pengalaman kadiv konsumsi

Assalamualaikum wr. wb…

malam kawan, kali ini saya pengen berbagi cerita waktu saya jadi panitia salah satu acara di kampus.

oke, bagi yang belum tau, saya ini orangnya emang jaraaaangggggg banget ikut kepanitiaan atau organisasi di kampus. diitung2 selama hampir 3 tahun saya kuliah saya cuma ikut sekitar 6 kepanitiaan, dan jadi pementor buat junior di salah satu ukm . tentunya ada beberapa alasan kenapa saya memilih untuk jadi invisible di kampus:

1. saya lebih memilih untuk bekerja sambilan menjadi guru bahasa inggris di salah satu bimbel, karena menurut saya bekerja jadi guru itu lebih punya banyak manfaat. selain menghasilkan uang (yang sebenarnya adalah tujuan utama saya), tantangannya lebih berat dan saya bisa ketemu berbagai macam tipe murid dan guru. plus, kemampuan berbahasa inggris saya jadi kepake terus karena setiap hari saya berlatih menggunakannya.

2. selain itu saya juga memilih aktif di organisasi luar kampus yang sifatnya online, yaitu di goodnewsfromindonesia.org, karena saya jadi punya kesempatan untuk lebih mengembangkan diri di dunia yang sama sekali baru dan profesional. saya jadi bisa nulis artikel, hunting artikel, ketemu orang2 baru dari berbagai daerah dan berbagai background, serta handle kerjasama. saya merasa kemampuan berorganisasi saya serta kemampuan bertahan di dunia bekerja yang profesional bener2 diasah disini. sebagai sekretaris sekaligus development manager di GNFI, saya memiliki banyak kerjaan disini, yang saya anggap sebagai tantangan. dan keuntungan lainnya, sifatnya yang online. jadi kalo ada apa2 dikomunikasikan via email, ga mesti rapat sampe malam di kampus (hal yang amat saya hindari).

3. saya udah terlalu sibuk, kalo maksain ikut kepanitiaan banyak2 bisa2 ga kuliah saya.

karena alasan2 di atas maka saya agak menghindar dengan acara di kampus. tapi tidak saya pungkiri, ikut kepanitiaan di kampus itu penting, asal jangan banyak2. istilah jawanya, jangan gragas alias serakah, semua pengen diikutin.

nah, saya jadi panitia acara yang akan saya ceritakan inipun sebenarnya tidak pernah saya rencanakan. jadi ketua pelaksananya adalah teman saya judika, dan dia meminta saya untuk jadi kepala divisi konsumsi untuk acara pelatihan debat di kampus. sepertinya ia mengenal reputasi saya yang lumayan oke sebagai divisi konsumsi suatu acara hha.

pas dia minta gitu, saya iyain aja. selain karena pengen bantu, saya juga lagi kosong ga ikut kepanitian apapun semester ini. tapi sebelumnya saya mengajukan syarat: bahwa saya ga mau disuruh cari2 dana dengan jualan ngamen dll. untungnya judika menyanggupi. fix lah saya jadi kadiv konsumsi.

untuk staf divisi saya mengajak kedua junior di kampus yang lumayan saya kenal: raisa dan tika. raisa ini anak temen ayah saya, sesama SABRI alias Saya Anak BRI. sementara tika pernah jd anggota divisi konsumsi histeria, brg ama saya, jadi saya tau kualitasnya.

oke, konsumsi berbentuk snack box dibutuhkan selama 3 hari, sehari bulan oktober, dua hari bulan november. saya memesan snack box di larissa bakery, jalan terusan jakarta sebelah lucky square. kenapa saya memesan disana? karena kue disana murah, enak, dan boxnya mewah. recommended deh. larissa memang telah jadi langganan saya setiap ada kepanitiaan dan saya jadi konsumsinya. meski tempatnya lumayan jauh dr kampus, tapi saya ga kapok.

so, bagaimana acaranya?

hari pertama, konsumsi diambil oleh saya, dibantu oleh ria (sekretaris), yudha, dan farley (acara).

pembagian ketika acara diatur oleh staf saya, karena saya ga bisa lama2 di acara, harus ngajar.

hari kedua, konsumsi diambil oleh saya, dibantu oleh yudha.

kali ini saya bisa stay sampai acara selesai, dan konsumsi yang dipesan berlebih2 krn ada beberapa peserta mengundurkan diri, jadi panitia kebanjiran konsumsi dan makmur.

hari ketiga, konsumsi diambil oleh saya, dibantu oleh raisa.

dari ketiga hari acara ini, hari terakhirlah yang paling ribet, karena bertepatan dengan wisuda. sudah jadi rahasia umum kalo wisuda di unpad itu gerbang ditutup dan parkiran dikosongin, serta jalanan sekitar macet. ini membuat saya dan raisa bingung gimana cara angkut konsumsi ke perpus lantai 4.

akhirnya, raisa ngedrop saya di bni du bersama 45 kotak konsumsi sementara dia cari parkir buat mobilnya.

selama menunggu raisa, saya lalu berusaha mencari bala bantuan buat angkut konsumsi ke perpus dgn sms ke ketua pelaksana, dan ke panitia2 lain. sadly speaking, no one was able to help. so there I was, waiting in front of the atms, with 45 boxes of snacks, looking stupid. pfiuh.

sekitar 45menit kemudian raisa kembali dan tika datang membantu, akhirnya bersama2 kami mengangkat kotak2 makanan itu ke perpus lantai 4 yang jaraknya lumayan jauh kalo dr bni unpad du (makin jauh pas kamu mesti angkat2 kotak).

sampai dengan susah payah di lantai empat, saya baru sadar kalo disitu sama sekali tidak ada panitia yang standby (padahal udah waktunya kumpul) dan banyak peserta menunggu ruangan dibuka. jengjeng.

dengan panik saya langsung ngesms orang2, yang belum pada dibales karena mereka masih di dalam kelas. akhirnya saya beserta kedua staf sibuk angkatin meja untuk registrasi peserta dan mencari OB untuk membukakan ruangan auditorium. hem. ini dia nih saat konsumsi juga nyambi jadi logistik.

tak berapa lama, teman2 panitia datang, dan acara mulai berjalan lancar. awalnya. sampai salah seorang teman, si kadiv acara, mendekati saya untuk bilang “far, salah satu juri minta kopi anget, tapi bikinin juga buat juri2 lainnya deh”.

jengjeng jeng jeng…

dimana saya harus cari kopi anget saat siang2 hujan deras begini?

saya bermaksud untuk meminta tolong pada kedua staf saya, tapi sayangnya, kedua staf saya itu keburu didaulat secara sepihak oleh kadiv acara jadi moderator dan time keeper debat. tanpa persetujuan saya. alhasil, tepat di saat acara, saya kerja sendiri.

rasanya saya pengen ngamuk sama kadiv acara tapi kengamukan itu saya tahan. saya sadar cari kopi emang tugas saya sebagai konsumsi. meskipun ribet karena kerja sendirian tapi daripada saya nambah masalah, mending segera saya selesaikan. begegas saya langsung ke dapur perpus di lt 2, cari kopi. dan jeng jeng.. ketemunya malah kopi item. sudah tidak sempat lagi mencari kopi instan,jadi terpaksalah menggunakan kopi itu.

hadeh.

sebagai orang yang punya 0 pengalaman dalam membuat kopi hitam, saya akhirnya berusaha membuat kopi sebisa mungkin. saya tau sih cara seduh kopi, yang saya ga tau adalah cara bikin kopi enak. masalah lain muncul saat gula yang nyisa di dapur tinggal sedikit. alhasil kopi yang saya buat tidak lagi hanya ‘kopi hitam’, tapi ‘kopi hitam pait’. dalam hati saya udah pasrah dan cuma bisa berdoa semoga ketiga juri menyukai kopi buatan saya.

setelah selesai, dengan menggunakan baki, saya naik lagi ke lantai 4 perpus buat nganterin kopi2 itu. susah payah saya mencet tombol lift pake baki, untungnya tidak ada yang tumpah dan pecah. kebayang kan kalo itu sampe terjadi? mate.

akhirnya saya masuk ke dalam ruangan auditorium buat nganterin kopi untuk para juri, dengan ditonton oleh puluhan orang. para juri (yang notabene adalah dosen2 saya) tertawa melihat saya ngebabu. yah moga2 aja abis ngeliat saya menderita itu nilai saya dinaikin haha amin.

salah satu juri ternyata tidak minum kopi dan meminta (secara tidak langsung) minumannya diganti jadi teh hangat. akhirnya saya turun lagi ke lantai dua untuk bikin teh. dan naik lagi ke lantai 4. dan ditontoni dan diketawai lagi.

pfiuh. sudahlah.

selesai melewati masa2 keribetan itu, saya berniat untuk lsg cabut ke tempat ngajar (karena saya ada jadwal dan pengen makan siang sblm ngajar), tapi kadiv acara, yang kayanya ga bisa ngeliat saya diam bentar, meminta saya untuk mendokumentasikan acara karena kadiv pubdok blm dateng. terpaksa saya mesti masuk lagi ke dalam ruangan buat mendokumentasikan acara. hmm.. ini deh saat konsumsi mesti jadi dokumentasi.

setelah kadiv pubdok datang dan memastikan konsumsi available sampai akhir acara, saya langsung cabut ke tempat ngajar. syukurlah, acaranya udah lewat.

after all, meski banyak unpredictable things happened, tapi saya menikmati ikut kepanitiaan tersebut. temen saya di kampus jadi nambah, dan saya jadi bisa tau sifat asli beberapa teman di kampus saya.

next time saya sebenarnya pengen ikutan acara kampus sekali lagi yang lebih ‘gede’, tapi saya tau saya ga akan bisa total fokus di acara tersebut karena bakalan banyak bentrok sama jadwal ngajar saya. ya sudah deh, untuk sementara saya akan kembali ke kesibukan biasa saja, yang sebenarnya udah lumayan menyita waktu.

oke, sekian dari saya. sampai jumpa di postingan berikutnya Open-mouthed smile

Advertisements

One thought on “pengalaman kadiv konsumsi

  1. Pingback: Panitia LDC 2011 « Farah Fitriani's writing about life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s