Aliran Hukum Alam

ALIRAN HUKUM ALAM

Hasil debat outing class Jumat, 1 Juni 2012

Menurut kodrat alam, manusia dimanapun dan pada zaman apapun selalu hidup bersama dan berkelompok. Sejak lahir manusia mempunyai hasrat untuk berkumpul dengan sesamanya dalam suatu kelompok, suatu hasrat untuk bermasyarakat. Aristoteles, seorang ahli pikir bangsa Yunani Kuno, dalam ajarannya mengatakan bahwa menusia adalah zoon politicon, maksudnya bahwa manusia itu sebagai makhluk pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia. Jadi makhluk yang suka bermasyarakat. Oleh karena sifatnya yang suka bergaul satu sama lain maka manusia disebut sebagai makhluk sosial dan makhluk bermasyarakat.

Sebagai makhluk sosial, di dalam pergaulan hidupnya manusia saling mengadakan hubungan, yang jumlah dan sifatnya tak terhingga banyaknya orang-orang itu mempunyai kepentingan masing-masing. Di dalam masyarakat memungkinkan kepentingan-kepentingan itu bertemu dalam suatu kontak. Kontak yang saling menjauhkan apabila kepentingan-kepentingan itu saling bertubrukan atau mungkin kontak saling mendekat apabila kontak saling menguntungkan. Hal ini sudah dimengerti, bahwa orang yang hidup dalam masyarakat, di satu pihak melindungi kepentingannya masing-masing terhadap bahaya dari masyarakat itu sendiri, sedangkan di lain pihak senantiasa berusaha untuk saling tolong menolong dalam mengejar kepentingan bersama.

Usaha melindungi kepentingan tersebut dapat dicapai karena sebelumnya telah diadakan peraturan yang dapat menjadi ukuran bagi tingkah laku orang-orang. Peraturan-peraturan ini mengharuskan orang dalam pergaulan hidup bermasyarakat sedemikian rupa sehingga kepentingan orang lain dapat terjaga.

Didalam kehidupan manusia sehari-hari seringkali terjadi perbenturan kepentingan. Perbenturan kepentingan ini menyebabkan norma-norma yang ada dalam masyarakat menjadi goyah atau kacau. Oleh karena itu diperlukan sesuatu yang dapat menyeimbangkannya kembali dan hal itu adalah hukum. Disinilah hukum alam muncul.

Hukum alam sesungguhnya merupakan suatu konsep yang mencakup banyak teori didalamnya. Berbagai anggapan dan pendapat yang dikelompokkan ke dalam hukum alam bermunculan dari masa ke masa.

Mempelajari sejarah hukum alam, maka kita akan mengkaji sejarah manusia yang berjuang untuk menemukan keadilan yang mutlak di dunia ini serta kegagalan-kegagalannya. Pada suatu saat hukum alam muncul dengan kuatnya, pada saat yang lain ia diabaikan, tetapi yang pasti hukum alam tidak pernah mati. Hukum Alam adalah hukum yang normanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, dari alam semesta dan dari akal budi manusia, karenanya ia di gambarkan sebagai hukum yang berlaku abadi.

Hukum alam atau hukum Kodrat adalah hukum tertinggi atau yang utama, yang darinya Hukum Positif, dan aliran – aliran hukum lain berasal. Hukum Kodrat berasal dari perintah Tuhan yang ditanamkan dalam data manusia sejak penciptaannya. Hukum Kodrat berlaku di mana saja dan kapan saja (bersifat universal). Hukum Kodrat tidak bisa dilepaskan dari akal hudi dan keadilan. Hukum Kodrat, yang mentuat perintah dan larangan, bersumber dari akal budi. Dengan demikian, Hukum Kodrat merupakan perintah akal budi. Bahkan terkadang disimpulkan bahwa Hukum Kodrat tidak lain adalah akal budi itu sendiri. Di mata penganut aliran Hukum Alam, keadilan merupakan keutamaan moral di dalam hukum. hukum harus memuat atau mengandung prinsip-prinsip keadilan. Keadilan adalah unsur konstitutif dari hukum. Begitu lekatnya unsur keadilan di dalam hukum, sehingga berkembang pemikiran bahwa hukum yang tidak adil bukanlah hukum.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan dari hukum alam adalah keadilan, dan aliran hukum alam adalah sumber dari semua hukum lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s