kepo : sebuah studi dan analisis

Assalamualaikum wr. wb…

hello semua!

saat ini saya lagi terkapar di atas tempat tidur, ga bisa ngomong dan susah menelan. sepertinya amandel saya kambuh karena akhir2 ini saya kebanyakan makan eskrim dan kripik pedes. rasanya tersiksa banget, tapi ya sudahlah, ini gara2 saya juga makan ga dikontrol, jadi harus bersabar dulu.

eniwei, saat ini saya ditemani laptop toshiba saya yang biarpun umurnya udah tua dan batrenya cuma tahan 15 menit, tapi keadaannya masih oke punya. seharusnya sih saya ngerjain uts take home thp tentang filsafat hukum gitu, cuma karena pengaruh capek seharian penuh ngajar dan sakit tenggorokan yang kebangetan, akhirnya tugas malah terbengkalai, dan seperti biasa, saya malah jadi kepo.

kepo. yah, itulah bahasan yang pengen saya posting kali ini. tentang kepo. karena saya sebenernya lagi ngerjain uts takehome filsafat jadi please maklumin aja bahasa saya yang agak2 menuju ilmiah padahal sebenernya ga banget ini ya haha.

apa itu kepo?

jaman sekarang, masih ada ga ya yang ga tau apa arti kepo? saya yakin mayoritas orang indonesia yang mendapat akses ke internet pasti udah tau apa itu kepo. hmm, kata kepo itu sebenernya juga adalah kata gaul yang baru2 ini aja muncul, jadi tidak ada definisi yang pasti tentang apa arti kepo. bila boleh saya mendefinisikan, kepo itu adalah sifat rasa ingin tahu seseorang yang agak berlebihan. dan biasanya kata kepo itu berasosiasi dengan keingintahuan terhadap kehidupan seseorang yang sebenarnya ga ada kaitannya dengan kita. intinya, kepo itu selalu berawal dari penasaran.

siapa subjek dan objek kepo?

siapa saja bisa melakukan kepo dan siapa saja juga bisa menjadi objek kepo. sebuah penelitian sederhana yang saya lakukan di timeline twitter saya sendiri membuktikan bahwa hampir semua orang pernah melakukan kepo, dan mayoritas orang yang menjadi objek kepo adalah orang yang pernah/sedang disuka. selain itu, tipe orang yang biasanya jadi objek kepo adalah orang2 sukses yang menarik perhatian. atau, orang2 biasa yang suka mendramatisir cerita kehidupannya sehingga menarik rasa penasaran orang lain.

seberapa sering kepo terjadi?

intensitas terjadinya kepo bergantung kepada kesibukan seseorang itu sendiri. bila seseorang sangat sibuk, maka ia tidak akan sempat mengepo. namun, bila ia punya banyak waktu senggang dan tidak dapat menggunakan waktunya untuk hal2 yang lebih bermanfaat selain buka social media dan browsing internet, maka hampir dapat dipastikan ia akan sering kepo. kepo juga sering terjadi kepada orang yang konsentrasinya gampang beralih kalau sudah malam, contohnya saya. malam ini awalnya saya berniat ingin serius mengerjakan uts, cuma karena terdistraksi oleh menariknya timeline twitter maka saya malah membuka twitter dan akhirnya sibuk mengepo beberapa orang. dan ini sering terjadi.

bagaimana cara kepo?

banyak cara untuk menjadi kepo. salah satu cara yang paling terkenal dan sering dilakukan oleh khalayak pengguna dunia maya di Indonesia adalah mengecek laman media sosial yang digunakan oleh orang yang ingin dikepo, contohnya adalah facebook dan twitter. selain itu orang juga dapat mengepo dengan mengecek blog objek, atau memasukkan namanya di mesin pencari google.

manfaat kepo

menurut saya, biar terkesan negatif, kepo memiliki manfaat. manfaat yang saya maksud adalah dengan mengepo kita jadi bisa kreatif dan memiliki kemampuan lebih dalam menarik kesimpulan. tanpa kita sadari, kepo itu membuat kita setidaknya lebih pintar dan cerdas secara emosi, karena kita dituntut untuk mengamati kehidupan seseorang dari berbagai aspek kehidupannya (berupa akun socmed nya), dan setelahnya mengambil kesimpulan akan apa yang terjadi padanya. saya merasakan betul manfaat ini.

pernah di suatu ketika saya berkenalan dengan seorang teman baru di suatu acara. kami lalu saling follow di twitter. saat itu saya penasaran kenapa doi menggunakan nama username yang tidak sama dengan namanya waktu mengenalkan diri pada saya. selain itu saya juga pengen tahu apakah dia punya pacar atau tidak, soalnya kebetulan orangnya ganteng haha. akhirnya saya kepo dengan googling namanya. setelah mengetikkan namanya di mesin pencari, muncul beberapa hasil, dan tanpa saya buka satu persatu lamannya saya dapat menarik kesimpulan bahwa teman baru saya ini memiliki nama lengkap yang lumayan panjang, sehingga akhirnya hanya nama belakang yang dijadikan nama username.

selain itu, masih tanpa membuka satupun laman hasil pencarian, saya juga dapat menyimpulkan bahwa teman saya ini jomblo dan bahwa mantannya masih sangat menyayangi doi. saya juga jadi tahu hal2 lain soal doi hanya dengan membaca satu postingan sang mantan.

luar biasa bukan hasil kepo? haha.

kadang2 kepo juga berguna untuk mengerjakan tugas lho. karena terbiasa kepo, saya jadi biasa melihat dari berbagai sudut pandang dan menarik satu kesimpulan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

memang, dalam kepo, kita tidak hanya membutuhkan akses internet yg cepat dan waktu senggang, tapi juga kemampuan menarik kesimpulan. kalau kita ga bisa cepat narik kesimpulan mengenai orang yang kita kepo, maka kita bakal tidak mengerti tentang apa yang kita kepo-kan.

kepo sebagai penyebab kegalauan

banyak orang yang berkata bahwa kepo memiliki banyak kerugian. salah satunya adalah karena kepo telah terbukti dapat membuat seseorang menjadi galau, apalagi bila si objek kepo adalah orang yang kita dulu pernah suka. sebenarnya, kegalauan lumrah terjadi setelah kita mengepo. ada sebuah perasaan yang pasti berkecamuk dalam diri setiap orang yang mengepo saat melihat laman sosial media si objek kepo. perasaan ini susah didefinisikan, karena biasanya merupakan gabungan antara kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, dan penyesalan. semua perasaan ini biasanya berujung kepada kegalauan yang berakhir dengan flooding timeline atau status facebook.

akan tetapi, seseorang seharusnya dapat menghindari kegalauan akibat kepo bila dapat menyikapi hasil ke-kepo-an dengan bijaksana. seperti contoh, bersikap tenang sehabis melihat cover facebook mantan yang terlihat sangat bahagia dengan tunangannya. atau ketika membaca postingan blog mantan tentang orang yang disukai. atau ketika melihat twit mantan yang dengan jelas lagi pdkt sama gebetan barunya. atau ketika melihat foto gebetan yang mesra bener sama teman kantornya (geela pengalaman saya semua ini sodara sodari!).

kegalauan semestinya dapat dihindari bila kita telah menyadari bahwa tidak ada untungnya menggalaukan seseorang bila orang tersebut tidak memikirkan kita. selalu berusaha berpikir rasional. jangan biarkan waktu kita habis untuk menggalaukan orang2 seperti itu. segera tutup laman, tuntaskan kepo, dan beralih mengerjakan hal lain. hidup ini sebentar, jangan dipakai menggalau mulu.

 

kesimpulan

kepo memiliki efek positif dan efek negatif. jangan terlalu sering membuang waktu berkepo ria karena biar bagaimanapun kepo tidak penting dan masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dilakukan. silakan kepo asal jangan berlebihan, apalagi sampe menggalau terus garukin lantai. tetap semangat.

Advertisements

2 thoughts on “kepo : sebuah studi dan analisis

  1. Pingback: masih tentang kepo « Farah Fitriani's writing about life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s