Analisis APBN 2011

 

RINGKASAN APBN 2011

 

KOMPONEN APBN 2011

Rincian (miliar rupiah)

A. Pendapatan Negara dan Hibah

I. Penerimaan Dalam Negeri

1. Penerimaan Perpajakan

a. Pajak Dalam Negeri

b. Pajak Perdagangan Internasional

2. Penerimaan Negara Bukan Pajak

II. Hibah

 

B. Belanja Negara

I. Belanja Pemerintah Pusat

1. K/L

2. Non K/L

II. Transfer Ke Daerah

1. Dana Perimbangan

2. Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian

III. Suspen

 

C. Keseimbangan Primer

 

D. Surplus/Defisit Anggaran  (A – B)

 

E. Pembiayaan

I. Pembiayaan Dalam Negeri

II. Pembiayaan Luar negeri (neto)

 

Kelebihan/(Kekurangan) Pembiayaan

1.104.902,0

1.101.162,5

850.255,5

827.246,2

23.009,3

250.907,0

3.739,5

 

1.229.558,5

836.578,2

432.779,3

403.798,9

392.980,3

334.324,0

58.656,3

0,0

 

(9.447,3)

 

(124.656,5)

 

124.656,5

125.266,0

(609,5)

 

0,0

 

 

PENDAPATAN dari PAJAK

Rincian (miliar rupiah)

Penerimaan Perpajakan

a. Pajak dalam Negeri

i. Pajak Penghasilan

1. PPh Migas

2. PPh Nonmigas

ii. Pajak Pertambahan Nilai

iii. Pajak Bumi dan Bangunan

iv. BPHTB

v. Cukai

vi. Pajak Lainnya

b. Pajak Perdagangan Internasional

i. Bea Masuk

ii. Bea Keluar

 

850.255,5

827.246,2

420.493,8

55.553,6

364.940,2

312.110,0

27.682,4

62.759,9

4.200,1

23.009,3

17.902,0

5.107,3

 

Analisis :

 

Dalam APBN, pajak tergolong pendapatan non migas. Jika ditinjau dari susunan atau komponen APBN yang sebagian besarnya pendapatan negara diterima dari sektor pajak, jelas bahwa pajak sangat berpengaruh pada pendapatanIndonesia. Struktur pendapatan negara didominasi sumber-sumber penerimaan dari pos-pos perpajakan, karena Pemerintah lebih memfokuskan menggali sumber-sumber dana di dalam negeri dan menghindari utang luar negeri. itulah maka pada APBN 2011 hibah memiliki jumlah yang paling sedikit daripada sumber pendapatan Negara lainnya.

Penerimaan perpajakan didominasi oleh sumber-sumber antara lain pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai barang atau pajak penjualan barang mewah, pajak bumi dan bangunan, penerimaan cukai dll. Dari tahun ke tahun penerimaan/pendapatan negara dari pajak terus meningkat. Ada beberapa alasan mengapa pajak begitu penting bagi APBN yaitu:

 

1. PPh memberikan sumbangsih yang tidak kecil pada pendapatan negara, hal ini dikarenakan PPh adalah jenis pajak langsung dengan tarif progresif, pajak ditanggung oleh wajib pajak bersangkutan dan besar pajak akan semakin besar bila pendapatan yang diterima juga semakin besar.

Pendapatan Negara yang diterima untuk digunakan di APBN 2011 dari pajak penghasilan berjumlah 420.493,8 triliun.

 

2. Cukai adalah pungutan oleh negara secara tidak langsung kepada konsumen yang menikmati/menggunakan obyek cukai. Obyek cukai pada saat ini adalah cukai hasil tembakau(rokok, cerutu dsb), Minuman mengandung alkohol / Minuman keras. harga sebungkus rokok yang dibeli oleh konsumen sudah mencakup besaran cukai didalamnya.

Pada APBN 2011, cukai yang menjadi pendapatan Negara berjumlah 62.759,9 triliun.

3. Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan pada suatu barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Indonesia menganut sistem tarif tunggal untuk PPN, yaitu sebesar 10%. Dasar hukum utama yang digunakan untuk penerapan PPN di Indonesia adalah Undang-Undang No. 8/1983 berikut revisinya, yaitu Undang-Undang No. 11/1994 dan Undang-Undang No. 18/2000.

Pendapatan negara yang didapat dari Pajak Pertambahan Nilai berjumlah 312.110,0 triliun.

4. Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dipungut atas tanah atau bangunan bagi orang atau badan yang mempunyai hak dan memiliki manfaat atasnya. Dasar pengenaan pajak dalam PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak, yang besarnya ditentukan berdasarkan harga pasar pertahunnya dan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

Pajak Bumi dan Bangunan di pendapatan negara APBN 2011 berjumlah 27.682,4.

 

Keempat pajak di atas adalah penyumbang terbesar pada pendapatan negara. Masih banyak pajak lainnya, tetapi jumlah kesemua pajak tersebut tetap lebih kecil.

Sementara alokasi dana APBN yang didapat dari penerimaan perpajakan, penerimaan bukan pajak dan hibah digunakan untuk belanja negara dan pembiayaan lainnya. belanja negara dalam tahun 2011 ditetapkan sebesar Rp1.229,6 triliun. Jumlah itu terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp836,6 triliun dan transfer ke daerah Rp393,0 triliun.

Menurut jenis belanja, belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja pegawai Rp180,6 triliun, belanja barang Rp132,4 triliun, belanja modal Rp121,9 triliun, pembayaran bunga utang Rp115,2 triliun, subsidi sebesar Rp187,6 triliun, belanja hibah Rp771,3 miliar, bantuan sosial Rp61,0 triliun, dan belanja lain-lain Rp15,3 triliun.

Subsidi sebesar Rp187,6 triliun terdiri atas subsidi energi sebesar Rp136,6 triliun, subsidi listrik Rp40,7 triliun dan subsidi non energi Rp51,0 triliun.

“Subsidi non energi terdiri atas subsidi pangan Rp15,3 triliun, subsidi pupuk Rp16,4 triliun, subsidi benih Rp120,3 miliar, subsidi/bantuan PSO sebesar Rp1,9 triliun dan subsidi pajak ditanggung pemerintah sebesar Rp14,8 triliun,”

Advertisements

4 thoughts on “Analisis APBN 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s