curhat si ratu garing

Assalamualaikum wr. wb…

sebagai orang yang suka banget komedi (baik baca maupun nonton) saya jadi sering kepengaruh ikutan ngelucu juga.

cuma susahnya, kalo saya yang ngelucu, jatuhnya jadi garing. GARING. seperti kerupuk yang baru aja diangkat dari minyak, atau tempe yang kelamaan digoreng dalam minyak.

sering banget kegaringan saya ini berujung pada pandangan dari orang2 yang tidak mengerti bagian mana yang lucu dari jokes yang saya lemparkan. taukan pandangan apa? itu loh pandangan apa-banget-ni-orang-kaya-orang-gila-abis-ngomong-cengengesan-sendiri.

sedih ya?

sejujurnya saya suka iri pada teman2 saya. ntah kenapa, banyak dari mereka amat sangat berbakat melucu, baik pada tulisan, maupun saat bicara langsung. setiap berkunjung ke blog2 teman2 tersebut seperti contohnya erika, natasha, dan viera, saya selalu bisa ketawa atau minimal cekikikan. sama kaya pas baca tweetnya gina atau bbm imeh, pasti bisa bikin saya ngakak. mereka semua bisa melucu dengan cara mereka sendiri. aih..

saya penasaran, apa ya kira2 resep supaya bisa lucu kaya gitu? apa jangan2, mengutip istilah erika, selera humor saya kerendahan, jadi apa yang menurut saya lucu menurut orang lain ngga? sepertinya info ini masih kurang valid.

kegaringan akut yang menimpa diri saya ini sebetulnya punya banyak efek besar dalam hidup saya, terutama pas saya ngajar. sebagai seorang guru, saya harus bisa membuat suasana kelas bisa lebih santai, jadi murid2 bisa lebih tenang dalam menerima pelajaran. nah salah satunya cara supaya bikin sekelas jadi rileks adalah melempar jokes. dan itu, sadly to say, jarang berhasil.

krik.

contoh 1; pas pengisian angket guru, kebetulan yang waktu itu lagi diisi adalah angket tentang saya.

saya: “nah, kalian isi ya angketnya, isi yang jujur aja, oke. ga usah malu2.”

murid2: –hening-

saya: “cara ngisinya bisa kan? kalo misalnya ada pertanyaan ‘apa yang kalian tidak sukai dari kakak pengajar?’ kalian bisa jawab ‘kakak pengajar terlalu cantik’ hehe (cengengesan).”

murid2: –hening-

joke 1, gagal!

contoh 2; pas lagi menjelaskan beda miss dan mrs.

saya: “mrs itu panggilan buat ibu2 udah menikah. cara bacanya, mises!”

murid2: “(mengikuti) “mises.”

saya: “kalian tau mises itu apa? itu loh.. yang buat ditabur di atas roti. hehe”

murid2: — ngasi pandangan apa-banget-ni-orang-kaya-orang-gila-abis-ngomong-cengengesan-sendiri —

joke 2, lebih gagal!

begitulah sekelumit kisah ngelucu saya yang selalu berakhir dengan saya cengengesan sendiri kemudian canggung ngapa2in. di kemudian hari saya berharap semoga ada yang bilang saya lucu, dan bukan karena wajah saya yang emang lucu imut2 (please jangan muntah, ini fakta! #ditimpukpembaca).

oke, sekian dari saya si ratu garing, salam crunchy!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s