saya dan apa yang saya lakukan pada anak kecil kelewat iseng

Assalamualaikum wr. wb…

sebagai seseorang yang memang suka sama anak kecil, saya jarang sekali bisa ngerasa sewot sama anak-anak. bagi saya anak-anak itu lucu, dan kalau mereka lagi minta atau melakukan hal aneh2 saya biasanya cukup maklum dan ga cepat jengkel. sampai sabtu kemarin.

kejadiannya berawal saat saya dan bro bro lagi nonton guardian of the galaxy bertiga di TSM, sabtu siang. di pertengahan film tiba2 haekal, yg duduk di sebelah saya dan sering beringsut2 ga jelas di kursinya ngomong;

‘kak farah, ini kursi kita ditendangin wae sama yg di belakang,’

‘sabar aja kal paling ga sengaja ketendang itu.’ kata saya, ga terlalu mengindahkan. haekal pun diem.

suasana aman damai, sampe selang beberapa saat kemudian saya ngerasa banget kursi saya ditendang. awalnya saya diamkan, karena biasanya kalo begini ga sengaja ketendang dan ga berlangsung lama. sampai beberapa saat kemudian saya merasa banget kursi kami mulai makin sering ditendangin dan makin keras, sehingga sangat mengganggu saya.

‘ini  kok kursi kita ditendangin mulu ya,’ bisik saya sama haekal.

doi langsung bilang, ‘tuh kan apa kata ekal juga, itu kerjaan anak2 ga sopan…’

saya langsung nengok ke belakang, dan kemudian tampaklah dua anak laki2, kira2 umur 5-7 tahun, duduk di belakang sy dan haekal persis dengan watados alias wajah tanpa dosa.
sambil mencoba berpikir positif saya memberi isyarat kepada dua anak yg jelas2 melihat saya berbalik ini untuk berhenti menendang kursi saya.

tapi ntah isyarat saya ga dimengerti ama mereka atau memang merekanya kelewat iseng, 5 menit kemudian mereka masih saja menendangi kursi saya dan haekal. saya lalu berbalik, kasih peringatan kedua sambil berbisik lebih keras ‘jangan tendang2 lagi ya’. mereka hanya diam, menutup mulut sambil saling pandang2an.

dan peringatan ini hanya bertahan sekitar 10 menit. mereka kemudian menendangi kursi saya lagi, makin keras dan makin sering. saya udah mulai kehilangan kesabaran, tapi raffi bilang,

‘diemin aja, kalo tetep diladenin mereka makin seneng tapi kalo dicuekin mereka pasti diem,’
karena menurut saya ini masuk akal banget akhirnya saya nurut, saya dan haekal ngediemin mereka berdua. tapi yah namanya juga anak2 kelebihan hormon ternyata ga ngaruh tuh, dicuekin juga. tendangannya tetap sering, hanya dikasi jarak sama mereka. tapi makin keras.

‘anggap aja lagi nonton 4D,’ raffi mencoba menyabarkan saya dan haekal. nonton 4D katanya?!!! saya yang bener2 udah bete akhirnya melihat ke belakang pas kursi lagi ditendangin dan anak yang di belakang saya ketangkap basah lagi naik lagi ke kursinya sambil cekikikan, senyum2 penuh kepuasan bareng sama anak di sebelahnya.

YA AMPUN. ternyata mereka memang sengaja banget menendangi kursi saya dan haekal sampe bela2in turun dari kursi demi ngeganggu saya dan haekal. oh ini sudah tidak bisa dibiarkan, pikir saya. saya langsung berbalik lagi, mencoba mencari kedua orang tua anak2 ini sambil bertekad akan bilang ke mereka sehabis film.
dengan menyabarkan diri saya dan haekal lalu diam di kursi kami sampai film selesai, diiringi dengan tendangan di kursi kami tentunya.

setelah film selesai dan orang2 sedang sibuk keluar bioskop saya langsung berbicara dengan ibu2 yang duduk di samping anak2 itu.

‘permisi bu, ibunya anak2 ini kan?’ kata saya kepada sang ibu muda yang cantik dan berkerudung, sambil menunjuk kedua anak2 yang sudah bikin pengalaman nonton saya hari itu menjengkelkan.

‘iya, kenapa ya bu?’ kata sang ibu kepada saya, dengan muka shock sambil mencolek suaminya yang duduk di sampingnya.

‘bu, tadi waktu saya dan adik saya lagi nonton, kursi kami ditendangin terus, membuat saya dan adik saya terganggu. saya sudah bilang sama mereka cuma mungkin mereka ga ngerti atau gimana, mungkin bisa tolong diingatkan supaya lain kali ga begitu lagi jadi ga ganggu orang lain,’

‘oh iya, ya ampun maaf ya,’ mukanya makin shock dan langsung menegur kedua anaknya. dalam hati saya sangat bersyukur ibu ini mau mendengarkan perkataan saya dan bukan jenis ibu2 yang kalo ditegur begitu bakal bilang ‘namanya juga anak2 bu, maklum aja,’

‘iya tidak apa2,’ saya menutup pembicaraan sambil tersenyum geli dan puas, tanpa sekalipun menatap mata kedua anak usil yang pastinya nyesel, shock karena ga nyangka banget saya bakal ngadu ke kedua orang tua mereka. mungkin dikiranya karena saya ga kenal mereka jadi saya bakal diem dan nrimo aja diisengin sama anak kecil. ooh you were messing up with the wrong adult! *evil laugh*

saya lalu kembali duduk di kursi dan setelah menerima beberapa permintaan maaf lagi dari sang ibu muda dan suaminya, saya kemudian memperhatikan mereka berjalan keluar bioskop , dengan sang ibu yang masih memberikan ceramah panjang kepada anak2nya tentang tidak boleh mengganggu orang lain. saya sama haekal langsung tos, puas akan pembalasan dendam kecil kami.

dipikir2 mungkin seharusnya saya ga usah nengok ke belakang dan diem aja, jadi mereka juga akan berhenti sendiri. tapi toh saya diemin mereka juga ga berhenti dan daripada mereka nanti tumbuh dengan keisengan menjengkelkan seperti itu, mending dikasitau aja ke orang tuanya jadi ga terjadi lagi dan ga ganggu orang lain. semoga mereka ga ganggu orang lain lagi.

pelajaran buat saya sih, lain kali saya nonton di baris paling tinggi. sekian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s