INTISARI HUKUM PERBANKAN

HUKUM PERBANKAN

SISTEM: perangkat unsur yg scr terstruktur saling berkaitan hingga membentuk suatu totalitas

KEUANGAN: seluk beluk uang/ urusan uang

SISTEM KEUANGAN: sist. Yg dibentuk o/ lembaga2 yg mempunyai kompetensi yg berkaitan dgn seluk beluk di bid. Keuangan.

LEMBAGA KEUANGAN: merupakan perantara dr pihak yg mempunyai kelebihan dana (surplus of funds) dgn pihak yg kekurangan dana (lack of funds). Berperan sebagai perantara keuangan masyarakat.

LK Bank

LK Non Bank: badan usaha yg melakukan kegiatan di bid. Keuangan scr lsg / tdk lsg menghimpun dana dgn mengeluarkan surat berharga dn menyalurkannya ke masy. guna membiayai institusi perusahaan. Lemb ini tdk diperkenankan menerima simpanan baik dlm bentuk giro, deposito atau tabungan.

LK NON BANK:

– asuransi

– pegadaian

– dana pensiun

– lembaga pembiayaan

– koperasi.

Hanya bank sbg lembaga intermediasi;

– kegiatan penghimpunan dana o/ lk non bank di atur dgn uu tersendiri

– bank sbg lemb intermediasi – perantara

– bank sbg lemb investasi

– bank sbg sumber pembiayaan

– bank ibarat jantungnya perekonomian Indonesia

– kredit a/ urat nadinya.

Dasar Hukum Perbankan

– UU No. 07/1992 diubah dgn UU No. 10/1998 ttg Perbankan

– UU No. 23/1999 diubah dgn UU No. 3/2004 ttg BI

– UU no. 21/08 ttg Perbankan Syariah

Pasal 1 UU Perbankan:

– ttg ketentuan umum

– isinya mengikat hny utk perbankan

– penafsiran menurut uu

Asas:

– Perbankan Indonesia dlm menjalankan usahanya berdasarkan demokrasi ekonomi dn menggunakan prinsip kehati2an (ps2)

– Demokrasi ekonomi yg dianut perbankan : prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dsb.

– Demokrasi ekonomi yg berdasarkan pancasila terhindar dr sist. Free fight liberalism, negara bersifat dominan, pemusatan kekuatan ekonomi sbg sentral perekonomian.

Prinsip Kehati2an perbankan:

1. mengelola dana org lain

2. resikonya sgt berat

3. fungsi bank sentral perekonomian

PRINSIP CAMEL;

· Capital: merupakan prinsip ketentuan permodalan, yg bertujuan utk meningkatkan kesehatan & stabilitas sist perbankan internasional, menghilangkan sumber persaingan yg tidak sehat, menilai kewajaran tingkat modal dlm memenuhi fungsi bank (capital adequency ratio)

· Asset Quality: bank wajib membentuk cadangan u/ menutup resiko dr adanya kemungkinan kerugian.

· Management: manajemen bank wajib mengelola bank dgn baik agar bank menjadi sehat.

· Earning: bank wajib menghasilkan laba dn menghindari kerugian.

· Liquidity: Bank mampu membayar smua transaksi/hutang yg diajukan kepadanya.

PERBANKAN :PERBANKAN ADALAH SEGALA SESUATU YANG MENYANGKUT TENTANG BANK MENCAKUP KELEMBAGAAN, KEGIATAN USAHA, SERTA CARA DAN PROSES DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHANYA.

BANK: BADAN USAHA YANG MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT DALAM BENTUK SIMPANAN DAN MENYALURKANNYA KEPADA MASYARAKAT DALAM BENTUK KREDIT DAN BENTUK-BENTUK LAINNYA DALAM RANGKA MENINGKATKAN TARAF HIDUP RAKYAT BANYAK

Fungsi Bank sbg lembaga intermediasi:

– fungsi utama perbankan a/ sbg penghimpun dn penyalur dana masy.

– bank sbg lembaga intermediasi a/ perantara antara yg punya dana dgn yg memerlukan dana.

– Hrs menyeimbangkan antr pemasukan dn pengeluaran.

– Fungsi bank membutuhkan kepercayaan masy.

Kepercayaan masy tergantung;

– bank dikelola o/ manajemen yg profesional

– dikelola o/ anggota direksi dn komisaris serta pegawai bank yg berpengetahuan, berketerampilan dn interaksi tinggi

– dpt menjaga kerahasiaan bank.

pentingnya kesehatan bg bank, krn;

– karakteristik perbankan yg rentan

– kerugian menyebar cepat

– proses penyelesaian mahal

– kepercayaan masy hilang

– sektor keuangan jd tdk stabil

– brdampak pd kondisi makro ekonomi

Tujuan;

– perbankan Indonesia brtujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dlm rangka meningkatkan pemerataan, pertumb. Ekonomi dn stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat byk.

– Tanggung jawab perekonomian negara (bank sbg jantung perekonomian nasional)

– Berorientasi ekonomis dn non ekonomis.

Pengaturan Jenis2 bank (ps 5 uu perbankan);

bank umum: bank yg dpt melaksanakan keg usaha scr konvensional dan/atau brdasarkan prinsip syariah yg dlm kegiatannya memberikan jasa dlm lalulintas pembayaran

bank perkreditan rakyat: bank yg dpt melaksanakan keg usaha scr konvensional dn atau prinsip syariah yg dlm kegiatannya tdk memberikan jasa dlm lalin pembayaran

KREDIT PERBANKAN

KREDIT a/ penyediaan uang / tagihan yg dpt dipersamakan dgn itu, brdsarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antara bank dgn pihak lain yg mewajibkan pihak meminjam u/ melunasi utangnya stlh jangka waktu tertentu dgn pemberian bunga (ps 1 angka 11 uu perbankan).

Unsur kredit;

– Kepercayaan

– Tenggang waktu

– Degree of risk

– Prestasi

Fungsi kredit;

– meningkatkan daya guna uang

– mengingkatkan peredaran lalin uang

– meningkatkan peredaran dn daya guna barang

– kredit sbg slh satu stabilitas eko

– meningkatkan kegairahan berusaha

– meningkatkan pemerataan pendapatan

– meningkatkan HI

ps8 UU perbankan;

– dlm memberikan kredit bank hrs brdasarkan pada asas2 perkreditan.

– Keyakinan bank bhw nasabah dpt membyr utangnya melalui 5C

– Keyakinan tdk mengandung aspek hk

– Hrs jelas unsur mana sbg titik berat dlm penilaian

Dasar2 Pemberian Kredit, Prudential Banking = Prinsip 5 C

1) Character: watak pribadinya baik, dipercaya mempunyai kemampuan memenuhi kewajibannya

2) Capacity: debitur memiliki kemampuan mengendalikan usaha, dn prospek usahanya dinilai baik

3) Capital: melihat modal tambahan serta mempertimbangkan neraca laba/rugi

4) Collateral: melihat jaminan khusus

5) Condition of economy: melihat situasi dn kondisi poleksosbud yg mempengaruhi keadaan ekonomi dlm kurun wkt trtntu

6) Constraint: melihat adanya hambatan2 yg tdk memungkinkan seseorang melakukan usaha di suatu tempat.

Perjanjian Kredit;

– pihak yg melakukan pengikatan dlm perjanjian kredit

– isi perjanjian ditentukan sepihak o/ bank

– bentuk perjanjian kredit scr tertulis

– perjanjian kredit dgn 2 cara, bisa akta notaris bisa akta bwh tgn

PEMBEBANAN JAMINAN

Kredit menanggung Resiko;

– jaminan pemberian kredit – keyakinan atas kemampuan dn kesanggupan debitur melunasi utangnya

– penilaian seksama dgn 5C bukan syarat mutlak

– jaminan dlm bentuk barang a/ proyek yg dibiayai dgn kredit ybs

– bank tak hrs meminta jaminan tambahan

Fungsi Lembaga Jaminan;

– membantu perolehan kredit atas pihak yg memerlukan

– memberikan kepastian kpd kreditur, bhw kredit yg diberikan benar2 terjamin pembahagiannya

– memberikan kepastian bg kreditur bhw brg jaminan setiap wkt tersedia utk dijual apabila perlu dilelang utk melunasi utang

Jaminan;

Dpt berupa barang, proyek, hak tagih yg dibiayai kredit ybs dn bank tdk wajib meminta agunan yg tdk berkaitan lsg dgn objek yg dibiayai, yaitu agunan tambahan.

A) jaminan pokok berkaitan lsg dgn kredit yg dimohon

B) jaminan tambahan a. Jaminan kebendaan

C) jaminan pokok lbh aman dlm perjanjian kredit dgn tujuan membeli suatu benda

D) utk pengusaha menengah ke bawah memberikan penekanan pd syarat jaminan tambahan.

Tanah dgn bukti kepemilikan berupa girik, petuk dsb dpt dijadikan agunan.

bukti pembayaran pajak bagi tanah bekas hak milik adat bukan merupakan bukti pemilikan atas tanah.

Syarat Jaminan Perkreditan;

Syarat ekonomis:

· mempunyai nilai ekonomis

· mudah dipasarkan

· lebih besar dr jumlah kredit

· konstan

· kondisi dn lokasi barang strategis

· fisik jaminan tsb tdk cpt rusak

· mempunyai manfaat ekonomis

Syarat Yuridis:

· betul2 milik calon debitur

· brd dlm kekuasaan calon debitur

· tdk berada dlm persengketaan

· memiliki tanda bukti pemilikan

· bukti2 kepemilikan memenuhi persyaratan utk diadakan pengikatan

· bebas dr ikatan jaminan dgn pihak lain

Macam2 Jaminan;

· Jaminan Umum

· Jaminan Khusus;

o Jaminan perorangan (borghtocht)

o Jaminan kebendaan: hipotek, hak tanggungan, fidusia, gadai.

PENYELAMATAN DAN PENYELESAIAN KREDIT

Kredit Bermasalah: bisa diselamatkan, biasanya diselesaikan dgn negosiasi / litigasi

Kredit Macet: suatu keadaan dimana nasabah tdk mampu membayar / mengembalikan pinjamannya sesuai dgn yg diperjanjikan

Penetapan Kualitas Kredit;

– prospek usaha

– kondisi keuangan

– kemampuan membayar

Penggolongan Kualitas Kredit;

­menurut SK Dir BI No. 31/147/KEP/DIR/ tgl 12 Nov 1998

Lancar ; Dalam Perhatian Khusus ; Kurang Lancar ; Diragukan ; Macet

Penyelamatan Kredit;

· Rescheduling; jangka waktu kredit, jangka waktu angsuran, penurunan jumlah utk setiap angsuran

· Reconditioning; kapitalisasi bunga, penundaan pembayaran uang, penurunan suku bunga, pembebasan bunga, pengkonversian kredit

· Restructuring; tambahan kredit, tambahan equity

· Kombinasi

Penyelesaian Kredit Macet;

Ø tidak memenuhi kriteria lancar, dlm perhatian khusus, kurang lancar dn diragukan

Ø kredit msh dpt diselamatkan dn agunannya bernilai sekurang2nya 75% dr utang trmasuk bunga

Ø kredit tdk dpt diselamatkan tp agunannya msi brnilai sekurang2nya 100% dr utang. Tetapi dlm jangka wkt 21 bulan sejak digolongkan diragukan ad pelunasan / penyelamatan

Ø kredit macet tsb penyelesaiannya tlh diserahkan kpd PN / Badan Urusan Piutang dn Lelang Negara (BUPLN) atau telah diajukan pengganti ganti rugi kpd perusahaan asuransi kredit.

Ø Apabila penyelamatan kredit macet yg ditempuh melalui 3R tdk berhasil maka lewat BUPLN, Peradilan dn arbitrase.

Penghapusan Kredit Bermasalah;

· Hapus buku (write off)

· Hapus Tagih (hair cut)

PERBANKAN SYARIAH

Perbankan berdasarkan prinsip syariah tumbuh dan berkembang tdk hny di negara islam. Keberadaannya memainkan peranan ditengah sist perbankan kapitalis. Disini ad persepsi yg berbeda ttg bunga.

– uu no. 7/1992 ttg prinsip bagi hasil

– uu no. 10/98 ttg bank syariah

– uu no. 21/08 ttg perbankan syariah.

Dual Banking System;

– terselenggarannya dua sist perbankan yaitu konvensional dn syariah scr berdampingan

– bank umum dn bpr beroperasi scr konvensional dn syariah

– ada penata usaha dn pengelolaan terpisah

– dual banking system melakukan keg usaha bank

Dasar Hukum;

uu no. 21/08 ttg perbankan syariah.

Perbankan Syariah a/ segala sesuatu yg menyangkut ttg bank syariah mencakup kelembagaan, keg usaha, serta cara dn proses dlm melakukan kegiatan usahanya

Bank Syariah a/ bank yg menjalankan keg usahanya berdasarkan prinsip syariah dn menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dn Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Prinsip Syariah a/ prinsip dlm hk Islam dlm kegiatan perbankan brdasarkan fatwa yg dikeluarkan o/ lembaga berwenang.

Prinsip Syariah dlm jasa perbankan;

– pola pikir kerjasama investasi yg harmonis (mutual investment relationship)

– tdk blh menikmati bunga bank

– disesuaikan dgn prinsip hk islam.

Pemenuhan Prinsip Syariah dilaksanakan dgn memenuhi ketentuan pokok hk islam;

– prinsip keadilan dn keseimbangan (‘adl wa tawazun)

– kemaslahatan (maslahah)

– universalisme (alamiyah)

Asas kegiatan usaha perbankan syariah;

– brdasarkan prinsip syariah, yaitu keg usaha tdk mengandung riba, maisir, gharar, objek haram dn menimbulkan kezaliman.

– Berasaskan demokrasi eko a/ keg usaha yg mengandung nilai keadilan, kebersamaan, pemerataan dn pemanfaatan

– Prinsip kehati2an, pedoman pengelolaan bank yg wajib dianut perbankan yg sehat, kuat dn efisien.

Tujuan dan Fungsi;

Tujuan Perbankan Syariah a/ menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dgn prinsip syariah secara menyeluruh (kaffah) dn konsisten (istiqamah).

Fungsi Perbankan Syariah yaitu menghimpun dn menyalurkan dana masy.

Fungsi Sosial;

A) dlm bntuk lembaga baitul maal yg menerima dana zakat, infaq, sedekah, hibah dn lainnya dn disalurkan ke organisasi pengelola zakat.

B) dlm bntuk lemb keuangan syariah penerima wakaf uang dn menyalurkannya ke pengelola (nazhir) yg ditunjuk (ps4)

C) Bank Umum Syariah berkegiatan memberikan jasa dlm lalu lintas pembayaran

D) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah tidak berkegiatan jasa dlm lalin pembayaran.

E) Unit Usaha Syariah a/ unit kerja dr kanpus Bank Umum Konvesnional yg berfungsi sbg kantor induk dr kantor/unit yg melaksanakan keg usaha bdasarkan prinsip syariah.

Produk2 Bank brdasarkan syariah;

– penghimpunan dana

– giro wadiah

– penarikan dgn cek / jenis lainnya

– wadiah merupakan akad titipan

– tabungan wadiah dn / mudharabah

– wadiah yad adh-dhammah

– akad mudharabah – nasabah menyimpan dana utk dikelola o/ bank, hasil pemilik dana (shahibul maal), bank sbg pengelola dana (mudharib), nesar bagi hasil tlh disepakati di awal akad (nisbah)

– penyaluran dana (pembiayaan, penyediaan dana / tagihan)

o prinsip jual beli

o murahabah

o istishna

o salam

– prinsip bagi hasil;

o mudharabah

o musyarakah

– prinsip sewa menyewa

o ijarah

o ijarah muntahiya bittamlik

PENGATURAN DAN PENGAWASAN BANK

BI sbg lembaga independen

– BI a/ Bank Sentral

– UU No. 23/99 sebagaimana tlh diubah dgn UU No. 3/04 ps 23 ayat 3 UUD 45

– BI a/ lembaga negara independen dlm melaksanakan tugas dn wewenangnya, bebas campur tangan pemerintah dan/atau pihak lain

– BI wajib menolak dn atau mengabaikan sgl bentuk campur tangan dr pihak manapun.

Tujuan BI di Indonesia;

– mencapai dn memelihara kestabilan nilai rupiah

– kestabilan thd barang dan jasa – perkembangan laju inflasi

– kestabilan thd mata uang negara lain – perkembangan nilai tukar rupiah.

Tujuan BI

– Menetapkan dn melaksanakan kebijakan moneter

– Pengendalian jml uang yg beredar

– Menetapkan suku bunga

– Mengatur dn menjaga kelancaran sist pembayaran

– Efisien, cpat, aman dn andal

– BI berwenang mengeluarkan dn mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik dn memusnahkan uang dr peredaran.

Mengatur dn mengawasi Bank;

– sist perbankan yg sehat

– BI mnetapkan peraturan, memberikan dn mencabut izin atas kelembagaan dn kegiatan usaha tertentu dr bank (ps24 UUBI)

– BI berwenang menetapkan tentuan2 yg memuat prinsip kehati2an yg ditetapkan dgn PBI

Pentingnya Kesehatan Bank

– karakteristik perbankan yg rentan

– proses penyelesaian bank bermasalah membutuhkan dana yg besar

– hilangnya kepercayaan

– ketidakstabilan sektor keuangan

– menjalankan fungsi sbg ‘lender of the last resort’

– memberikan kredit likuiditas kpd bank2 utk mengatasi kesulitan likuiditas jika darurat.

Tujuan Pengaturan dn Pengawasan Bank

– mengoptimalkan fungsi perbankan

– tercipta perbankan yg sehat

– mampu memelihara kep masy dgn baik

– berkembang scr wajar

– bermanfaat bg perekonomian nasional.

Untuk mencapai tujuan tsb pendekatan yg dilakukan dgn menerapkan;

– kebijakan memberikan keleluasaan berusaha (deregulasi)

– kebijakan prinsip kehati2an bank (prudential banking)

– pengawasan bank yg mendorong bank utk melaksanakan scr konsisten ketentuan intern yg dibuat sendiri.

Pengaturan dn pengawasan o/ bank meliputi;

– kewenangan memberikan ijin (right to license): menetapkan tata cara pendirian suatu bank

– pemberian dn pencabutan izin usaha bank

– pembukaan, penutupan dn pemindahan kantor bank

– pemberian persetujuan atas kepemilikan dn pengurusan bank

– menjalankan keg usaha ttntu

– kewenangan utk mengatur

– menetapkan ketentuan yg menyangkut aspek usaha dn keg perbankan

– pengaturan likuiditas dan solvabilitas bank, jenis usaha dn resiko yg diambil bank

– kewenangan utk mengawasi

– pengawasan lsg

– pengawasan tdk lsg

– kewenangan utk mengenakan sanksi

– kewenangan utk menjatuhkan sanksi thd bank yg kurang/tdk memenuhi ketentuan

Pengawasan bank berdsrkn syariah;

– dilakukan o/ BI

– diwajibkan memelihara tingkat kesehatan

– kepatuhan thd prinsip syariah dn prinsip manajemen islami (ps 51)

– BI membentuk KPS (komite perbankan syariah)

– Tugas KPS membantu BI dlm;

o Menafsirkan fatwa MUI terkait perbankan syariah

o Memberi masukan implementasi fatwa dlm PBI

o Pengembangan industri perbankan syariah.

Penyelesaian Sengketa:

– pengadilan dlm lingk. Peradilan agama

– sesuai dgn isi akad (tdk blh bertentangan dgn prinsip syariah)

– musyawarah, mediasi perbankan, basyarnas / lembaga arbitrase lain, atau melalui pengadilan di link peradilan umum.

– PERMA no. 02/08 ttg kompilasi hk eko syariah.

SPIN OFF (PS 68)

– dlm hal BUK memiliki UUS yg nilainya paling sedikit 50% dr total nilai aset bank induknya

– 15 th sejak berlaku UU ini maka BUK wajib melakukan pemisahan UUS jadi BUS

– UUS dpt menjadi BUS tersendiri stlh dpt izin BI (ps 16 ayat(1)

– Dlm hal terjadi penggabungan/ peleburan BS dgn bank lainnya, bank hasil penggabungan / peleburan tsb wajib jd BS.

TINDAK PIDANA PERBANKAN

Dlm UU yg mengatur perbankan.

– di bidang perizinan

– rahasia bank

– pengawasan

– usaha bank

TINDAK PIDANA DI BIDANG PERBANKAN

Diatur di luar peraturan perbankan, dn merupakan tindakan apa saja yg menyangkut serta membahayakan perbankan.

Bentuknya;

– seseorang terhadap bank

– bank terhadap bank lain

– bank terhadap perorangan

Ruang Lingkup;

– keseluruhan kehidupan dunia perbankan

– berkaitan dgn keg perbankan

– lembaga keuangan lain

– tertulis / tidak

– kebiasaan yg diatur sanksi pidana.

Kondisi yg menyebabkan meningkatnya frekuensi kejadian;

– segi pelaku

– segi kondisi perbankan

– faktor pendukung

Tipologi kejahatan perbankan;

– penipuan . kecurangan di bid perkreditan

– penggelapan dana masy

– penyelewengan dana masy

– pelanggaran thd peraturan keuangan

– pencucian uang

Pencucian uang: Money Laundering

UU no. 15 th 02 sebagaimana diubah dgn UU no. 25 th 2003 ttg tindak pidana pencucian uang.

Pencucian Uang;

Perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyeimbangkan, menitipkan, membawa keluar begeri, menukarkan . perbuatan lainnya atas harta kekayaan yg diketahuinya/ patut diduga merupakan hasil tindak pidana dgn maksud utk menyembunyikan / menyamarkan asal usul harta kekayaan sehingga seolah2 menjadi harta kekayaan yg sah.

Pemicu terjadi Pencucian uang;

Adanya harta kekayaan yg diperoleh dr hasil tinpid.

Proses Pencucian Uang;

Placement: upaya menempatkan dana yg dihasilkan dr suatu kegiatan tipid ke dlm sist. Keu

Layering: memisahkan hsl tipid dr sumbernya melalui beberapa tahapan transkasi keuangan utk menyembunyikan / menyamarkan asal usul uang.

Integrating: upaya menggunakan harta kekayaannya agr tampak sah, baik dgn dinikmati lsg maupun diinvestasikan kdlm brbagai bentuk kekayaan.

Penganggulangan thd Praktik PU;

– Bank berperan aktif dlm (1)mendeteksi setiap aktivitas yg mencurigakan, (2)memastikan kepatuhan bank thd ketentuan peruu yg berlaku, (3)menegakkan prinsip kehati2an, (4)melindungi reputasi bank.

– Penerapan prinsip kehati2an (prudential banking)

– Prinsip mengenal nasabah.

PERLINDUNGAN NASABAH PERBANKAN

Arsitektur Perbankan Indonesia, 6 pilar.

– mewujudkan permerdayaan & perlindungan konsumen jasa perbankan

o menyusun standar mekanisme pengaduan nasabah

o membentuk lembaga mediasi independen

o menyusun transparansi info produk

o mempromosikan edukasi utk konsumen

– perlindungan nasabah prioritas yg harus diselesaikan segera

– mayoritas nasabah msh belum memahami manfaat dn resiko produk bank.

perlindungan nasabah hrs diprioritaskan u/ meningkatkan kepercayaan masy. pada bank. ada resiko reputasi.

Nasabah: pihak yg menggunakan jasa bank

– penyimpan dana

– debitur

– walk in costumer= tdk punya rekening tp menggunakan bank tsb misalnya byr listrik/transfer

– investor

– nasabah lainnya

Asas Perlindungan Nasabah;

– manfaat

– keadilan

– keseimbangan

– keamanan dn keselamatan konsumen

– kepastian hukum.

Resiko pd produk perbankan;

– R. Operasional

– Hukum

– Kredit

– Likuiditas

– Reputasi

– Pasar.

Perlunya Perlindungan Nasabah;

– HAM

– Adanya ketimpangan info

– Utk mengenal karakteristik produk bank

– Produk bank kompleks

– Keterbatasan nasabah menerima dn menyimpan info

– Pasar tdk memberikan perlindungan yg memadai

– Utk market discipline

Prinsip 3 P

– pastikan manfaatnya

– pahami resikonya

– perhatikan biayanya.

Tanggung Jawab Bank.

– kontraktual

– perbuatan melawan hk.

Transparansi info produk

– PBI no. 7/6/PBI/2005 ttg transparansi info produk bank dn penggunaan data pribadi nasabah.

– SE No. 7/25/DPNP perihal transparansi.

Dalam melakukan transaksi bank diwajibkan u/ menyampaikan info pd konsumen yaitu; nama produk, jenis, manfaat, resiko, persyaratan dn tatacara.

Penyelesaian Pengaduan Nasabah;

– PBI no. 7/7/PBI/2006

– PBI No. 7/24/DPNP

Kewajiban Bank;

– membentuk infrastruktur penanganan pengaduan nasabah

– menetapkan kebijakan dn prosedur penyelesaian pengaduan

– monitoring

– melaporkan pengangan dn penyelesaian pengaduan scr 3 bln ke BI

Mediasi Perbankan;

– PBI No. 8/5/PBI/2006

– SE Ekstern No. 8/14/DPNP

– SE Intern No. 8/23/Intern

o Ps 3, fungsi mediasi perbankan dilaksanakan o/ BI

o Ps 15

Persyaratan Pengajuan Sengketa;

– diajukan nasabah

– kerugian finansial max 900jt

– kesalahan bank

– sengketa perdata

– blm diproses lembaga lain

– blm pernah dimediasi o/ BI

– max 60 hr sejak tanggal surat bank

clip_image001

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s