fungsi pajak meningkatkan investasi

Apakah pajak dalam fungsi regulerend dapat meningkatkan investasi? Kapan pajak dapat meningkatkan investasi, dan kapan menghambat?

Pajak memiliki peranan penting dalam tata kelola negara. Sebagian negara, termasuk Indonesia, menggantungkan penerimaannya pada pajak, termasuk Indonesia. untuk mempercepat terciptanya kesejahteraan umum dan tercapainya tujuan negara, harus ada keseimbangan antara fungsi budgeteer dengan fungsi regulerend pajak.

Dengan adanya fungsi budgeteer, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak.

Sementara itu, dengan adanya fungsi regulerend Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Melalui fungsi mengatur, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang letaknya di luar bidang keuangan dan lebih ditujukan pada sektor swasta. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri.

Pelaksanaan fungsi mengatur ini dapat dibedakan menjadi dua, yakni yang bersifat positif dan yang bersifat negatif. Bersifat positif maksudnya, pemerintah akan memberi dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang dipandang positif. Dukungan ini biasanya diberikan dalam bentuk kebijakan dan fasilitas di bidang pajak, seperti:

· pemberian kelonggaran yang berbentuk tax holiday (pembebasan pajak) dan keringanan pajak.

· Mengadakan afschrifving (penghapusan)

· Pemberian pengecualian – pengecualian

· Pemberian pengurangan – pengurangan

· Kompensasi – kompensasi.

Pemberian kelonggaran dapat dilakukan apabila wajib pajak memenuhi beberapa syarat tertentu, dan pemberian pengecualiannya dalam beberapa hal dapat dilakukan, baik menyangkut pengecualian subjek pajak maupun pengecualian objek. Pemberian pengurangan pajak dapat dilakukan sebagai bentuk dorongan kepada wajib pajak dalam hal – hal tertentu, misalnya biaya riset pengembangan produk baru dapat dikurangkan terhadap laba kotor, sehingga memperkecil keuntungan bersih yang dikenai pajak. Mengenai cara insentif dengan kompensasi ini, misalnya terhadap kerugian – kerugian yang diderita oleh perusahaan, selaku wajib pajak dapat dikompensasikan dengan pajak penghasilan untuk jangka waktu tertentu.

Ada beberapa alasan mengapa kebijakan pajak perlu diberikan;

1. Untuk meningkatkan laju inflasi

2. Untuk mendorong investasi yang optimal secara social

3. Untuk meningkatkan kesempatan kerja

4. Untuk meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidakstabilan internasional

5. Sebagai upaya untuk menanggulangi inflasi

6. Untuk meningkatkan dan mendistribusikan pendapatan nasional

Kapan pajak dapat meningkatkan investasi?

Dalam perekonomian kontemporer, komponen pendapatan pajak sebagai bagian dari kebijakan fiscal dipandang sebagai kebijakan yang memiliki peranan dan pengaruh yang sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi, terutama karena :

1. Adanya pajak merupakan alat penting guna mengekang permintaan yang semakin meningkat terhadap barang-barang konsumsi.

2. Perpajakan tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan penerimaan yang lebih besar, namun juga berperan sebagai perangsang untuk menabung dan melakukan investasi.

3. Untuk mentransfer sumber daya manusia kepada pemerintah agar digunakan lebih produktif.

4. Perpajakan harus memperbaiki pola investasi di dalam perekonomian.

5. Salah satu tujuan perpajakan adalah untuk mengurangi jurang perbedaan antara si kaya dan si miskin.

6. Perpajakan harus memobilisasikan surplus ekonomi untuk pembangunan secara berkesinambungan.

Sesuai dengan uraian di atas, Pajak berpengaruh untuk meningkatkan investasi. Pertumbuhan ekonomi suatu Negara dapat terlihat dari bagaimana pemerintahannya memberikan kemudahan atau insentif dalam perpajakan kepada pelaku usaha dengan memberikan pelayanan terpadu yang mudah, cepat, efisien dan transparan. Sehingga pelaku usaha mau dan betah menanamkan modalnya di Indonesia, lapangan kerja luas terbuka, kemiskinan berkurang dan meningkatkan daya saing sektor riil.

Sejak 1967, fungsi mengatur regulerend pajak – pajak negara diarahkan untuk merangsang investor, baik asing maupun nasional untuk menanam modalnya di Indonesia. salah satu bentuk realisasinya adalah pemberian insentif pajak.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu wujud dari fungsi mengatur pajak adalah pemberian insentif bagi penanaman modal. Dalam pasal 15 Undang – Undang No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing serta Pasal 9 sampai dengan pasal 16 Undang-undang No.6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri dan perubahan-perubahannya jelas diatur bahwa pemberian insentif pajak merupakan salah satu rangsangan bagi investor lokal maupun asing untuk menanamkan modalnya. Dalam Undang-Undang Perpajakan sebelum dan sesudah Tax Reform (Reformasi Perpajakan) 1984, insentif pajak merupakan fasilitas yang diberikan bagi investor.

Jelas sudah bahwa pembuat undang – undang selalu memperhatikan fungsi mengatur dalam perundang – undangan, karena dengan pemberian insentif pajak maka yang diutamakan adalah tujuan mengatur. Hasil pemungutan pajaknya tidak begitu lagi dianggap penting.

Salah satu upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah dengan menerbitkan Instruksi Presiden No.3 Tahun 2006 tentang Paket kebijakan Perbaikan Iklim investasi. Dalam paket perbaikan iklim investasi tersebut salah satu kebijakan penting adalah memberikan insentif pajak bagi penanaman modal asing maupun lokal. Selain itu perbaikan terhadap Undang-undang Penanaman Modal dan Undang-undang pajak juga merupakan salah satu isi paket kebijakan tersebut. Dalam bidang perpajakan, selain pemberian insentif, pelaksanaan modernisasi dalam pelayanan pajak juga ditekankan sebagai upaya perbaikan iklim investasi. Kebijakan tentang pemberian insentif pajak bagi penanaman modal di Indonesia diharapkan akan memberi pengaruh positif bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Rangsangan di bidang perpajakan yang ada di undang – undang Penanaman Modal bertujuan untuk memberikan perusahaan – perusahaan modal asing kelonggaran yang berupa pembebasan dan keringanan. Rasio dari pembebasan tersebut adalah untuk tidak menyulitkan perusahaan modal asing dalam mencapai fase berproduksi di Indonesia dalam jumlah yang dapat disalurkan ke pasaran, di mana pada fase ini biasanya diperlukan pengeluaran – pengeluaran yang dilakukan perusahaan. Jadi dasar dikeluarkannya pembebasan pajak bagi perusahaan – perusahaan modal asing ini, adalah untuk memberi kesempatan dalam waktu yang layak agar dapat mencapai produksi yang tidak dipasarkan.

Menurut penjelasan dari Undang – Undang No. 11 tahun 1970, besarnya kelonggaran – kelonggaran terhadap perusahaan – perusahaan modal asing tidak dapat disamaratakan dan ditetapkan sesuai dengan prioritas mengenai bidang – bidang usahanya dan menurut berat ringannya usaha yang dijalankan. Perusahaan modal asing yang diperlukan bagi pertumbuhan ekonomi serta memberikan investasi dan memerlukan pembiayaan yang sangat besar, di sini pemerintah dapat memberikan tambahan mengenai kelonggaran – kelonggaran perpajakan dan pungutan – pungutan lainnya. Untuk menambah kelonggaran tersebut, baru diberikan pemerintah apabila pimpinan perusahaan modal asing dapat membuktikan bahwa kelonggaran yang telah diberikan belum cukup untuk berusaha secara efisien dan efektif.

Disaat para investor asing maupun nasional tergerak untuk berinvestasi di Indonesia dengan cara menanamkan modal, maka saat itulah dapat dikatakan bahwa pajak dapat meningkatkan investasi. Seperti yang telah dirinci dalam uraian di atas, apabila pemerintah menerapkan kebijakan insentif pajak pada para penanam modal dan tidak memberatkan investor, maka akan semakin banyak investasi yang mengalir ke dalam negeri. Ini berarti, meski bertolak belakang dengan fungsi anggaran karena penerimaan pajak menjadi sedikit, akan tetapi fungsi mengatur dapat terjalankan dengan baik. Bila masyarakat memiliki iklim investasi yang baik, taraf perekonomian menjadi lebih tinggi, maka hal ini akan berdampak baik juga kepada pemerintah dan negara.

Kapan pajak menghambat investasi?

Sementara itu, keadaan saat pajak menghambat investasi adalah ketika kebijakan pajak yang dikeluarkan pemerintah tidak mengakomodasi keinginan investor dan penanam modal. Apabila pemerintah menitikberatkan pada fungsi anggaran pajak, maka yang dicari adalah penerimaan atau pemasukan pajak yang setinggi – tingginya. Dengan memberlakukan pajak yang tinggi, akan membuat investor menjadi tidak tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada perekonomian Indonesia.

Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi mengenai pemberlakuan pajak yang tinggi adalah ketika masalah film luar negeri yang sempat ditarik dari peredaran karena dikenakan pajak bea cukai yang tinggi oleh pemerintah Indonesia. Hal ini tentu menuai protes dari masyarakat, karena dengan tidak adanya film luar negeri ditayangkan di bioskop lokal maka akan mengurangi minat masyarakat untuk menonton di bioskop. Ini dapat menimbulkan kerugian besar pada pengusaha bioskop lokal yang berujung kepada jumlah pengangguran yang bertambah.

Sumber:

· Prof. Dr. Soedjono Dirdjosisworo, S.H., M.B.A, Hukum Perusahaan Mengenai Penanaman Modal di Indonesia, CV Mandar Maju, Bandung, 1999.

· Santoso Brotodihardjo, S.H., Pengantar Ilmu Hukum Pajak, Refika Aditama, Bandung, 2008.

· Y. Sri Pudyatmoko, Pengantar Hukum Pajak Edisi Revisi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008.

About these ads

4 thoughts on “fungsi pajak meningkatkan investasi

  1. Pajak Meningkatkan investasi…itu benar… bahkan hebatnya lagi investasi tersebut bukan hanya untuk negara tetapi juga untuk para pengelolanya… :D :D :D

    salam kenal….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s