Kasus Gabcikovo-Nagymaros

Assalamualaikum wr. wb…

berikut adalah analisis terhadap salah satu kasus hukum internasional yang terkenal, yaitu kasus Gabcikovo – Nagymaros.

semoga bermanfaat🙂

Gabcikovo-Nagymaros Project Case

FAKTA HUKUM

· 16 September 1977, Republik Rakyat Hungaria dan Republik Rakyat Cekoslovakia, menandatangani sebuah perjanjian pembangunan dan pengoperasian sistem pintu air Gabcikovo-Nagymaros  “The Construction  And Operation Of The Gabcikovo-Nagymaros System of Locks” (selanjutnya disebut Perjanjian 1977). Perjanjian 1977 ini mulai berlaku pada tanggal 30 Juni 1978.

· Perjanjian 1977 menentukan prinsip-prinsip kerja yang digunakan dalam pembangunan proyek di sungai Danube. Perjanjian tersebut mengatur pembangunan dua seri pintu air, yaitu di Gabcikovo (di territorial Cekoslovakia) dan di Nagymaros (di Teritorial Hungaria) untuk membentuk ”sebuah sistem operasi karya yang  tunggal dan tidak dapat dibagi”.

· Pada 13 mei 1989, Sebagai akibat kritik yang hebat terhadap proyek yang dijalankan di Hungaria, Pemerintah Hungaria memutuskan untuk menangguhkan pekerjaan di Nagymaros. Dimana menunda penyelesaiannya sampai otoritas yang berkompeten menyelesaikan berbagai studi terhadap proyek itu yang harus selesai sebelum 31 July 1989.

· Pada 21 Juli 1989, pemerintah Hungaria memperpanjang penangguhan proyek di Nagymaros sampai 31 Oktober 1989, dan sebagai tambahan menangguhkan juga pekerjaan di Dunakiliti sampai saat yang sama. Akhirnya pada 27 Oktober 1989, Hungaria memutuskan untuk meningalkan pekerjaan di Nagimaros dan melaksanakan status quo di Dunakiliti.

· Pada periode tersebut di atas para pihak melaksanakan negosiasi. Cekoslovakia mengajukan solusi alternatif, salah satunya adalah solusi alternatif yang disebut “Varian C”, meminta sebuah pengalihan unilateral dari sungai Danube oleh Cekoslovakia pada wilayah teritorinya sekitar 10 km ke arah hulu Dunakiliti (lihat peta 3). Dalam tingkat akhir, Varian C memasukan juga pembangunan di Cunovo sebuah DAM. Dimana adanya sebuah tanggul penghubung dam tersebut ke pinggiran sungai selatan dari canal bypass. Ketentuan dibuat sebagai pekerjaan tambahan.

· Varian C menunjukan langkan unilateral yang melibatkan Cekoslovakia yang berhadapan dengan penolakan Hungaria untuk mulai lagi bekerja pada proyek dan mengikuti  hasil yang tidak ditentukan dari negoisasi antar pemerintah. Proyek varian C dimulai pada bulan November 1991, dengan konstruksi bendungan Cunovo di wilayah Cekoslovakia. Negoisasi lebih jauh diantara kedua negara terhambat akibat penolakan Cekoslovakia untuk menghentikan pekerjaan berdasarkan varian C sampai komisi ahli tripartite dapat menegaskan adanya dampak negatif terhadap lingkungan dan terhadap penolakan Hungaria untuk memulai negoisasi kecuali jika varian C ditangguhkan. Cekoslovakia tetap bekerja berdasarkan varian C.

· Pada 23 July 1991, pemerintah Cekoslovakia memutuskan untuk memulai konstruksi untuk menjalankan proyek Gabcikovo berdasarkan solusi sementara. Pekerjaan berdasarkan Varian C dimulai November 1991. Diskusi berlanjut antara kedua belah pihak namun tidak berhasil.

· Sementara pembangunan di Cunovo dibutuhkan untuk pelaksanaan varian C, dimana itu dapat dengan mudah dihentikan dan seperti anggapan karakter dari langkah – langkah  pencegahan atau kesempatan kemungkinan negoisasi yang terhenti. Tidak adanya pelanggaran yang dilakukan sampai pembendungan sungai mulai pada 1992.

· Pada 19 Mei 1992 pemerintah Hungaria mengirim Nota pembatalan Perjanjian 1977 dengan akibat yang ditimbulkanya sejak 25 Mei 1992 . Hungaria menghentikan perjanjian 1977 sebagai konsekuensi penolakan Cekoslovakia untuk penangguhan pekerjaan varian C selama proses mediasi. Dimana dalam perjanjian itu sendiri tidak mencantumkan klausa penghentian. Berkaitan dengan hal itu Hungaria mengajukan lima pendapat untuk membenarkan tindakannya, yaitu : kepentingan negara “state of necessity”, ketidakmungkinan pelaksanaan perjanjian “imposibility of performance of the treaty”, munculnya perubahan keadaan yang sangat mendasar “fundamental changes of circumstances”, pelanggaran material perjanjian oleh Cekoslovakia, dan perkembangan norma baru dalam hukum lingkungan internasional.

· 1 januari 1993 Slovakia merdeka sebagai salah satu suksesor (disamping Ceko) dari Cekoslovakia.

· Perkara  diajukan ke mahkamah pada 2 juli 1993  dengan special agreement yang ditandatangani Slovakia dan Hungaria di Brusels 7 April 1993

· Pengadilan tidak melihat adanya bahaya yang akan timbul pada 1989 ketika pertamakali Hungaria menangguhkan proyeknya.

MASALAH HUKUM

· Apakah Republik Hungaria berhak menunda dan  memutusakan pengerjaan Proyek Nagymaros dan dalam bagian Proyek Gabcikovo  pada tahun 1989 dimana Perjanjian Internasional melekatkan tanggungjawab pada Republik Hungaria?

· Apakah Ceko dan Slovakia berhak untuk beralih ke “Provisional solution”(solusi sementara) pada pada november 1991 dan melaksanakan sistem ini sejak oktober 1992?

· Apa saja efek hukum dari notifikasi pengakhiran perjanjian internasional oleh Hungaria pada 19 mei 1992?

PUTUSAN PENGADILAN

Mengenai masalah hukum yang diajukan pada Pasal 2, ayat (1) Special Agreement:

· Hungaria tidak berhak untuk menunda dan kemudian meninggalkan pengerjaan Proyek Nagymaros yang merupakan bagian dari Proyek Gabcikovo dimana Perjanjian Internasional pada 16 September 1997 dan instrumen yang berhubungan dengan perjanjian itu melekatkan tanggungjawab padapara pihak.

· Cekoslovakia berhak untuk beralih ke solusi sementara ”provisional Solution” sebagaimana dideskripsikan di dalam klausula – klausula special agreement pada November 1991.

· Cekoslovakia tidak berhak untuk melaksanakan solusi sementara “provisional solution”  ini, sejak Oktober 1992.

· Pemberitahuan pengakhiran Perjanjian 16 September 1997 dan instrumen yang berhubungan denganya oleh Hungaria, pada 19 Mei 1992 tidak  memiliki akibat hukum  pengakhiran perjanjian tersebut.

Mengenai masalah hukum yang diajukan pada Pasal 2, ayat (2) dan pasal 5 Special Agreement:

· Menemukan bahwa Slovakia sebagai suksesor cekoslovakia, menjadi pihak dalam perjanjian 1977 sejak 1 januari 1993

· Hungaria dan Slovakia harus menegosiasikan dalam itikad baik berdasarkan situasi yang muncul, dan harus mengambil segala tindakan yang dibutuhkan untuk menjamin pencapaian tujuan Perjanjian 1977, sesuai dengan yang telah mereka sepakati sebelumnya.

· Kecuali jika para pihak setuju sebaliknya, rezim Join Operation harus dilaksanakan sesuai dengan Perjanjian 1977.

· Kecuali jika para pihak setuju sebaliknya, Hungaria harus mengkompensasi Slovakia untuk kerusakan yang diderita Cekoslovakia dan oleh Slovakia dalam hal penundaan dan penelantaran pekerjaan oleh Hungaria yang merupakan tanggungjawabnya;  dan Slovakia harus membayar kompensasi  kepada Hungaria untuk kerugian yang dideritanya dalam hal menjalankan tindakan sementara”provisional solution” oleh Cekoslovakia dan pemeliharaan tindakan sementara tersebut oleh Slovakia.

· Penyelesaian dari tanggungan untuk konstruksi dan operasi perkerjaan harus dipengaruhi sesuai dengan ketentuan yang relevan dari perjanjian 1977 dan instrumen terkaitnya, tangungan seharusnya dari tindakan seperti itu  karena akan diambil oleh para pihak dalam aplikasi poin 2b dan c dari ketentuan operatif saat ini.


ANALISIS

Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa – bangsa, dan bertujuan untuk mengakibatkan akibat hukum tertentu. Perjanjian itu harus diadakan oleh subjek hukum internasional yang menjadi anggota masyarakat internasional. Dalam kasus ini, yang diterapkan adalah Konvensi Wina.

The Vienna Convention on the Law of Treaties mempunyai penerapan yang terbatas dalam kasus sengketa Gabcíkovo-Nagymaros. Kedua belah pihak mengakui hanya untuk ketetapan yang sudah terkodifikasi sebelum adanya hukum kebiasaan internasional yang dapat diterapkan kedalam perjanjian 1977, dimana ada sebelum VCLT berlaku diantara kedua negara. Pengadilan mengidentifikasi pasal 60, 61, dan 62, berkaitan dengan penangguhan dan penghentian perjanjian, sebagai kodifikasi dari norma kebiasaan internasional.

Hungaria tidak mempermasalahkan pelanggaran terhadap penangguhan dan pada akhirnya penghentian pekerjaan di Nagymaros. Hungaria menyatakan keinginannya atas dasar tanggung jawab negara yang berdasarkan atas kepentingan ekologi untuk menghindarkan timbulnya kesalahan.

Menurut kami, Hungaria melakukan kesalahan pada saat dia menangguhkan perjanjiannya dengan cekoslovakia. Hungaria tidak bisa menangguhkan proyek pembangunan atas keinginan sendiri tanpa persetujuan dengan Cekoslovakia. Walaupun adanya bahaya yang serius yang dapat ditimbulkan, pengadilan berpendapat bahwa Hungaria mampu untuk menyelesaikan masalah itu dibandingkan dengan menunda pekerjaan. Pertama, Hungaria dapat mengontrol distribusi air di Dunakiliti, adanya upaya pencegahan bahaya banjir dan beberapa resiko yang mungkin terjadi. Kedua, di Nagymaros, Hungaria dapat memecah batu kerikil di hilir sungai untuk menghalangi timbulnya erosi dan juga proses air minum yang digunakan untuk konsumsi di Budapest. Naiknya biaya proyek disamakan dengan tekhnik yang tidak berhubungan dengan pertanyaan apakah adanya kepentingan negara. Dalam penilaiannya, Hungaria melakukan tindakan atau kelalaian pertolongan untuk membawa kepentingan Negara.

Cekoslovakia memandang bahwa pelaksanaan varian C tidak menimbulkan pelanggaran internasional. Varian C mewakili tidak hanya kemungkinan terpenuhinya tujuan dari perjanjian 1977 tetapi juga kewajiban yang berlanjut untuk melaksanakannya dalam itikad baik.

Hungaria berpendapat bahwa varian C tidak hanya melanggar pasal 15, 16, 19, dan 20 pada perjanjian 1977 tetapi juga melanggar kewajiban dibawah konvensi pengaturan air pada batas wilayah. Pasal 15 berkenaan dengan perlindungan kualitas air, artikel 16 berkaitan dengan pemeliharaan dasar sungai, pasal 19 berkaitan dengan perlindungan ekosistem dan pasal 20 berkaitan dengan perlindungan perikanan.

Perjanjian 1977 dan rencana kerjasama kontrak merupakan objek utama dalam perkembangan untuk kesatuan sistem pintu air yang tidak dapat dibagi, dengan pasal 8 dan 10 memberikan kepemilikan kerjasama dalam struktur tanpa melihat lokasi wilayah. Proyek dikordinasikan sebagai satu kesatuan. Pengadilan melihat berdasarkan definisi, bahwa objektifitas tidak dapat dicapai melalui perbuatan unilateral.

Untuk menghindari timbulnya pelanggaran seperti yang ditetapkan dalam perjanjian 1977, minoritas hakim membedakan adanya pelaksanaan yang berbeda antara varian C pada 1991 dan pada 1992. Tindakan yang berhubungan dengan pelanggaran hukum tidak membingungkan dengan penyerangan sebenarnya.  Sehingga Cekoslovakia berhak untuk melaksanakan varian C pada 1991 tetapi melakukan pelanggaran dengan perpanjangan operasi pembendungan di sungai Danube.

Meski Hungaria memiliki kepentingan tetapi kepentingan tersebut bukan merupakan dasar untuk penangguhan dan pengakhiran perjanjian tersebut. Hungaria tetap tidak berhak karena telah terikat perjanjian bilateral dengan Cekoslovakia. Walaupun kepentingan negara dapat dibuktikan, itu tidak dapat dilaksanakan karena adanya kewajiban dibawah perjanjian yang secara otomatis timbul.

Kasus proyek Gabcikovo-Nagymaros merupakan suatu contoh kasus dalam hal perjanjian internasional. Ketika suatu negara telah mengikatkan dirinya pada suatu perjanjian internasional maka negara tersebut telah terikat untuk tunduk dalam perjanjian tersebut. Dimana negara tersebut tidak hanya terikat untuk memenuhi kewajiban seperti tertera dalam perjanjian tetapi juga memiliki hak berdasarkan perjanjian internasional tersebut. Suatu pelanggaran terhadap perjanjian internasional menimbulkan tanggung jawab negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s