu hal yang ingin sekali saya bahas, yaitu hal yang ternyata adalah ‘ETIKA BILA DIUNDANG DI PESTA PERNIKAHAN Menurut Farah yang baru saya ketahui pas saya mengadakan acara tersebut.

selama ini kalau diundang orang datang ke acara pernikahan mereka, saya tidak terlalu menganggap serius. kalau bisa datang, saya datang. kalau tidak bisa, saya ga akan maksain. saya juga termasuk jarang memberi kado, meskipun yang menikah adalah teman saya sendiri. soalnya saya mikir, orang saya ga bisa datang kok. ngapain kasi kado? kecuali kalo temen lumayan deket, kalo ga bisa datang, saya suka minta maaf. tapi setelah mengadakan acara sendiri, saya jadi tersentak dan agak2 malu sama perilaku saya selama ini. saya baru sadar, ternyata seharusnya, kalau anda diundang ke sebuah pesta pernikahan, anda harus;

  1. MENGUSAHAKAN DATANG

ini penting. sebisa mungkin sebaiknya anda datang. apalagi kalau ngundang personal, maksudnya bukan yang ngundang setengah hati dari grup atau komen instagram yang sekedar bilang ‘dateng ya’ (uhuk2 nyindir siapa ya) tapi yang bener2 personal mengundang kalian. saya mengundang teman2 dan orang2 dekat semua lewat chat pribadi , ada juga kartu undangan yang saya kirim pakai pos. bahkan ada juga yang saya datangin kantornya buat saya kasih kartu undangan. saking niatnya mengundang. kenapa kita mesti datang? karena si punya acara mengharapkan banget lho kedatangan kalian untuk meramaikan acara. lagian ngga rugi juga kalo datang, bisa ketemu temen2 plus makan yang banyak. ya kan. hehe

note bagi penyelenggara acara: setelah acara selesai, saya baru sadar, kalau ternyata orang2 yang sangat anda harapkan atau kira bakal datang malah ngga datang, sementara orang2 yang ga disangka2 bakal datang. ada teman2 dekat saya yang saya bela2in undang pake kartu undangan dan saya kira bakal datang, ternyata ga hadir. sementara teman2 dari jauh yang sudah lama tak bertemu, malah hadir. saya agak nyesel juga, tau gitu saya bakal undang lebih banyak orang lagi, hehe..

2. MINTA MAAFLAH BILA TIDAK BISA DATANG, DAN (KALAU BISA) KIRIM KADO/ANGPAU

ini juga penting nih. jangan kaya ayam, udah diundang terus diem2 aja meskipun ga datang. ternyata yang ngadain acara bete loh kalau temennya udah diundang ga datang begitu terus ga ngomong apa2. soalnya jujur aja, saya bete banget sama temen2 deket yang udah diundang terus ga datang dan ga bilang apa2, ga minta maaf atau apa. tapi, saya kaget juga sama teman2 serta tamu yang tidak begitu dekat malah repot2 kirim kado bahkan mengantarkan angpau kerumah (temen2 almarhum papa nih) sebagai pengganti ketidakhadiran mereka. saya jadi terharu. hal ini membuat saya janji sama diri sendiri, insya ALLOH lain kali kalau saya diundang nikahan lagi dan saya tidak bisa datang, saya bakal minta maaf dan kasih kado kepada yang bersangkutan. ga seberapa nilainya, yang penting niatnya, sebagai doa atas hidup baru sang mempelai dan ucapan terima kasih udah diundang.

sekianlah etika bila diundang di pesta pernikahan menurut saya. ada lagi? mohon komen di bawah ya.

salam manis dari batam

Advertisements

3 thoughts on “ETIKA BILA DIUNDANG DI PESTA PERNIKAHAN menurut Farah

  1. Bener banget nih. saya juga baru ngerasain ketika saya mengadakan pesta pernikahan.
    Semua undangan untuk teman2 saya, saya usahakan kasih secara personal.. kalau benar2 terpaksa baru nitip. Bahkan yang rumah nya jauh pun saya ladenin datengin cuman buat ngasih undangan.
    Pas mereka ga dateng, nyesek nya di sini :,(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s