Sehari di Tottori (Part 4: Festival Pasir ASEAN dan Padang Pasir Tottori)

Assalamualaikum wr. wb…

setelah menghabiskan sekitar 20 menit menunggu kereta di stasiun matsuzaki sambil minum coklat dingin, kereta jr san in line yang saya nantikan akhirnya datang juga dan langsunglah saya berangkat menuju Tottori!

sesampainya di Tottori, saya sempat agak kaget juga karena ternyata stasiun Tottori lebih besar dan lebih mewah dibanding Yonago. biar begitu, tetap saja stasiun Tottori tidak menggunakan sistem ticketing yang masuk melainkan lewat pemeriksaan petugas, hehe.

sesuai jadwal perjalanan saya, karena saya tahu saya telah ketinggalan bus menuju Tottori Sankyu / Sand Dunes, jadi tanpa membuang waktu saya langsung naik taksi menuju padang pasir tersebut. saya minta diantar ke bijutsukan atau museumnya terlebih dahulu, karena sedang ada festival ASEAN disana. museum pasirnya sendiri terletak di seberang padang pasirnya, jadi tidak jauh.

IMGP2389

pemandangan depan sand museum

IMGP2388

patung pasir yang ini juga kereen..

Tiket Tottori Sand Museum. perhatikan latar tiketnya? wayang lhooo..

Tiket Tottori Sand Museum. perhatikan latar tiketnya? wayang lhooo..

setelah membayar sekitar 500yen untuk tiket masuk museum, saya beranjak ke dalam museum itu. lantai satunya sih tidak begitu banyak yang bisa dilihat, hanya semacam kilas balik museum ini. ternyata museum pasir ini berganti ganti tema setiap satu tahun sekali. senangnya, pas banget pas saya dateng kesana museumnya sedang bertemakan asean, yang berarti ada Indonesia juga!!! lihat saja beberapa patung pasir keren yang saya temukan di museum ini,

IMGP2370

patung pasir pertama penjaga pintu masuk ruang pameran: patung khas bali. bahkan dekorasinya ada gambar pura-nya..

IMGP2369

Pemandangan dalam ruang pameran.

IMGP2351

sekilas info pembuat patung pasir borobudur

IMGP2361

wayang kulit!

IMGP2372

ditengah pameran

IMGP2350

replika pasir borobudur.. super.

IMGP2366

replika hutan hujan

IMGP2348

seingat saya ini gereja di filipina

IMGP2335c

teddy bear lucu bertuliskan ‘welcome to Tottori!’

setelah puas berfoto dan mengagumi keindahan dalam ruang pameran, saya keluar gedung dan berfoto di bagian atas gedung yang memang diperuntukkan untuk foto foto karena pemandangan yang langsung mengarah padang pasir.

kelihatan ya laut dari kejauhan?

kelihatan ya laut dari kejauhan? malah muka saya yang ga keliatan haha..

saya kemudian menitipkan koper saya di kantor museum dan langsung jalan jalan ke padang pasir. syukurnya cuaca sangat bagus jadi saya bisa betul2 menikmati padang pasir dan foto2 disana.

IMGP2390

bahkan palangnya saja terlihat keren *lebay

ada unta jadi berasa di arab beneran

ada unta jadi berasa di arab beneran

IMGP2396 IMGP2408 IMGP2410

senang banget saya menghabiskan waktu di padang pasir ini. keadaannya sepi, tenang, mungkin karena memang bukan weekend kali ya. sayangnya sebelum pulang sempat ada tragedi: kamera beserta tripod saya sempat jatuh kehempas angin jadi lensanya kemasukan pasir. untungnya sudah saya sembuhkan, haha..

wah lautnya baguus...

wah lautnya baguus…

setelah sibuk bermain pasir, saya keluar dari area sankyu, membersihkan sepatu kemudian kembali ke museum untuk mengambil koper dan menunggu bus. saya sempatkan mampir ke toko souvenir tapi saya tidak beli apapun kecuali pin tottori..

beberapa saat kemudian bus menuju stasiun datang, saya kemudian naik dan pas sampai sekitar 20 menit sebelum kereta cepat (tiger) tujuan yonago sampai. saya bahkan sempat membeli permen susu yang katanya khas gunung daisen (meskipun rasanya ternyata kaya permen milkita) haha..

image

daisen miruku ame

setelah sampai yonago ternyata masih ada sekitar 1 jam setengah lagi sblm bus willer tumpangan saya datang. karena saya lapar saya berniat nangkring dulu di restoran fast food terdekat, tapi setelah berkeliling ternyata disekitar stasiun Yonago tidak ada restoran fastfood, banyaknya izakaya atau bar khas jepang, dan love hotel. heuheu.. yonago di malam hari ternyata suasananya ga begitu menyenangkan. saya sempat kebingungan juga mencari tempat naik bus willer, dan setelah muter2 serta bertanya tanya sama orang2, untungnya ketemu juga tuh dengan bus willernya. naiklah saya dan tidur lelap di bus sampai Tokyo.

intinya, perjalanan saya ke Tottori sangatlah menyenangkan. Tottori itu sepi dan tenang, tidak seperti Tokyo yang rame. senang rasanya bisa menyepi sebentar dari keramaian dan menikmati laut..

Sekian postingan tottori saya, semoga bermanfaat dan menyenangkan bagi yang baca, haha..

Foto Terakhir di Tottori

Foto Terakhir di Tottori

Selanjutnya saya akan posting mengenai banyak hal tentang jepang, jadi またね (o・・o)/~

Advertisements

One thought on “Sehari di Tottori (Part 4: Festival Pasir ASEAN dan Padang Pasir Tottori)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s