tentang saya dan beasiswa ini

Assalamualaikum wr. wb…

helo teman2! hari ini adalah h-2 keberangkatan saya ke Jepang. seharusnya sih saya sudah ribet sama urusan packing ya, tapi ya emang dasar saya, hobinya apa2 dikerjain last minute. mesti nunggu mood dulu abis itu mepet berangkat baru deh packing. heu.

anyway, kali ini saya mau cerita semua tentang saya dan beasiswa yang bisa mengantarkan saya sekolah di Jepang. sebelumnya saya ingatkan, postingan ini akan menjadi amat panjang, karena jalan saya untuk bisa sampai jepang pun sangat panjang dan berliku. silakan skip ke postingan lain kalau anda tidak berminat membaca kisah saya Open-mouthed smile

beasiswa yang saya terima adalah Rikkyo University International Dormitory Scholarship. beasiswa ini diberikan oleh Universitas Rikkyo, Jepang, kepada mahasiswa UNPAD setiap tahunnya. untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, harus melalui seleksi terlebih dahulu.

sama seperti yang lain, saya pun harus melalui seleksi dulu. seleksinya dimulai kira2 bulan januari lalu.

saat itu saya sedang izin dari KKN dan lagi berada di Bandung. saya sebenarnya tidak tahu menahu soal beasiswa ini sama sekali sampai jam 2 malam, salah satu teman saya, Farley, bbm dan menginformasikan tentangnya. ia mengajak saya untuk ikutan seleksi beasiswa ini.

jadi beasiswa ini dari Rikkyo University, Jepang, dan setiap tahun hanya ada dua orang beruntung dari UNPAD (yang berarti dari Indonesia karena Rikkyo hanya kerjasama dengan UNPAD di Indonesia) yang berangkat kesana untuk belajar gratis di Universitas Rikkyo. beasiswanya ada dua macam. peringkat pertama seleksi dapat JASSO scholarship, artinya selain biaya kuliah gratis, ia juga dapat biaya hidup perbulan sebesar 80rb yen, tapi tidak dapat asrama. sementara peringkat kedua seleksi dapat RUID Scholarship, yang saya dapat. artinya saya dapat gratis biaya kuliah dan kamar asrama selama setahun, tapi tidak dapat biaya hidup.

akhirnya setelah ngobrol panjang lebar dan memaksa farley ke Bandung untuk sesegera mungkin mengurus urusan beasiswa ini, saya memutuskan untuk ikut mendaftar juga. bagi saya, tidak ada salahnya mencoba, karena sebelumnya saya udah lumayan sering daftar beasiswa2 ke luar negeri (yang semuanya ditolak) jadi saya udah lumayan ngerti urusan berkas, essay dan kawan2nya.

 

1. Seleksi Berkas

proses mengurus berkas pun saya jalankan secepat kilat, karena saya harus sesegera mungkin kembali ke tempat KKN. hanya dalam waktu 4 hari, semua berkas terkumpul dan saya bisa kembali ke tempat KKN dengan selamat. sayang sekali, Farley yang ngajak saya justru memutuskan untuk batal ikut saat dia menyadari IPKnya tidak memenuhi syarat. padahal  saya sudah membujuk dia untuk tetap ikut karena belum tentu IPK adalah syarat utama, tapi dia tetap menolak. ya sudah, akhirnya saya sendiri yang ikut.

setelah mengumpulkan berkas, saya lama tidak mendapat kabar. saya sebetulnya sudah pasrah dan sudah menguatkan diri bila seandainya gagal. sebelumnya sudah beberapa kali aplikasi beasiswa saya ditolak, dan saya sudah bertekad untuk menjadikan Rikkyo ini percobaan terakhir saya selama menempuh S1. bila seandainya ini gagal, maka berarti saya harus fokus sama skripsi. karena lama tidak dihubungi oleh pihak penyeleksi, saya menyangka saya telah gagal, sampai di suatu ketika saya dapat sms yang menyatakan bahwa saya lulus seleksi berkas dan boleh melanjutkan ke tahap dua, yaitu focus group discussion. saat itu sudah bulan februari, yang berarti sudah sebulan lebih dari tanggal saya mengumpulkan berkas.

 

2. Seleksi Focus Group Discussion

saat seleksi focus group discussion, saya datang telat 15 menit. fatal memang. ini karena malam sebelumnya, saya baru sampai bandung lewat jam 12 malam karena habis menjadi pembicara di #ISAMMU INTISARI MAGAZINE mewakili GNFI. awalnya, saya sempat tidak diperbolehkan mengikuti seleksi barengan kak arry dan kak kitin yang ternyata ikutan melamar beasiswa ini dan telat juga. saat itu, lagi2, saya pasrah dan berdoa memohon pada Alloh untuk diijinkan setidaknya mengikuti seleksi kali ini, agar dapat diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan saya. ternyata, Alloh mengabulkan doa saya, dan saya, beserta kak kitin dan kak arry dibolehkan mengikuti seleksi FGD.

seleksi FGD ini adalah yang pertama untuk saya, jadi saya masih kurang begitu mengerti akan seperti apa bentuknya. karena itu, beberapa hari sebelumnya saya bertanya kepada Nike, teman saya yang merupakan penerima beswan djarum mengenai bentuk FGD. Nike bilang, FGD nantinya biasanya berupa pemecahan masalah dengan role play, jadi akan ada sekelompok orang duduk melingkar, diberikan peran satu2 dan nantinya akan diberikan contoh masalah. penilaiannya akan dilihat bagaimana cara masing2 memecahkan masalah.

ternyata, FGD seleksi Rikkyo pun sama. jadi ada 4 orang dalam ruangan, dua orang diberikan peran Mahasiswa Asia, sementara dua orang lainnya dapat peran Mahasiswa Eropa. situasinya adalah bagaimana menyatukan pendapat saat berada dalam kafe, karena mahasiswa eropa dan orang jepang suka minum, sementara mahasiswa Asianya tidak suka minum. saya kebagian peran orang Eropa.

seleksi berjalan seperti layaknya ngobrol2 biasa, karena menggunakan bahasa Indonesia. bahkan kami berempat malah jadi ngobrol ngalor ngidul kemana mana sampai yang menyeleksi bingung. haha. saat seleksi selesai, saya lagi2 pasrah, karena saya tidak bisa mengukur kemampuan saya sendiri waktu itu. saya betul2 tidak bisa menebak hasilnya, jadi saya pasrahkan saja.

waktu berlalu selama kurang lebih 2 minggu, saya sudah hampir lupa soal seleksi ini sampai tiba2 di pertengahan maret,  Gina, teman saya yang juga ikutan seleksi ini, sms saya ngasihtau kalau dia lolos tahap FGD dan berhasil masuk ke tahap interview. saya, yang belum dapat sms apapun saat itu, merasa super lemas dan yakin kalau saya gagal di tahap FGD. tapi ternyata beberapa menit kemudian saya dapat email dan telpon yang menyebutkan kalau saya lulus tahap interview. Alhamdulillah.

 

3. Tahap Interview

demi menghindari kesalahan sebelumnya, kali ini saya berangkat pagi banget dari bandung menuju Jatinangor. akhirnya saya malah kepagian, sampai 2 jam sebelum saya diwawancara. saat lagi menunggu saya sempat ngobrol sama beberapa orang, yang jadi teman baru saya. di tahap ini ternyata hanya tersisa 20 orang, dari 100 orang yang dipanggil untuk FGD.

saat diwawancara, saya memilih menggunakan bahasa Inggris karena bahasa Jepang saya masih level balita umur setahun. Alhamdulillah, karena terbiasa dengan bahasa Inggris (berkah ngajar NF), jadi saya bisa melewati tahap ini dengan lancar, dan pulang dengan hati riang. keesokan harinya, tepat tanggal 14 maret, saya dapat email yang menyatakan kelulusan saya di tahap interview dan berhak melanjutkan ke tahap presentasi.

 

4. Tahap Presentasi

kesalahan terfatal selama seleksi rikkyo saya lakukan saat tahap ini. kali ini saya telat satu setengah jam karena masalah simple: salah lokasi. karena selama ini lokasi seleksi dilangsungkan di KLN rektorat baru unpad jatinangor, saya jadi kurang hati2 dan berasumsi bahwa seleksi presentasi ini pun dilakukan di lokasi yang sama. saat saya telah menempuh perjalanan bandung – jatinangor selama 1,5 jam dan sudah sampai KLN, saya baru sadar kalau saya salah lokasi, dan ternyata seleksi kali ini diadakan di UNPAD DIPATI UKUR, kampus saya sehari – hari. saya ga sadar dengan fakta ini padahal jelas2 ada di email. dengan panik saya hubungi ketua penyeleksi, T’Rima, menjelaskan soal kebodohan saya dan berjanji akan sesegera mungkin berangkat ke kampus DU. untungnya tehrima mengerti dan menyuruh saya sesegera mungkin ke DU.

satu setengah jam kemudian saya berhasil mencapai kampus DU dengan kondisi harap2 cemas, takut tidak boleh mengikuti seleksi. untungnya, saya masih dapat mengikuti seleksi.

seleksinya berupa presentasi dengan bahasa inggris. temanya adalah hal terpenting tentang Indonesia yang menurut kita pribadi, harus diketahui oleh orang asing. topik yang menyenangkan, apalagi untuk saya yang terbiasa menyebarkan hal2 bagus soal Indonesia di GNFI.

saya memilih pariwisata Indonesia sebagai topik presentasi saya. penyajiannya menggunakan powerpoint sederhana (karena saya waktu itu ga sempet membuat yang bagus2), dan menggunakan bentuk karangan analytical exposition, seperti tugas akhir LIA saya. syukurlah presentasi saya juga berjalan dengan menyenangkan. ketiga juri suka dengan presentasi saya, meskipun masih banyak kekurangan disana sini.

di tahap ini, sisa 11 orang lagi. beberapa hari kemudian, saya dinyatakan lulus dan boleh mengikuti tahap akhir, interview.

 

5. tahap interview

di tahap ini, sisa 5 orang termasuk saya. kami diwawancara oleh psikolog UNPAD untuk mengetahui kesiapan mental kami dalam bertahan disana. di tahap ini, saya benar2 pasrah. saya tahu bagaimana kemampuan semua orang yang tersisa, dan saya menyadari kemampuan saya yang biasa saja, jadi saya benar2 telah menyiapkan diri bila seandainya gagal.

Alhamdulillah, selang seminggu, akhir Maret, saya dapat sms dari bu Ofi yang menyatakan bahwa Nurul (sastra jepang 09) dan saya adalah penerima beasiswa rikkyo tahun ini.

 

Perasaan sebagai penerima RUID?

saat tahu bahwa saya benar telah lolos seleksi dan bisa berangkat ke Jepang bulan September, saya benar2 senang dan tidak menyangka. akan tetapi, muncul masalah berikutnya; bisakah saya bertahan hidup di Jepang selama satu tahun tanpa ada bantuan beasiswa biaya hidup?

dari awal saya mengikuti seleksi, saya sudah menyadari konsekuensi menjadi peringkat dua. dan sejak awal pula saya tahu bahwa di Jepang ada banyak kesempatan kerja part time untuk menghidupi diri. karena itulah saya berani mengambil kesempatan ini.

sebetulnya, karena Nurul si peringkat satu ditawari beasiswa lain oleh Rikkyo dan lulus, saya punya kesempatan mendapatkan beasiswa Jasso. akan tetapi pihak sana menolak memberikan saya beasiswa Jasso (tanpa memberikan alasan tertentu) dan akhirnya memberikan saya beasiswa RUID seperti rencana semula. saya sempat sedih saat tahu hal ini, tapi mama menguatkan saya dengan mengatakan bahwa rejeki itu Alloh yang atur. mungkin Jasso bukan rejeki saya, dan ada hal yang luar biasa yang menanti saya.

 

Persiapan ke jepang beberapa bulan ke belakang?

akhirnya saya memantapkan hati untuk tetap berangkat ke Jepang meski hanya dapat asrama gratis. mulailah saya bergerilya melakukan persiapan; mengajukan proposal ke banyak tempat untuk bantuan dana, les bahasa jepang di dua tempat agar bahasa jepang saya mantap, memperpanjang paspor, mengurus foto dan urusan lainnya.

selama mengurus berbagai hal terkait keberangkatan saya, Alhamdulillah, saya selalu diberikan kemudahan oleh Alloh. kampus memberikan saya bantuan dana untuk tiket dan visa jadi saya tidak perlu minta orang tua. selain itu, saung udjo juga memberikan bantuan berupa souvenir untuk dibagikan ke teman2 disana. kemudian, proses mengurus paspor, dan certificate of finance sebagai syarat hidup disana pun dipermudah. ada beberapa halangan tapi Alhamdulillah, Alloh selalu kasih saya kekuatan dan jalan untuk melewati semuanya.

karena dulu pernah gagal berangkat ke Laos, saya selalu merasa insecure dan takut bahwa saya akan batal juga berangkat ke Jepang. saya baru agak yakin saat eligibility saya telah sampai di tangan saya. saat visa saya jadi, detik itu akhirnya saya yakin seyakin2nya bahwa saya benar akan berangkat ke jepang tanggal 2 september 2012.

 

Reaksi orang-orang terdekat?

saat mengetahui bahwa saya akan berangkat ke Jepang, keluarga saya mendukung sepenuhnya. begitupula teman2 dan sahabat2 saya. tapi ada juga sih orang2 yang menyayangkan keputusan saya cuti kuliah setahun demi mengejar jepang yang notabene tanpa degree. banyak juga yang menyangsikan kemampuan saya akan bisa bertahan hidup tanpa adanya beasiswa biaya hidup yang menyokong saya disana.

 

menghilangkan keraguan?

saya sih hanya bisa tersenyum. semakin saya diragukan, saya malah makin mantap untuk segera berangkat. saya tahu, ini langkah yang sangat berani. berangkat kesana, sendirian tanpa ada kejelasan soal biaya hidup. tapi ntah kenapa, saya yakin. sejak awal diterima saya percaya, Alloh ngasih jalan saya kuliah di Jepang gratis dan ini tidak boleh disia2kan. saya percaya, Alloh tidak akan menelantarkan hambaNya. Alloh tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan saya. dan bila Alloh yang mengantarkan saya menuju Jepang, berarti Alloh juga yang akan menjaga dan menjamin kehidupan saya selama di Jepang.

Ibu saya, yang awalnya ketar ketir juga, setelah melihat kemantapan saya akhirnya hilang keraguannya dan senantiasa meyakinkan saya. beliau selalu bilang ‘jangan takut kak, dimana mana itu tanah Alloh. orang Jepang, orang Amerika, Orang Indonesia itu semua ciptaan Alloh, jadi jangan khawatir. jangan lupa shalat dan berdoa semoga semua urusan kamu dilancarkan.’ Alhamdulillah, saya jadi makin mantap.

besok saya berangkat, dengan kemampuan bahasa jepang seadanya, dan kerudung yang melekat di kepala saya. sendirian naik airline kebanggaan Indonesia, Garuda, saya pergi ke Jepang, negeri impian saya, demi menyongsong kehidupan yang lebih baik disana dan membawa sejuta pengalaman saat kembali ke sini. semoga niat saya untuk menjadi orang sukses yang dapat membanggakan keluarga, almamater dan negara tercapai. dan semoga juga saya tetap istiqomah menegakkan nilai2 islam dimanapun saya berada. semoga semua hal yang ada dilancarkan, dan saya bisa keliling Jepang terus mampir Korea dan Cina hehehe… amin.

sekian postingan terakhir saya di Indonesia tahun 2012. sampai ketemu di Jepang!

Advertisements

8 thoughts on “tentang saya dan beasiswa ini

  1. awessoomeeee!!!!
    gak usah ragu, walaupun gak dapet degree, experience is the best teacher!gak perlu ragu, gak perlu takut, hadapi!walaupun ngga sesuai dengan harapan, pengalaman itu menjadi bermakna dan sangat berharga ketika kita sudah menjadi kenangan. raih aja! gw aja masih bermimpi buat ke jepang, tapi lu udah bisa mencapainya di umur yang masih “unyu-unyu”, ahahahaaa..
    great!cerita terus di blog lu yak fit!gw tunggu postingan berikutnya tentang pengalaman lu di jepang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s